Kelompok B TK Islam PB Soedirman Mengikuti Manasik Haji Bersama 1000 Anak Lainnya

Kelompok B TK Islam PB Soedirman Mengikuti Manasik Haji Bersama 1000 Anak Lainnya

Hari Kamis ini, 26 September 2019 Kelompok B TK Islam PB Soedirman mengikuti manasik haji. Sebuah kegiatan penuh makna untuk anak usia dini.

Udara pagi masih terasa sejuk, sinar matahari belum menampakkan dirinya. Namun, telah nampak anak-anak TK Soedirman memakai baju ihrom dan muslimah putih. Dengan didampingi orang tuanya mereka menuju kelas masing-masing.

Di dalam kelas yang udaranya sejuk karena stimulus alat penyejuk ruangan, pakaian mereka dirapihi dan dilengkapi dengan syal sebagai ciri khas sekolah, serta tas kecil berisikan air mineral dan batu terbuat dari kertas koran.

Jam yang menempel di dinding kelas menunjukkan jam 06.45. Mayoritas anak TK B telah hadir dan siap dengan perlengkapannya, tinggal sedikit anak yang belum hadir. Namun demi ketepatan dan kelancaran acara, penanggung jawab acara membunyikan bel Sekolah tanda seluruh anak-anak yang telah siap untuk berkumpul di aula Sekolah.

Udara pagi masih terasa sedikit sejuk meski sinar matahari telah menerangi halaman Sekolah dan aula tanpa tembok yang sisi-sisinya telah dipenuhi oleh orang tua peserta didik yang ingin melepas keberangkatan anak mereka mengikuti manasik haji.

Tidak perlu menunggu lama, anak-anak telah berbaris di aula dan berangsur-angsur kelompok TK B jumlahnya telah maksimal sesuai yang tertulis di absen kelas.

Di aula mereka diberikan pijakan, penjelasan tentang kegiatan manasik haji, yang kemudian dilanjutkan membaca doa keluar sekolah (red : Rumah) dan naik kendaraan.

Setelah khusyu berdoa, dengan tertib dan sambil membaca talbiyah mereka menuju ke mobil yang telah ditentukan oleh guru kelasnya masing-masing untuk membawa mereka ke Masjid Attin

Alhamdulillah, atas rahmat, pertolongan, dan kasih sayang Allah Swt rombongan TK Islam PB Soedirman tiba di Masjid yang bersebelahan dengan Padepokan Pencak Silat itu tanpa kurang suatu apapun. Saat dipejalanan lancar, dan Alhamdulillah saat registrasi pun lancar. Hanya sedikit tersendat oleh beberapa anak yang kain ihromnya melorot.

Jam pada tangan kiri penulis menunjukkan jam 07.35 kloter TK Islam PB Soedirman telah duduk santai di ruang utama Masjid yang dibangun pada tahun 1997 untuk mengenang Ibunda Tin Soeharto itu.

Peserta di ruang utama Masjid

Diruangan utama, yang biasa digunakan untuk sholat, dibuat sebagai Miqat oleh panita. Disinilah anak-anak niat berhaji setelah mengikuti serangkaian acara pembukaan dan Sholat berjamaah dua roka’at.

Setelah berniat dan dilepas oleh panitia, anak-anak berjalan menuju ke lantai bawah Masjid berkapasitas 9000 orang dan didirikan di atas seluas 70.000 meter persegi itu.

Di selasar bawah Masjid anak-anak dari beberapa TK di Kecamatan Pasar Rebo berkumpul seperti Wukuf di Padang Arafah. Di sini mereka mendengar ceramah, layaknya khutbah Arafah.

Suara Khotib terdengar sayup-sayup di antara riuhnya suara anak-anak berjumlah 1080 yang di sekelilingnya ada orang dewasa yang mengawasinya, yang tak lain adalah guru-guru mereka dan panitia, serta petugas Masjid.

Beberapa peserta sedang mendengarkan Khutbah

Selesai mendengar khutbah, para peserta manasik menuju ke luar sisi kiri Masjid. Di sinilah anak-anak mempersiapkan batu untuk melontar Jumroh, mirip para jemaah haji benaran mengambil kerikil di Muzdalifah. Hanya saja, untuk anak-anak ini batunya terbuat dari kertas koran.

Peragaan Melempar Jumroh

Pada kegiatan melontar Jumroh ini kecerdasan logis matematis anak terstimulus, dengan mengitung jumlah batu yang mereka lempar dan tempatnya. Nilai kesabaran mereka pun terlatih, melalui antri untuk melempar di bawah terik matahari. Dan konsentrasi mereka pun terasah, ketika fokus melempar sasaran.

Panas matahari terasa menyentuh telapak kaki mereka yang tertutup kaos kaki, terutama telapak kaki penulis yang tak beralas sangat terasa panasnya. Namun, itu tak melunturkan semangat kami, terkhusus anak-anak untuk melanjutkan ritual selanjutnya yaitu Thawaf, mengelilingi kabah.

Di pekarangan depan Masjid panitia telah mendirikan bangunan menyerupai Kabah lengkap dengan hijir Ismail di sampingnya dan batu hajar aswad yang menempel di salah satu sudutnya.

Melakukan Thawaf

Dengan membaca doa-doa seperti orang yang bertawaf di Baitullah, anak-anak mengelilingi bangunan tersebut sesuai keadaan fisik mereka, cukup 1 x putaran saja. Itupun keringat telah memenuhi wajah mungil mereka, tak terkecuali wajah penulis yang ganteng ini.

Setelah berkeliling Kabah, mereka berlari-lari kecil dari tempat bertuliskan Shafa ke tempat yang bertuliskan Marwah, dan kembali lagi ke tempat bertuliskan Shafa, meski tak sama kegiatan merupakan gambaran mirip ritual Sa’i, yaitu berlari-lari kecil dari bukit Shafa ke bukit Marwah sebanyak 7 kali.

Pada kegiatan Thawaf dan Sa’i motorik kasar anak-anak terstimulus dengan baik. Nilai ketertiban dan kesabaran pun mereka dapatkan. Termasuk kecerdasan spasial mereka pun terstimulus dengan baik.

 

Usai Sa’i mereka melakukan Tahalul, dan mendapatkan air minum yang diibaratkan air zam-zam. Rumayan dan memang dibutuhkan untuk menghilangkan dahaga setelah mengikuti rangkaian manasik haji.

Sambil istirahat menjelang kembali ke Sekolah, rombongan TK Islam PB Soedirman menikmati air zam-zam itu di selasar Masjid sambil di temani sekotak makanan restoran cepat saji dari Jepang, es krim, dan sebotol sari buah.

Setelah itu, di bawah sinar matahari yang menyengat rombongan menuju mobil yang akan membawa mereka kembali ke Sekolah.

Demikianlah, kegiatan manasik haji Kelompok B TK Islam PB Soedirman pada tahun ajaran ini.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *