Inilah Perayaan Maulid Nabi KB, TK Islam PB Soedirman Tahun Ini

Inilah Perayaan Maulid Nabi KB, TK Islam PB Soedirman Tahun Ini

Setiap bulan Rabiul Awal umat Islam bersuka cita, dikarenakan pada bulan tersebut manusia mulia yang menjadi utusan Allah Swt dilahirkan. Sebagian besar kaum muslimin menyebutnya “Bulan Maulid” dan mereka merayakannya sebagai upaya mengenang kepribadian Muhammad Saw yang luhur.

Termasuk Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK) Islam PB Soedirman pun merayakan kelahiran Nabi Muhammad Saw. Walau pandemi dan pembelajaran masih online, bukan menjadi penghalang untuk mengadakan kegiatan sebagai wujud cinta kepada Sang Rasul.

Pada perayaan Maulid Nabi tahun ini, KB & TK Soedirman mengadakan kegiatan Pentas Tasmi dan mendengarkan kisah tentang Nabi Muhammad serta dongeng edukatif. Sebagaimana kegiatan belajarnya yang masih online, maka kegiatan keislaman ini pun dilakukan secara Virtual.

Kegiatan yang bertema “Alloh, Rasululloh, dan Alqur’an My Love” itu bertujuan untuk meneladani sifat mulia Nabi Muhammad Saw, salah satunya kepribadian beliau yang gemar berbagi. Sebagaimana pesan yang disampaikan oleh Ibu Fricorina Sandrawati, S.Si, M.Pd pada sambutanyya.

Kita juga harus banyak meneladani karakter baik Rasulullah, sangat banyak ya, terutama sikap peduli dan gemar berbagi”. Ucap ibu Kepala Sekolah yang juga berpesan agar anak-anak didik tidak kehilangan semangat berbaginya terutama pada masa pandemi seperti sekarang ghgvini.

Kegiatan yang juga dihadiri oleh Kepala Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Yasma PB  Soedirman  Bapak Drs.Nur Alam, MA itu bertujuan juga untuk memotivasi anak-anak didik agar gemar membaca dan menghafalkan alquran, kitab suci yang Allah Swt turunkan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai petunjuk umat Islam.

Itulah esensi dari kegiatan Pentas Tasmi. Dimana pada Pentas Tasmi anak-anak didik tampil bersama membacakan ayat-ayat alqur’an yang mereka hafal. Jika tahun lalu mereka tampil di atas panggung, sekarang, karena acaranya virtual, maka yang ditampilkan hanya video mereka ketika membaca ayat alquran yang mereka hafal.

Hafalan Alquran yang mereka baca berbeda-beda setiap kelasnya, seperti Kelompok A, mereka membaca Surat Al-lahab, Al-iklas, Al-falaq, dan Annas. Sedangkan Kelompok B membaca surat-surat lain yang sedikit lebih panjang seperti Al-insyiraoh dan Alhumazah. Adik-adik KB membaca Surat Aliklas. Ada juga anak didik yang tampil membaca surat-surat yang berbeda dan lebih panjang.

Seperti Aisha (TK A1), yang membaca Surat Annaba dan Ayat Kursi, Ashraf (A1) yang membaca Surat Abasa, Arya  (A1) yang membaca Surat Alfill, yang artinya gajah, yang sangat tepat dengan tahun kelahiran Nabi Muhmmad Saw.

Kak Didik, sang pendongeng yang juga pandai sulap, juga membacakan Surat Alfil dan menyampaikan kisah tentang burung ababil yang terkenal sebagai pasukan Allah Swt yang menghancurkan pasukan gajah yang berlaku semena-mena di muka bumi.

Walau Kak Didik menyampaikannya dari jarak jauh, anak-anak didik  sangat antusias menyimak rangkaian demi rangkaian kisah dan dongeng serta sulap yang disampaikan oleh pendongeng yang tinggal di Kota Depok itu.

Berkisah dan Pentas Tasmi merupakan bagian dari acara Maulid Nabi KB, TK Islam PB Soedirman tahun ini. Kita sepakat bahwa perayaan Maulid Nabi memang tidak ada dalam ajaran Islam, namun melalui event tahunan itu pimpinan sekolah berharap agar guru, karyawan, anak-anak didik, dan orang tua dapat meneladani Rasulullah Muhammad Saw baik cara berpikir, ucapan, dan tingkah lakunya.

Minimal ada tiga karakter pada diri Rasulullah yang dapat kita teladani yaitu  sense of crisis, sense of safety, dan sense of humanity. Hal itu sebagaimana yang disampaikan Kepala Dikdasmen Yasma PB Soedirman Bapak Drs. Nur Alam, MA  pada sambutannya :

“Kita peringati hari kelahiran Rasulullah Saw setiap tahun, bukan kita mengkultuskannya, dan beliau tidak pernah meminta itu semasa hidupnya. Tapi, karena kita ingin meneladani cara pikir, ucap dan tingkah laku (akhlaq) beliau yang tergambar seperti Al-Qur’an yang sedang berjalan (Hadits dari ‘Aisyah).Meneladani beliau sebagai imam/pemimpin yang bergelar pelayan ummat (khadimul ummah). Maka, yuuk kita tadabburi QS. 9:128. Minimal terdapat 3 karakter pada dirinya: sense of crisis, sense of safety, and sense of humanity.”

Begitulah pesan Ustadz alumni Pondok Pesantren Moderen Gontor yang akrab disapa Pak Nur itu.