Edukasi Virtual : “Lindungi Satwa Dari Kepunahan”

Edukasi Virtual : “Lindungi Satwa Dari Kepunahan”

Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan Puncak Tema bulan November 2020, KB dan TK Islam PB Soedirman akan mengadakan kegiatan Edukasi Virtual dengan tema “Lindungi Satwa Dari Kepunahan”.

Bekerjasama dengan Balai Konversi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta, acara pada tanggal 25 November itu akan menghadirkan pendongeng “Kak Jani”.

Inilah Perayaan Maulid Nabi KB, TK Islam PB Soedirman Tahun Ini

Inilah Perayaan Maulid Nabi KB, TK Islam PB Soedirman Tahun Ini

Setiap bulan Rabiul Awal umat Islam bersuka cita, dikarenakan pada bulan tersebut manusia mulia yang menjadi utusan Allah Swt dilahirkan. Sebagian besar kaum muslimin menyebutnya “Bulan Maulid” dan mereka merayakannya sebagai upaya mengenang kepribadian Muhammad Saw yang luhur.

Termasuk Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK) Islam PB Soedirman pun merayakan kelahiran Nabi Muhammad Saw. Walau pandemi dan pembelajaran masih online, bukan menjadi penghalang untuk mengadakan kegiatan sebagai wujud cinta kepada Sang Rasul.

Pada perayaan Maulid Nabi tahun ini, KB & TK Soedirman mengadakan kegiatan Pentas Tasmi dan mendengarkan kisah tentang Nabi Muhammad serta dongeng edukatif. Sebagaimana kegiatan belajarnya yang masih online, maka kegiatan keislaman ini pun dilakukan secara Virtual.

Kegiatan yang bertema “Alloh, Rasululloh, dan Alqur’an My Love” itu bertujuan untuk meneladani sifat mulia Nabi Muhammad Saw, salah satunya kepribadian beliau yang gemar berbagi. Sebagaimana pesan yang disampaikan oleh Ibu Fricorina Sandrawati, S.Si, M.Pd pada sambutanyya.

Kita juga harus banyak meneladani karakter baik Rasulullah, sangat banyak ya, terutama sikap peduli dan gemar berbagi”. Ucap ibu Kepala Sekolah yang juga berpesan agar anak-anak didik tidak kehilangan semangat berbaginya terutama pada masa pandemi seperti sekarang ghgvini.

Kegiatan yang juga dihadiri oleh Kepala Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Yasma PB  Soedirman  Bapak Drs.Nur Alam, MA itu bertujuan juga untuk memotivasi anak-anak didik agar gemar membaca dan menghafalkan alquran, kitab suci yang Allah Swt turunkan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai petunjuk umat Islam.

Itulah esensi dari kegiatan Pentas Tasmi. Dimana pada Pentas Tasmi anak-anak didik tampil bersama membacakan ayat-ayat alqur’an yang mereka hafal. Jika tahun lalu mereka tampil di atas panggung, sekarang, karena acaranya virtual, maka yang ditampilkan hanya video mereka ketika membaca ayat alquran yang mereka hafal.

Hafalan Alquran yang mereka baca berbeda-beda setiap kelasnya, seperti Kelompok A, mereka membaca Surat Al-lahab, Al-iklas, Al-falaq, dan Annas. Sedangkan Kelompok B membaca surat-surat lain yang sedikit lebih panjang seperti Al-insyiraoh dan Alhumazah. Adik-adik KB membaca Surat Aliklas. Ada juga anak didik yang tampil membaca surat-surat yang berbeda dan lebih panjang.

Seperti Aisha (TK A1), yang membaca Surat Annaba dan Ayat Kursi, Ashraf (A1) yang membaca Surat Abasa, Arya  (A1) yang membaca Surat Alfill, yang artinya gajah, yang sangat tepat dengan tahun kelahiran Nabi Muhmmad Saw.

Kak Didik, sang pendongeng yang juga pandai sulap, juga membacakan Surat Alfil dan menyampaikan kisah tentang burung ababil yang terkenal sebagai pasukan Allah Swt yang menghancurkan pasukan gajah yang berlaku semena-mena di muka bumi.

Walau Kak Didik menyampaikannya dari jarak jauh, anak-anak didik  sangat antusias menyimak rangkaian demi rangkaian kisah dan dongeng serta sulap yang disampaikan oleh pendongeng yang tinggal di Kota Depok itu.

Berkisah dan Pentas Tasmi merupakan bagian dari acara Maulid Nabi KB, TK Islam PB Soedirman tahun ini. Kita sepakat bahwa perayaan Maulid Nabi memang tidak ada dalam ajaran Islam, namun melalui event tahunan itu pimpinan sekolah berharap agar guru, karyawan, anak-anak didik, dan orang tua dapat meneladani Rasulullah Muhammad Saw baik cara berpikir, ucapan, dan tingkah lakunya.

Minimal ada tiga karakter pada diri Rasulullah yang dapat kita teladani yaitu  sense of crisis, sense of safety, dan sense of humanity. Hal itu sebagaimana yang disampaikan Kepala Dikdasmen Yasma PB Soedirman Bapak Drs. Nur Alam, MA  pada sambutannya :

“Kita peringati hari kelahiran Rasulullah Saw setiap tahun, bukan kita mengkultuskannya, dan beliau tidak pernah meminta itu semasa hidupnya. Tapi, karena kita ingin meneladani cara pikir, ucap dan tingkah laku (akhlaq) beliau yang tergambar seperti Al-Qur’an yang sedang berjalan (Hadits dari ‘Aisyah).Meneladani beliau sebagai imam/pemimpin yang bergelar pelayan ummat (khadimul ummah). Maka, yuuk kita tadabburi QS. 9:128. Minimal terdapat 3 karakter pada dirinya: sense of crisis, sense of safety, and sense of humanity.”

Begitulah pesan Ustadz alumni Pondok Pesantren Moderen Gontor yang akrab disapa Pak Nur itu.

 

 

 

 

 

 

Meski MPLS Tahun Ini Beda, Tetap Ada Kesamaannya

Meski MPLS Tahun Ini Beda, Tetap Ada Kesamaannya

Pada hari Senin, 13 Juli 2020, merupakan hari pertama bersekolah di tahun ajaran 2020-2021.  Suasana pada tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bukan hanya suasana, tatacaranya pun sangat berbeda.

Perbedaan yang ada dikarenakan tahun ini negara kita sedang mengalami wabah virus Covid 19. Sejak bulan Maret 2020, virus asal China tersebut telah merubah keadaan di dalam negeri yang kita cintai ini, termasuk pada bidang pendidikan. Kegiatan belajar mengajarnya mengalami perubahan yang sangat signifikan.

Bukan hanya berubah secara kualitatif, secara kuantitatif pun mengalami perubahan. Banyak sekolah yang terkena dampak dari penyebaran virus yang belum ditemukan obatnya itu. Dan tidak sedikit lembaga pendidikan yang terpaksa mentiadakan kegiatan belajar mengajar pada tahun ini dikarenakan sangat minimnya masyarakat yang mendaftar.

Lembaga pendidikan yang masih ada peserta didiknya pun tidak serta merta bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Pemerintah telah membuat aturan yang ketat dengan faktor kesehatan dan keselamatan sebagai dasar keputusannya. Peraturan tersebut wajib ditaati oleh semua penyelenggara pendidikan.

Dan sesungguhnya, tanpa aturan pun masyarakat sudah memahami keadaan yang terjadi dan mereka sangat tidak ingin anak-anaknya beraktifitas di luar rumah. Karenanya, pada jelang tahun ajaran mayoritas masyarakat membuat petisi menolak kegiatan belajar mengajar di lakukan di sekolah selama wabah belum berakhir.

Pihak sekolah pun juga sangat memahami keadaan tersebut, terlebih para guru dan tenaga kependidikan adalah warga masyarakat juga yang sama pemahamannya seperti masyarakat umumnya. Mereka ingin diri, keluarga, kolega, peserta didiknya, dan sekolahnya aman dari virus corona.

Sehingga mereka sangat mentaati protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah maupun oleh Yayasan tempat mereka bernaung. Seperti, Taman Kanak-Kanak (TK) Islam PB Soedirman ini yang sangat mengedepankan kesehatan dan keselamatan untuk para guru, karyawan, dan peserta didiknya.

Karena itu, kegiatan awal tahun ajaran baru di lembaga pendidikan anak usia dini ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya baik suasana maupun tatacaranya. Jika, pada tahun lalu para guru dengan wajah ceria berbaris di pintu gerbang  untuk menyambut kehadiran para peserta didik yang mungil-mungil. Pada tahun ini, yang ada di pintu gerbang hanya tempat cuci tangan lengkap dengan sabunnya dan seorang petugas  pengecek suhu badan yang menyambut kehadiran para guru dan karyawan.

Jika pada tahun lalu halaman sekolah ramai dengan suara anak-anak yang berlari-larian. Ada yang tertawa, berteriak, hingga ada yang menangis karena baru pertama ke sekolah. Pada tahun ini, yang terdengar di halaman sekolah hanya suara dedaunan yang sesekali bergerak tertiup angin dan suara mesin atau klakson kendaraan yang melaju di Jalan Raya Bogor.

Pada tahun lalu, di dalam dan teras kelas juga ramai suara anak-anak beserta orang tua atau pendaping yang mengantarnya. Pada hari ini, di dalam kelas hanya ada suara ibu guru dan pak guru yang sedang berdiskusi mempersiapkan kegiatan pembelajaran.

Begitu juga dengan aula sekolah. Pada tahun lalu, bangunan yang mirip pendompo itu ramai oleh suara anak-anak dan para guru. Mereka bernyanyi bersama. Bertepuk tangan dengan riang gembira. Bergerak mengikuti irama lagu yang dinyanyikan oleh guru. Dan mereka menggetarkan langit-langit aula dengan lantunan ayat-ayat suci alquran dan doa-doa yang mereka panjatkan kepada sang Mahapencipta.

Tetapi, pada tahun ini. Di aula tanpa dinding itu hanya ada para guru yang menggunakan masker dan pelindung wajah. Mereka duduk berpencar. Pandangan mereka lurus ke arah kamera yang tersambung ke laptop di atas meja. Di dalam laptop tersebut ada wajah-wajah mereka bersama wajah para peserta didik.

Para Guru Bersiap Mengikuti Pembukaan MPLS Virtual

Aula itu menjadi saksi dilaksanakannya kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara online menggunakan aplikasi Zoom. Melalui jaringan dunia maya itu Ibu Fricorina Sandrawati,S.Si, M.Pd selaku Kepala Sekolah memperkenalkan para guru yang ada pada tahun ajaran 2020-2021.

Aula itu juga menjadi saksi keceriaan dan semangat para guru dan karyawan menyapa para peserta didik yang jauh dari sekolah. Para guru pun membacakan ayat suci alquran, asmaul husna, dan doa dengan tulus untuk keselamatan dan kesehatan para peserta didik, rekan kerja, pimpinan, serta bangsa dan negara ini.

Acara MPLS yang sangat berbeda dengan tahun sebelumnya itu juga dihadiri oleh Ibu Hj.DR.Triningsih, M.Pd selaku pengawas TK di wilayah binaan 1 Pasar Rebo Jakarta Timur. Namun, kegiatan awal tahun ajaran 2020-2021 walaupun berbeda, tetap masih ada kesamaannya.

Yaitu sama semangat dan keceriaannya, serta sama harapannya. Guru yang berada di sekolah dan peserta didik yang berada di rumah, sama-sama berharap agar wabah ini segera berakhir dan kembali dapat belajar dan bermain bersama di sekolah.

Orang Tua dan Guru Mendapatkan Keberkahan Pada Acara LOKETA KB dan TK A Islam PB Soedirman, Berkahnya Tidak Terhingga!

Orang Tua dan Guru Mendapatkan Keberkahan Pada Acara LOKETA KB dan TK A Islam PB Soedirman, Berkahnya Tidak Terhingga!

Allahumma bariklana fii Rajab, wasyaban, wa balighna Ramadhan”

(Yaa Allah berkahilah Kami di bulan Rajab dan syaban, dan sampaikanlah  kami hingga Ramadhan).

Doa singkat tersebut adalah doa yang sering kita dengar saat bulan Rajab. Doa yang diajarkan Rasulullah SAW tersebut singkat namun sarat makna dan hikmah. Melalui doa itu kita meminta keberkahan kepada Allah SWT, terutama keberkahan umur hingga dipertemukan oleh bulan yang mulia dan penuh berkah yaitu Ramadhan.

Sebagian kita masih beranggapan berkah adalah mendapatkan materi yang melimpah, naik jabatan, atau mendapatkan anak. Padahal, dapat melaksanakan shalat berjama’ah di Masjid, membaca alquran, menuntut ilmu, dan keluarga kita diberi kesehatan juga merupakan keberkahan.

Termasuk memiliki anak yang rajin sekolah, mau belajar dan membaca alquran, berani tampil di depan umum, selalu ceria, serta senantiasa melafadzkan doa terutama untuk kedua orang tuanya juga merupakan keberkahan dari Allah SWT.

Untuk itu, terkabulnya doa memohon keberkahan di bulan Rajab ini bisa jadi Allah SWT berikan tidak dalam bentuk materi, melainkan dalam bentuk yang lain seperti anak-anak yang mau dan bersemangat mempelajari agama dan kitab sucinya, serta menunjukkan kemampuan beragamanya di depan umum (Syiar).

Jika kita semua memahami keberkahan seperti itu, maka beruntunglah orang tua peserta didik Kelompok Bermain (KB) dan  TK A Islam PB Soedirman, dikarenakan pada hari ini (Jum’at 13 Maret 2020) mereka  dapat menyaksikan putra-putri mereka tampil di depan umum membaca doa, alquran, dan praktik sholat dengan semangat pada acara LOKETA (Lomba Keterampilan Agama).

INFORMASI PPDB TAHUN AJARAN 2020/2021

Kegiatan LOKETA merupakan kegiatan rutin sekolah yang ditujukan untuk peserta didik KB dan TK A. Kegiatan tersebut bertujuan untuk melatih keberanian peserta didik tampil di depan umum yaitu dihadapan orang tua, Bapak-Ibu guru, karyawan sekolah dan dewan juri. Selain itu kegiatan tersebut juga berguna untuk guru sebagai evaluasi perkembangan nilai-nilai agama dan moral, bahasa, serta perkembangan sosial emosional peserta didik.

Tujuan-tujuan tersebut diungkapkan oleh Ibu Fricorina Sandrawati,S.Si, M.Pd selaku Kepala Sekolah KB,TK islam PB Soedirman saat menyampaikan kata sambutan. Pada sambutannya beliau juga menyampaikan bahwa sesungguhnya semua peserta didik yang hadir adalah juara karena sudah berani untuk tampil di depan umum.

Untuk LOKETA tahun ini sekolah mengangkat tema “Alquran dilisanku, Alquran di hatiku”.  Harapannya semua peserta menjadi senang berinteraksi dengan alquran, mencintainya,  mengamalkannya, serta menyebarluaskannya.

Ada 4 kategori lomba yang diikuti oleh peserta didik, yaitu (1) Baca doa, (2) Hafalan surat alquran, (3) Membaca hadis, (4) Praktik Sholat. Keempatnya diikuti  secara berkelompok dan dinilai oleh dewan juri non guru atau berasal dari luar sekolah. Dipilih dewan juri non guru untuk menjaga obyektifitas penilaian.

Beberapa Peserta Saat Tampil

Dengan percaya diri semua peserta tampil menunjukkan kemampuannya dalam praktik keagamaan. Ada yang membaca alquran dengan penuh semangat, ada yang membaca doa dengan khusyu dan lugu, serta saat sholat ada yang melakukan gerakan sesuai tuntunan, ada juga yang melakukan gerakan tambahan. Kesemuanya tampil natural hingga membuat terpingkal para orang tua, guru, dan dewan juri.

Suara mereka melantunkan ayat-ayat alquran, doa, dan hadis menenteramkan hati yang mendengarkannya. Tingkah lugu mereka  saat  berusaha mempraktekkan gerakan sholat menyejukkan hati orang-orang dewasa yang melihatnya. Ketenteraman dan kesejukan menyaksikan mereka tampil memeriahkan acara LOKETA merupakan keberkahan tersendiri bagi orang tua dan merupakan wujud nyata dari doa yang sering dipanjatkan yaitu “

Robbana hablana min azwatina wa dzurriyatina QURRATA A’YUN…”

Dan keberkahan tersebut bertambah terasa nikmatnya ketika melihat mereka tersenyum riang sambil melangkah ke panggung acara untuk menerima trophy sebagai bentuk apresiasi dari sekolah dikarenakan mereka sudah berani tampil dan bersemangat mempraktekkan kemampuan keagamaan yang telah mereka capai.

Peserta Senang Mendapat Trophy

 

KARAKTER MORAL & KINERJA  SEORANG JENDERAL SOEDIRMAN

KARAKTER MORAL & KINERJA SEORANG JENDERAL SOEDIRMAN

Oleh : Drs. H. Nur Alam, MA (Ketua Dikdasmen Yasma PB Soedirman)

Sejak awal, para pendiri yayasan ini menggunakan nama Panglima Besar Jenderal Soedirman untuk sekolah-sekolah yang berada dalam binaannya. Mulai dari KB/TK, SD, SMP, SMA dan SMK, dengan penambahan ‘Islam’ yang khas di belakangnya. Penamaan ini tidak asal-asalan, tapi memiliki pesan dan nilai aqidah yang murni dalam berda’wah, di mana lingkungan sekitar Cijantung ketika itu dikenal sebagai daerah ‘merah’ atau basisnya PKI. Di samping itu, ada keinginan kuat untuk meneladani karakter Jenderal Soedirman yang dikenal sebagai seorang Jenderal Muslim yang sangat taat beribadah.

Selain itu, Jenderal Soedirman adalah seorang santri, aktif menjadi pandu (pramuka) Hizbul Wathan, pernah menjadi guru sekolah Muhammadiyah, kemudian kepala sekolah. Maka tak heran, kalau sebagian orang memanggil beliau pak Dir, sebagian lainnya lagi memanggil beliau Kyai, yaitu Kyai Soedirman.

Pak Dirman (panggilan akrabnya) sangat dekat dengan rakyat, dalam setiap perjuangan selalu disambut oleh rakyat. Dan hal ini mengingatkan kita bahwa TNI adalah anak kandung rakyat. TNI berasal dari rakyat dan untuk rakyat. Bersatunya TNI dengan rakyat merupakan kekuatan yang luar biasa.

INFO PPDB 2019-2020

Dalam kondisi sakit paru-parunya, beliau tetap berjuang memimpin pasukan gerilya untuk menunjukkan kepada seluruh dunia, bahwa Indonesia tetap ada dan berdaulat, sehingga semangat pengorbanan dan spirit perjuangan Jenderal Soedirman bisa mematri di hati sanubari seluruh rakyat dan prajurit TNI agar pantang menyerah di manapun mereka berjuang menumpas penjajah.

Tiga musuh Jenderal Soedirman yang abadi selama dalam perang gerilyanya adalah Belanda, Inggris dan PKI. Pasukan penjajah dan penghianat bangsa itu memang bersumpah akan menangkap pak Dirman (sapaan Jenderal Soedirman), hidup atau mati, apapun caranya. Tapi semua usaha mereka sia-sia dan gagal total, pak Dirman muda tetap aman dan selamat dari semua rencana makar mereka.

Dari peristiwa tersebut membuat pengawalnya, yaitu Tjokropranolo dan Supardjo Rustam (keduanya menjadi jenderal juga), bertanya karena rasa penasarannya. Apa rahasia semua ini? Kemudian akhirnya terungkaplah misteri tersebut. Ternyata ada 3 pesan moral yang menjadikan beliau tidak pernah tersentuh oleh tangan-tangan kotor penjajah, yaitu :
1. tidak pernah lepas dari bersuci, di manapun berada selalu mensucikan diri dengan berwudhu’.
2. shalat tepat waktu dan berzikir.
3. ikhlash dalam beramal. Bukan untuk kepentingan diri sendiri, keluarga, institusi., apalagi partai/golongan, tetapi untuk ummat dan rakyat indonesia.

Pertama, karakter orang berwudhu adalah suci dari hadats besar dan kecil, sehingga pikiran, ucapan dan perbuatannya ada dalam bimbingan Allah SWT. Kedua, karakter shalat tepat waktu dan berdzikir adalah hidup yang disiplin dan membenci perbuatan keji lagi munkar serta tidak melupakan Allah dalam kondisi apapun. Ketiga, karakter ikhlash adalah yang menjadikan semua tupoksi kita ringan dan jauh dari godaan syetan dan syahwat duniawi.

Semoga tiga pesan di atas dari Jenderal Soedirman ini sejatinya menjadi karakter moral dan kinerja bagi seluruh keluarga besar (pimpinan, dosen, guru, karyawan dan peserta didik) Yayasan Masjid PB. Soedirman, Cijantung dan Bekasi dalam aktivitas kesehariannya. Wallahu A’lam bish Shawwab.

(Dipersembahkan untuk Milad ke-104, Panglima Besar Jenderal Soedirman)

Pelatihan, Penguatan dan Simulasi Sentra KB, TK Islam PB Soedirman.

Pelatihan, Penguatan dan Simulasi Sentra KB, TK Islam PB Soedirman.

Alhamdulillah, pada hari Selasa dan Rabu (14-15 Januari 2020) guru-guru Kelompok Bermain dan TK Islam PB Soedirman mengikuti pelatihan Metode Sentra. Selama dua hari para guru mendapatkan pemantapan tentang metode sentra dari Bunda Yossi Srianita sang trainer BCCT..

Metode Sentra atau BCCT (Beyond Centers and Circle Time) adalah metode pembelajaran pada anak usia dini yang berpusat pada anak yang dalam proses pembelajarannya berpusat di sentra main dan saat anak dalam lingkaran.

BCCT dapat dikatakan sebagai konsep belajar di mana guru menghadirkan dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong anak didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.

KB dan TK Islam PB Soedirman telah menggunakan Metode Sentra selama tujuh tahun. Saat ini ada 6 Sentra yang digunakan dan dikembangkan yaitu Sentra Iman dan Taqwa (Imtaq), Sentra Balok, Sentra Persiapan, Sentra Bermain Peran, Sentra Seni, dan Sentra Bahan Alam.

PPDB TAHUN AJARAN 2020/2021

Selama dua hari tersebut para guru mendapatkan penyegaran tentang konsep Metode Sentra/BCCT dari Bunda Yossi Srianita. Mereka mendapatkan penguatan tentang Pijakan (Scaffoding), yaitu  dukungan yang berubah-rubah yang disesuaikan dengan perkembangan yang dicapai anak yang diberikan sebagai pijakan untuk mencapai perkembangan yang lebih tinggi.

Ada empat pijakan dalam Metode Sentra yaitu pijakan lingkungan, pijakan sebelum bermain, pijakan saat bermain, dan pijakan setelah bermain. Keempatnya wajib ada pada metode sentra, karenanya pada dua hari itu Bunda Yossi Srianita memberikan penguatan pada keempat pijakan tersebut, terutama pada pijakan lingkungan ysitu penataan lingkungan main yang disesuaikan dengan intensitas dan densitas.

Selama dua hari itu ada dua sentra yang difokuskan pembahasannya yaitu sentra bermain peran dan sentra persiapan. Selesai pembahasan ada simulasi yang dilakukan oleh guru dan kemudian di evaluasi oleh Bunda Yossi Srianita.

Dan pada akhir pertemuan sebagai gambaran dan referensi penguat pembelajaran Metode Sentra, Bunda Yossi Srianita melakukan simulasi pembelajaran di sentra persiapan. Berikut video saat beliau melakukan simulasi :

 

Meraih Keberkahan Dalam Kebersamaan Pada Acara Milad TK Islam PB Soedirman ke 44

Meraih Keberkahan Dalam Kebersamaan Pada Acara Milad TK Islam PB Soedirman ke 44

Pada awal tahun 2020 ini hampir setiap hari hujan turun membasahi bumi Jabodetabek, bahkan  di beberapa daerah hingga mengalami banjir. Para ilmuwan menyebutkan awal tahun ini adalah banjir terparah dan diperkirakan curah hujan disertai angin akan terus membasahi wilayah Jabodetabek pada bulan Januari ini.

Namun, Alhamdulillah pada hari Sabtu 11 Januari 2020 cuaca pagi hari cukup cerah. Sinar matahari pagi yang beberapa hari tidak tampak, kini menunjukkan dirinya hingga meenghangatkan derah Jabodetabek  terutama di wilayah Yayasan Masjid PB Soedirman Cijantung Jakarta Timur.

Keadaan tersebut seakan sebagai tanda restu dari yang Maha Kuasa atas kegiatan yang dilakukan oleh keluarga besar TPA, KB dan TK Islam PB Soedirman yaitu merayakan tasyakuran Milad nya yang ke 44 dengan mengadakan kegiatan santunan anak yatim dan dhuafa, serta kegiatan Family Day.

Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) islam PB Soedirman yang juga membuka layanan Kelompok Bermain (KB) dan Tempat Penitipan Anak (TPA) berdiri di bawah Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman sejak 12 Januari 1976.

INFO PPDB TAHUN AJARAN 2020/2021

Sebagai lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) formal yang telah mengabdi untuk bangsa dan negara hampir setengah abad  tentu sudah banyak merasakan manis, asam, asin, dan getir dalam mendidik anak-anak usia dini sebagai penerus perjuangan bangsa dan negara.

Dalam  ilmu psikologi dan dalam ajaran Islam usia kepala empat adalah puncak kedewasaan dan kematangan kepribadian seseorang. Telah banyak ilmu dan pengalaman yang diperolehnya dari usia anak-anak, remaja, hingga dewasa. Karena itu orang yang telah mencapai usia empat puluh hendaknya bersyukur kepada Allah SWT.

Keadaan tersebut sebagaimana yang Allah SWT sampaikan di dalam Alquran :

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai EMPAT PULUH TAHUN  ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”(QS.Ahqaf ayat 15)

Untuk itu sebagai rasa syukur kepada Allah SWT keluarga besar TK Islam PB Soedirman pada hari Sabtu 11 Januari 2020 ini mengadakan tasyakuran, santunan, dan family day dengan mengusung tema “Meraih Keberkahan Dalam Kebersamaan”.

Kegiatan tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars TK Soedirman, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran, surat Alkausar dan terjemahannya, yang dibacakan oleh  perwakilan peserta didik kelompok B.

Ananda Rayyis B1 (Kiri), Ananda Shaum B2 (Tengah), dan Ananda Aksa B3 (Kanan) Membacakan Ayat Suci Alquran

Setelah perwakilan peserta didik kelompok B unjuk kemampuan membaca alquran, acara dilanjutkan dengan pertunjukkan Marching Band dari Gita Bahana TK Soedirman. Mereka membawakan satu buah lagu. Dengan piawai tangan-tangan mungil mereka bergerak menuju alat drumband hingga menghasilkan raangkaian suara yang harmonis.

Tim Gita Bahana TK Soedirman Saat Unjuk Kebolehan

Pada kegiatan yang diselenggarakan di Aula Masjid PB Soedirman ini turut hadir Ketua Pendidikan Dasar dan Menengah (Disdakmen) Yasma PB Soedirman Bapak H. Drs. Nur Alam, MA. Pada kesempatan yang berbahagia ini beliau pun menyampaikan kata sambutannya.

Pada sambutannya beliau menyampaikan keprihatinannya atas musibah banjir yang terjadi di wilayah Jabodetabek dan daerah Indonesia lainnya.  Serta beliau berpesan kepada keluarga besar TK Islam PB Soedirman agar memperbanyak Ishtighfar, ibadah, berdzikir, dan bertawakal kepada Allah SWT agar senantiasa mendapatkan keberkahan dan dijauhkan dari segala musibah. Dan pria lulusan Pondok Pesantren Moderen Gontor ini juga sangat mengapresiasi kepada panitia, dewan guru dan karyawan, serta komite atas kerjasamanya menyelenggarakan kegiatan tasyakuran milad ini.

Usai memberi sambutan Ketua Dikdasmen Yasma PB Sodirman bersama Kepala TPA, KB dan TK Islam PB Soedirman  Ibu Fri Corinasandrawati,M.Pd, dan Ketua Komite Ibu Anik melakukan pemotongan tumpeng sambil diiringi lagu “Alhamdulillah wasyukurilah” yang dinyanyikan oleh guru dan karyawan TPA, KB, dan TK Islam PB Soedirman.

Setelah itu Ketua Dikdasmen, Kepala Sekolah, dan Ketua Komite menyerahkan santunan dan bingkisan kepada anak-anak yatim piatu yang berada di bawah binaan Majlis Masjid PB Soediman. Kegiatan santunan ini adalah kegiatan rutin pada setiap milad TPA, KB, dan TK Islam PB Soedirman.

Setelah menyerahkan santunan, Ketua Dikdasmen dengan disaksikan Ibu Kepala Sekolah membuka kegiatan Family Day dengan mengipas balon bersama dua peserta didik kelompok TK B sampai ke titik yang ditentukan panitia. Dengan sampainya balon yang dikipas maka bertanda kegiatan family day yang terdiri dari beraneka permainan siap dilaksanakan.

Bapak H. Drs Nur Alam, MA Sedang Mengipas Balon

Namun, sebelum peserta Family Day mengikuti permainan mereka diajak bersenam ria terlebih dahulu agar otot-otot yang kaku akibat lama duduk dapat lentur kembali sehingga siap berpacu di arena permainan.

Panitia Family Day pada tahun ini menyiapkan 6 permainan, yaitu memasukkan bola ke dalam keranjang, memindahkan simpai, menyusun menara gelas, mengipas balon, memindahkan bola sewarna, dan estafet bola pingpong.

Setiap peserta yang selesai mengikuti satu permainan mendapatkan stiker untuk dipasangkan pada name tag nya. Jika semua stiker sudah diperoleh, mereka dapat menukarnya dengan trophy. Jadi, pada permainan ini tidak ada menang-kalah, semua peserta yang semangat menyelesaikan permainan akan lebih awal mendapatkan trophy sebagai kenang-kenangan.

Para peserta Family Day mengikuti setiap permainan dengan sangat antusias. Bahkan mereka rela mengantri untuk dapat mengikuti salah satu permainan yang memang membutuhkan kesabaran dan konsentrasi yaitu menyusun menara gelas.

Setiap permainan memiliki tempat yang cukup luas, maka pada hari itu jadilah Aula Masjid PB Soedirman seperti arena bermain di pusat perbelanjaan. Bedanya, pada acara tersebut selain penuh keceriaan juga penuh keberkahan dalam kebersamaan.

Demikian itulah keberkahan dalam kebersaman antar orang tua, peserta didik, dan guru. Keberkahan dalam kebersamaan antar guru dan karyawan terus berlanjut. Mereka bersama para mantan guru dan karyawan yang pernah mengabdi di TPA,KB dan TK Islam PB Soedirman menikmati hidangan berbagai menu makanan dan minuman di ruang pertemuan TK.

Berikut beberapa aktifitas saat permainan yang berhasil didokumentasikan :