Inilah Tamu-tamu Istimewa KB, TK Islam PB Soedirman di Bulan September 2019

Inilah Tamu-tamu Istimewa KB, TK Islam PB Soedirman di Bulan September 2019

Pendidikan pada anak usia dini merupakan proses terpenting untuk anak agar dapat tumbuh menjadi insan yang baik. Karenanya usia dini disebut sebagai masa kritis, penting, atau emas. Artinya, masa tersebut sangat menentukan baik tidaknya kepribadian, dan kemampuan seseorang pada saat dewasa kelak.

Ibarat menanam, usia dini adalah bibit. Ketika bibit ditanam, agar tumbuh dan berkembang dengan baik maka ia perlu dirawat sesuai standar perawatannya. Jika perawatannya tidak sesuai, maka bibit akan tumbuh namun perkembangannya kurang baik, bahkan bisa gagal tumbuh jika perawatannya sangat jauh dari aturan.

Karena itu mempersiapkan pendidikan untuk anak usia dini dengan sebaik-baiknya sangatlah penting. Dan para pakar pendidikan mengatakan bahwa ada tiga lingkungan yang berperan penting dalam mendidik dan mempengaruhi tumbuh-kembang anak. Yaitu, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan sosial.

Orang tua yang mengandalkan pendidikan anaknya hanya kepada sekolah, tidaklah tepat. Begitu juga sebaliknya, mengutamakan pendidikan di rumah dengan mengabaikan pendidikan di sekolah dan masyarakat pun tidaklah tepat. Begitupun orang yang mengabaikan pendidikan dari lingkungan sosialnya.

Ketiga lingkungan tersebut tidak dapat dipisahkan dari anak, dan sangat berpengaruh membentuk kepribadiannya. Sebagaimana yang dikatakan Wismiarti Tamin yang dikutip oleh Profesor Rhenald Kasali dalam bukunya “Sentra”, menurutnya ada tiga guru bagi anak, yaitu orang tua di rumah, guru di sekolah, dan lingkungan. Ketiganya harus bisa menjalankan peran sebagai pendidik yang baik.

Karenanya, orang tua yang baik adalah mereka yang memperhatikan ketiga lingkungan tersebut. Dan sekolah yang baik adalah sekolah yang mengajak orang tua untuk aktif mengikuti kegiatan di sekolah agar ada kesamaan dan kesefahaman dalam mendidik.

Sekolah TK Islam PB Soedirman sangat memahami keadaan tersebut. Karenanya, untuk memperkuat kerjasama dengan orang tua peserta didik, dan dalam rangka memberikan pengalaman yang istimewa untuk peserta didiknya, pada tahun ini kembali mengadakan Program Guru Tamu.

Kegiatan tersebut seperti yang sudah dilaksanakan pada tahun ajaran yang lalu. Dan Alhamdulillah, pada tahun ajaran 2019-2020 di bulan September ini sudah terlaksana beberapa kali baik di TK A, TK B, dan Kelompok Bermain.

Orang tua, Ayah atau Bunda, yang menjadi tamu di kelas anaknya layak disebut sebagai Tamu Istimewa. Karena, mereka telah memberikan waktunya menjadi waktu yang istimewa untuk membersamai anak mereka dan teman-temannya, serta memberikan pengalaman istimewa kepada anak-anak yang tumbuh kembangnya masih istimewa.

Pada hari Kamis, 05 September 2019 TK B1 yang menjadi tamu istimewa adalah Bunda Zio. Ia berbagi ilmu kepada anak-anak TK B1 tentang benda-benda langit dan 8 planet, serta tentang luar angkasa. Karena sangat menarik, akhirnya banyak teman-teamnnya Zio yang bercita-cita ingin menjadi Astronot.

Bunda Zio Membersamai TK B1

Pada hari Jum’at, 06 September 2019 kelompok TK A1 kedatangan tamu istimewa, yaitu Bunda Rifandra. Bunda yang bernama Diyah Alfi Filia Sophianti ini memberikan pengalaman istimewa dengan membacakan buku cerita kepada Rifandra dan teman-temannya.

Bunda Rafindra Membersamai TK A1

Kemudian pada tanggal 12 September 2019 Kelompok TK B kedatangan tamu istimewa, yaitu :

Pertama, TK B1 : Bunda Albidzar Syehan. Anak-anak B1 mendpatkan pengalaman istimewa dari Bunda yang bernama Yuliana Amik ini tentang cara membuat boneka dari handuk. Pada kesempatan special ini, Albidzar dan teman-temannya selain membuat boneka mereka juga menjadi tahu cara melipat handuk, menempel mata boneka, dan melipat pita.

Bunda Albidzar Membersamai TK B1

Kedua, TK B2 : Bunda Nayla. Anak-anak B1 mendapatkan pengalaman istimewa dari Bunda yang bernama Kuswati Ayu Ningsih ini tentang cerita hewan domba dan serigala.

Bunda Nayla Membersamai TK B2

Ketiga, TK B3 : Bunda Alesha. Anak-anak B3 mendapatkan pengalaman istimewa dari Bunda yang bernama Ayu Kusuma Wardani ini tentang aturan makan dengan tertib yang disampaikannya melalui cerita.

Bunda Alesha Membersamai TK B3

Pada hari Jum’at, 13 September 2019 Kelompok TK A juga kedatangan tamu istimewa, yaitu

Pertama, TK A1. Guru tamunya adalah Bunda Talita yang bernama Ika Rizki Agustin. Ia memberikan pengalaman istimewa kepada anak-anak A1 dengan membacakan buku ensiklopedia. Terlihat Talita dan teman-temannya menyimak dengan sangat antusias.

Bunda Talitha Membersamai TK A1

Kedua, TK A2 : Bunda Afiqah yang bernama Neny Roesmawarni. Ia memberikan pengalaman istimewa kepada anak-anak A2 tentang cerita Sapi yang baik hati. Afiqah dan teman-temannya sangat antusias mendengar cerita tersebut.

Bunda Afiqah Membersamai TK A2

Ketiga, TK A3 : Bunda Neysa. Anak-anak A3 mendapatkan pengalaman istimewa dari Bunda yang bernama Cleveria Jessika ini tentang cara membuat kreatifitas dari kertas origami yang dilipat-lipat hingga berbentuk ikan.

Bunda Neysa Membersamai TK A3

Pada hari Kamis, tanggal 19 September 2019, Kelompok TK B kembali kedatangan tamu istimewa yaitu :

Pertama, TK B1 : Bunda Rhiva. Pada kali ini anak-anak B1 mendapatkan pengalaman istimewa dari Bunda yang bernama Wirazaika ini tentang cerita “Kelinci dan Petani”. Dari cerita tersebut mereka belajar tentang nilai-nilai kebaikan seperti jujur.

Bunda Rhiva Membersamai TK B1

Kedua, TK B2 : Bunda Darrel. Pada kali ini anak-anak B2 mendapatkan pengalaman istimewa dari Bunda yang bernama Ira Herawati tentang cerita yang sangat menarik dan hadiah lucu yang terbuat dari kertas origami.

Bunda Darrel Membersamai TK B2

Ketiga, TK B3 : Bunda Almira. Pada kali ini anak-anak B3 mendapatkan pengalaman istimew dari Bunda yang bernama Hesti Aminingsih tentang cara membuat kelinci dari karton. Terlihat mereka sangat antusias mengikuti kegiatan membuat hasil karya tersebut.

Bunda Almira Membersamai TK B3

Pada hari Jum’at, tanggal 20 September 2019, Kelompok Bermain (KB) dan TK A juga kembali kedatangan tamu istimewa yaitu :

Pertama, KB Amanah : Bunda Kirana. Pada kesempatan kali ini Bunda yang bernama Fitridina Nurachmah berbagi informasi yang sangat berharga tentang kehidupan unta di padang pasir, serta cara membuat marakas dari karton manila bergambar unta.

Bunda Kirana Membersamai KB Amanah

Kedua, TK A1 : Bunda Arjuna. Anak-anak TK A2 mendapatkan pengalaman istimewa tentang cerita nelayan dan ikan emas. Serunya, ada kuis, yang bisa menjawab pertanyaan mendapatkan hadiah dari Bunda Arjuna.

Bunda Arjuna Membersamai TK A1

Ketiga, TK A2 : Bunda Danish. Pada kali ini anak-anak A2 mendapatkan pengalaman istimewa dari Bunda yang bernama Nadya Citra Amalia tentang cara menempul bentuk geometri menjadi kupu-kupu.

Bunda Danish Membersamai TK A2

Dan kembali, pada hari Jum’at, tanggal 27 September 2019, Kelompok Bermain (KB) dan TK A kedatangan tamu istimewa yaitu :

Pertama, Kelompok Bermain (Shidiq) : Bunda Rakha Dzaki Maulana. Pada kesepatan ini anak-anak KB mendapatkan pengalaman istimewa dan ilmu yang bermanfaat dari Bunda yang bernama Rini Rahmawati tentang cara menjaga kesehatan gigi, dan cara menggosok gigi yang benar.

Bunda Rakha Membersamai KB Shidiq

Kedua, TK A1 : Bunda Rifana Pada kesempatan ini anak-anak A1 mendapatkan pengalman istimewa dari Bunda yang bernama Leny Dessy E Siregar tentang cerita belajar di sekolah. Rifana dan teman-temannya sangat antusias menyimak cerita tersebut.

Bunda Rifana Membersamai TK A1

Ketiga, TK A2 : Bunda Zanka. Pada kesepatan kali ini anak-anak A2 mendapatkan pengalaman istimewa dari Bunda yang bernama Luluk Maryam tentang cerita “Tato Kesiangan” . Zanka dan teman-temannya sangat antusia menyimak cerita tersebut dibacakan.

Bunda Zanka Membersamai TK A2

Itulah Tamu-tamu istimewa KB, TK Islam PB Soedirman di bulan September 2019. Ayah dan Bunda lainnya ditunggu waktu istimewa untuk membersamai Ananda dan teman-temannya di sekolah!.

Silakan diklik Untuk Membaca artikel tentang Guru Tamu tahun ajaran 2018-2019 :

Pekan Pertama 

Pekan Kedua 

Pekan Ketiga

Pekan Keempat

Pekan Kelima

Pekan Keenam

Pekan Ketujuh

Pekan Ketujuh KB 

Pekan Kedelapan

Pekan Kesembilan

Pekan Kesepuluh

Pekan Kesebelas

Pekan Keduabelas

Pekan Ketigabelas

Pekan Keempat Belas

Pekan Kelima Belas

Pekan Keenam Belas 

Pekan Ketujuh Belas 

Pekan Kedelapan Belas

Pekan Kesembilan Belas

Pekan Kedua Puluh

Pekan Kedua Puluh Dua

 

Kelompok B TK Islam PB Soedirman Mengikuti Manasik Haji Bersama 1000 Anak Lainnya

Kelompok B TK Islam PB Soedirman Mengikuti Manasik Haji Bersama 1000 Anak Lainnya

Hari Kamis ini, 26 September 2019 Kelompok B TK Islam PB Soedirman mengikuti manasik haji. Sebuah kegiatan penuh makna untuk anak usia dini.

Udara pagi masih terasa sejuk, sinar matahari belum menampakkan dirinya. Namun, telah nampak anak-anak TK Soedirman memakai baju ihrom dan muslimah putih. Dengan didampingi orang tuanya mereka menuju kelas masing-masing.

Di dalam kelas yang udaranya sejuk karena stimulus alat penyejuk ruangan, pakaian mereka dirapihi dan dilengkapi dengan syal sebagai ciri khas sekolah, serta tas kecil berisikan air mineral dan batu terbuat dari kertas koran.

Jam yang menempel di dinding kelas menunjukkan jam 06.45. Mayoritas anak TK B telah hadir dan siap dengan perlengkapannya, tinggal sedikit anak yang belum hadir. Namun demi ketepatan dan kelancaran acara, penanggung jawab acara membunyikan bel Sekolah tanda seluruh anak-anak yang telah siap untuk berkumpul di aula Sekolah.

Udara pagi masih terasa sedikit sejuk meski sinar matahari telah menerangi halaman Sekolah dan aula tanpa tembok yang sisi-sisinya telah dipenuhi oleh orang tua peserta didik yang ingin melepas keberangkatan anak mereka mengikuti manasik haji.

Tidak perlu menunggu lama, anak-anak telah berbaris di aula dan berangsur-angsur kelompok TK B jumlahnya telah maksimal sesuai yang tertulis di absen kelas.

Di aula mereka diberikan pijakan, penjelasan tentang kegiatan manasik haji, yang kemudian dilanjutkan membaca doa keluar sekolah (red : Rumah) dan naik kendaraan.

Setelah khusyu berdoa, dengan tertib dan sambil membaca talbiyah mereka menuju ke mobil yang telah ditentukan oleh guru kelasnya masing-masing untuk membawa mereka ke Masjid Attin

Alhamdulillah, atas rahmat, pertolongan, dan kasih sayang Allah Swt rombongan TK Islam PB Soedirman tiba di Masjid yang bersebelahan dengan Padepokan Pencak Silat itu tanpa kurang suatu apapun. Saat dipejalanan lancar, dan Alhamdulillah saat registrasi pun lancar. Hanya sedikit tersendat oleh beberapa anak yang kain ihromnya melorot.

Jam pada tangan kiri penulis menunjukkan jam 07.35 kloter TK Islam PB Soedirman telah duduk santai di ruang utama Masjid yang dibangun pada tahun 1997 untuk mengenang Ibunda Tin Soeharto itu.

Peserta di ruang utama Masjid

Diruangan utama, yang biasa digunakan untuk sholat, dibuat sebagai Miqat oleh panita. Disinilah anak-anak niat berhaji setelah mengikuti serangkaian acara pembukaan dan Sholat berjamaah dua roka’at.

Setelah berniat dan dilepas oleh panitia, anak-anak berjalan menuju ke lantai bawah Masjid berkapasitas 9000 orang dan didirikan di atas seluas 70.000 meter persegi itu.

Di selasar bawah Masjid anak-anak dari beberapa TK di Kecamatan Pasar Rebo berkumpul seperti Wukuf di Padang Arafah. Di sini mereka mendengar ceramah, layaknya khutbah Arafah.

Suara Khotib terdengar sayup-sayup di antara riuhnya suara anak-anak berjumlah 1080 yang di sekelilingnya ada orang dewasa yang mengawasinya, yang tak lain adalah guru-guru mereka dan panitia, serta petugas Masjid.

Beberapa peserta sedang mendengarkan Khutbah

Selesai mendengar khutbah, para peserta manasik menuju ke luar sisi kiri Masjid. Di sinilah anak-anak mempersiapkan batu untuk melontar Jumroh, mirip para jemaah haji benaran mengambil kerikil di Muzdalifah. Hanya saja, untuk anak-anak ini batunya terbuat dari kertas koran.

Peragaan Melempar Jumroh

Pada kegiatan melontar Jumroh ini kecerdasan logis matematis anak terstimulus, dengan mengitung jumlah batu yang mereka lempar dan tempatnya. Nilai kesabaran mereka pun terlatih, melalui antri untuk melempar di bawah terik matahari. Dan konsentrasi mereka pun terasah, ketika fokus melempar sasaran.

Panas matahari terasa menyentuh telapak kaki mereka yang tertutup kaos kaki, terutama telapak kaki penulis yang tak beralas sangat terasa panasnya. Namun, itu tak melunturkan semangat kami, terkhusus anak-anak untuk melanjutkan ritual selanjutnya yaitu Thawaf, mengelilingi kabah.

Di pekarangan depan Masjid panitia telah mendirikan bangunan menyerupai Kabah lengkap dengan hijir Ismail di sampingnya dan batu hajar aswad yang menempel di salah satu sudutnya.

Melakukan Thawaf

Dengan membaca doa-doa seperti orang yang bertawaf di Baitullah, anak-anak mengelilingi bangunan tersebut sesuai keadaan fisik mereka, cukup 1 x putaran saja. Itupun keringat telah memenuhi wajah mungil mereka, tak terkecuali wajah penulis yang ganteng ini.

Setelah berkeliling Kabah, mereka berlari-lari kecil dari tempat bertuliskan Shafa ke tempat yang bertuliskan Marwah, dan kembali lagi ke tempat bertuliskan Shafa, meski tak sama kegiatan merupakan gambaran mirip ritual Sa’i, yaitu berlari-lari kecil dari bukit Shafa ke bukit Marwah sebanyak 7 kali.

Pada kegiatan Thawaf dan Sa’i motorik kasar anak-anak terstimulus dengan baik. Nilai ketertiban dan kesabaran pun mereka dapatkan. Termasuk kecerdasan spasial mereka pun terstimulus dengan baik.

 

Usai Sa’i mereka melakukan Tahalul, dan mendapatkan air minum yang diibaratkan air zam-zam. Rumayan dan memang dibutuhkan untuk menghilangkan dahaga setelah mengikuti rangkaian manasik haji.

Sambil istirahat menjelang kembali ke Sekolah, rombongan TK Islam PB Soedirman menikmati air zam-zam itu di selasar Masjid sambil di temani sekotak makanan restoran cepat saji dari Jepang, es krim, dan sebotol sari buah.

Setelah itu, di bawah sinar matahari yang menyengat rombongan menuju mobil yang akan membawa mereka kembali ke Sekolah.

Demikianlah, kegiatan manasik haji Kelompok B TK Islam PB Soedirman pada tahun ajaran ini.