“Yang Penting, Berani Tampil”, Kelompok B TK Islam PB Soedirman Mengikuti Lomba Kreatifitas dan Olah Raga, Hasilnya Sangat Penting.

“Yang Penting, Berani Tampil”, Kelompok B TK Islam PB Soedirman Mengikuti Lomba Kreatifitas dan Olah Raga, Hasilnya Sangat Penting.

Hari ini Sabtu, 26 Januari 2019, Peserta didik Kelompok B TK Islam PB Soedirman mengikuti kegiatan lomba kreatifitas dan olah raga yang di selenggarakan oleh SD Islam PB Soedirman.

Sebelum berangkat menuju ke lokasi lomba, yang tidak jauh dari gedung sekolah kami, semua Kelompok B yang sudah hadir di sekolah dikumpulkan di aula sekolah.

Mereka dikumpulkan guna mengecek kelengkapan personil dari masing – masing lomba, dan setelah itu dilanjutkan dengan doa dan sedikit informasi untuk peserta didik dan para orang tua yang ikut mendampingi.

“Anak – anak ikut lomba bukan untuk dapat juara, bukan untuk dapat piala, bukan itu tujuan nya, yaa mamah dan papah, anak – anak juga. Tujuan nya supaya anak – anak tambah berani untuk tampil, jadi percaya diri. Dapat juara, Alhamdulillah. Tidak dapat, Alhamdulillah sudah hebat berani tampil”

Begitu lah ucapan Ibu Siti Maesaroh, seorang Guru Senior di TK Islam PB Soedirman, saat melepas Kelompok TK B yang akan mengikuti lomba tersebut.

Sebuah ucapan yang menegaskan tujuan di ikut sertakan nya Kelompok TK B pada lomba yang diselenggarakan dalam rangka perayaan Milad ke 48 SD Islam PB Soedirman itu.

Dan ucapan tersebut pun sejalan dengan ucapan para orang tua yang ikut mendampingi. “Yang penting, berani tampil”. Begitulah perkataan yang entah berapa kali penulis mendengar nya ketika mendampingi Kelompok TK B yang mengikuti lomba adzan dan saat menyaksikan lomba futsal.

Dengan demikian, berarti orang tua dan guru sangat sepakat, bahwa kegiatan lomba yang di ikuti oleh anak – anak adalah ajang untuk melatih kepercayaan diri mereka, menstimulus kecerdasan intrapersonal dan perkembangan sosial emosional mereka. Bukan untuk memperebutkan piala yang tidak seberapa harga nya.

Dan memang, perkembangan sosial emosional setiap anak berbeda meski kelompok usia mereka sama. Ketika di ruangan lomba adzan, perbedaan perkembangan mereka terdengar sangat jelas sekali.

Ada anak yang menangis, ingin nya di dampingi oleh orang tua nya. Ada anak yang hanya maju ke depan, setelah itu lupa dengan urutan kalimat adzan nya. Ada anak yang berani maju ke depan dan berani bersuara hingga kalimat terakhir, meski ditengah nya ada kalimat – kalimat yang tidak terucap. Ada juga yang berani maju dan lantang mengumandangkan adzan nya hingga selesai. Begitulah suasana diruangan tempat pelaksanaan lomba adzan yang penulis dengar dari balik pintu.

3 Muadzin TK B Islam PB Soedirman Saat Berlaga Di hadapan Dewan Juri

Dari ruangan lain pun, tidak berbeda. Ada yang menanyakan waktu pulang dan ada yang mengeluh tidak mau meneruskan mewarnai gambar nya.

INFORMASI PENDAFTARAN PPDB 2019/2020

Lebih seru lagi yang  berlaga di lapangan futsal. Seandai nya bola bundar yang mereka  tendang – tendang tidak beraturan itu bisa bersuara, pasti akan tertawa dan berteriak, “yaa Ampun..bocah, aku mau di apain sih, mau di kemanain, ihhh..lucu dehhh ?”.

Apa pun yang terjadi pada ajang lomba kreasi dan olah raga yang di ikuti oleh 20 lembaga pendidikan anak usia dini tersebut, itulah ke unikan perkembangan anak usia dini. Dan itu lah tahapan yang di capai oleh masing – masing anak.

Yang pasti,  keberanian mereka untuk tampil di depan umum sudah menjadi nilai yang sangat penting dan sangat berarti sebagai referensi guru dalam menentukan KBM di sekolah, terutama yang terkait dengan perkembangan sosial emosional, kecerdasan intrapersonal, dan perkembangan lain nya yang tampak pada lomba tersebut.

Alhamdulillah, meski bukan tujuan. Beberapa peserta didik memiliki keunggulan pada mata lomba yang ada. Di antara nya :

  1. Lomba Adzan, Mendapatkan Juara 2. Yaitu Ananda Aftan dari TK B2.
  2.  Lomba Puisi :  Mendapatkan Juara 3  Yaitu Ananda Alyssa dari TK B2. Dan Juara Harapan 3, Yaitu Ananda Jaffan dari TK B1.
  3. Lomba Hafalan Surat Pendek : Mendapatkan Juara Harapan 3, Yaitu Ananda Bintang dari TK B1.
  4. Sholat Berjama’ah Juara harapan 3
  5. Lomba Puitisasi Alquran Mendapatkan Juara Harapan 2
  6. Lomba Menari Mendapatkan Juara Harapan 2
  7. Lomba Melukis Mendapatkan Juara Harapan 1. Yaitu Ananda Shafa dari TK B1.
  8. Lomba Mewarnai gambar Mendapatkan Juara harapan 3, Yaitu Ananda Amira dari TK B1.
  9. Lomba Futsal Mendapatkan Juara Harapan 2.

Akhirnya, apa pun hasil yang di raih dan apa pun yang terjadi pada ajang lomba tersebut, “yang penting, berani tampil !”.

Dan yang lebih penting untuk Guru setelah menyaksikan peserta didik nya menunjukkan kemampuan nya pada ajang lomba kreasi dan olah raga tersebut adalah Guru bisa menampilkan kegiatan belajar di sekolah sesuai dengan tahapan dan kebutuhan perkembangan peserta didik nya.

Baca : Memperkuat Kepositifan Diri Peserta Didik KB,TK Islam PB Soedirman Bersama Tamu Istimewa

Memperkuat Kepositifan Diri Peserta Didik KB,TK Islam PB Soedirman Bersama Tamu Istimewa

Memperkuat Kepositifan Diri Peserta Didik KB,TK Islam PB Soedirman Bersama Tamu Istimewa

“Berpikir positif adalah sumber kekuatan dan sumber kebebasan. Disebut sumber kekuatan karena ia membantu kita memikirkan solusi sampai mendapatkannya, dengan begitu kita bertambah mahir, percaya diri dan kuat. Disebut sumber kebebasan karena dengannya kita akan terbebas dari penderitaan dan kungkungan pikiran negatif serta pengaruhnya pada fisik” (DR. Ibrahim Elfiky)

Anak usia dini adalah usia fitrah, usia yang masih sangat polos. Bukan Cuma sekadar polos, ternyata mereka juga tergolong manusia – manusia pemberani. Bahkan, keberanian mereka dapat melampui orang dewasa. Bukan mengada – ada. Inilah kenyataan dilapangan, terutama di lembaga pendidikan anak usia dini, tempat anak – anak berkreasi mengukir masa depan yang gemilang.

Anak usia dini adalah manusia pemberani. Dan itu bukan berlebihan, meski keberanian nya masih dalam hal yang sederhana dan seputar dunia mereka. Tetapi ada juga dalam hal yang tidak sederhana, hingga ada juga yang berisiko.

Anak usia dini tidak pernah takut dan ragu dalam bertindak terutama terhadap hal baru yang mereka dapatkan. Rasa ingin tahu yang mereka miliki menjadi pendorong keberanian mereka untuk berbuat.Tidak ada kata kegagalan dalam akal mereka, yang ada hanya keberhasilan dan kemampuan yang mereka akui dalam diri mereka sendiri.

Sangat berbeda dengan orang dewasa, yang akal nya sudah memiliki sekian keraguan yang ditambah dengan sekian ketakutan ketika ingin melakukan sesuatu, terutama sesuatu yang baru ditemui nya. Berkebalikan dengan anak usia dini. Orang dewasa memiliki sekian kata kegagalan dan ketidak mampuan dalam akal mereka, sehingga pengakuan terhadap kemampuan diri menjadi lemah.

Orang dewasa yang memandang sesuatu menggunakan pikiran yang negatif, atau bercampur dengan pikiran positif. Maka hanya menghasilkan keraguan dan ketakutan untuk bertindak. Jika ia bertindak pun,  bertindak nya tidak totalitas, sering mengeluh, mencari alasan dan jika tidak berhasil akan menyalahkan orang lain atau sesuatu diluar dirinya.

Berbeda dengan anak usia dini, mereka berani mengambil keputusan dan bertindak tanpa ragu, karena mereka melihat sesuatu yang baru mereka temui dengan pikiran yang positif. Pikiran positif mempengaruhi akal menjadi positif, yang kemudian membuat akal mereka konsentrasi pada hal yang positif, sehingga perasaan mereka menjadi positif dan pada akhirnya mendorong tubuh mereka untuk bertindak sesuai dengan yang mereka pikirkan. Meskipun hasilnya tidak sesuai, bahkan bisa negatif dari apa yang mereka bayangkan, namun mereka tidak menyalahkan orang lain atas ketidak berhasilan keputusan yang diambilnya. Dan mereka akan mencoba lagi hingga berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Itulah anak usia dini, mereka berani  bertindak dikarenakan pikiran mereka  positif. Terhadap apapun yang baru mereka temui, selagi menarik perhatian mereka, mereka memandangnya dengan pikiran yang positif. Tidak menggunakan atau menambah nya  dengan pikiran yang negatif.

Untuk itu sangat penting agar orang dewasa yang ada disekitar nya, terutama orang tua dan guru nya untuk menjaga pikiran mereka agar senantiasa positif ketika menghadapi sesuatu hal, terutama hal yang baru mereka temui.Agar mereka dapat tumbuh menjadi manusia yang senantiasa berpikir positif hingga dapat menghasilkan karya – karya yang positif.

KB,TK Islam PB Soedirman sebagai lembaga pendidikan anak usia dini yang sudah 43 tahun mengabdi mencetak genarasi  penerus bangsa yang cerdas dan religius, sangat memahami pentingnya menjaga dan membuat kegiatan yang dapat menstimulus dan memperkuat kepositifan akal  peserta didik nya. Salah satu program yang dibuat nya adalah program guru tamu.

INFORMASI PENDAFTARAN PPDB 2019/2020

Guru tamu adalah sebuah program guna menghadirkan dan memperkuat kepositifan akal peserta didik yang dilakukan oleh orang tua sebagai tamu istimewa bersama guru didalam kelas.

Alhamdulillah, pekan ini adalah pekan ke 16 program tersebut terlaksana. Berikut tamu istimewa pada pekan ini :

KB :  Tamu istimewa Kelompok Bermain pada pekan ini adalah Ibu Nina Namira. Orang tua dari Anargha Eruditya Pradhana tersebut mengajak Kelompok Bermain Amanah berani berkreasi membuat bekal makanan sehat, yaitu roti sandwich dan susu. Alhamdulillah, KB yang masih imut – imut sangat bersemangat berkreasi bersama membuat makanan sehat, tanpa ragu dan takut gagal.

Ibu Nina Namira Bersama KB Amanah

TK A2. : Tamu istimewa TK A2 pada pekan ini adalah Mamah nya Ozil. Mamah yang bernama Elviandani R.D, ini menanamkan nilai – nilai kepositifan kepada Ozil dan teman – teman nya melalui bercerita tentang “Hari Olahraga”. Sebuah cerita yang membuat TK A2 menjadi bertambah positif tentang olah raga dan merindukan olah raga.

Mamah Ozil Bersama TK A2

TK  B1  :  Tamu istimewa TK B1 pada pekan ini adalah Mamah nya Danendra. Mamah yang bernama Dewi Wulandari ini mengajak Danendra dan teman – teman nya untuk berani berkreasi membuat pesawat  berbahan botol aqua, kertas karton dan kertas warna. Alhamdulillah, Danendra dan teman – teman nya sangat bersemangat membuat nya, tanpa keraguan atau  pun takut gagal.

Mamah Danendra Bersama TK B1

TK  B2  : Tamu istimewa TK  B2 pada pekan ini adalah Bunda nya Faeza Gani. Bunda, sapaan sayang Faeyza Gani, yang bernama Ric Nurmala ini mengajak Faeyza Gani dan teman – teman nya berani berkreasi membuat mobil – mobilan berbahan kertas warna dan kertas karton. Alhamdulillah, TK B2 sangat bersemangat membuat nya, tanpa ragu atau pun takut gagal.

Mamah Faeyza Gani Bersama TK B2

TK  B3  : Tamu istimewa TK B3 pada pekan ini adalah Mamah nya Ano. Mamah yang bernama Nur Ajeng Riskie ini mengajak Ano dan teman – teman nya berani berkreasi membuat makanan Puding. Alhamdulillah, Ano dan teman – teman nya sangat bersemangat membuat puding, tanpa ragu dan enak hasil nya.

Mamah Ano Bersama TK B3

Terimakasih Mamah, Bunda yang telah meluangkan waktu nya untuk hadir menjadi tamu istimewa Ananda dan teman – teman nya di dalam kelas pada pekan ini. Insya Alloh apa yang Ananda dan teman – teman nya terima, akan menambah dan memperkuat kepositifan diri mereka.

Silakan diklik Untuk Membaca Info Guru Tamu Sebelum nya :

Pekan Pertama 

Pekan Kedua 

Pekan Ketiga

Pekan Keempat

Pekan Kelima

Pekan Keenam

Pekan Ketujuh

Pekan Ketujuh KB 

Pekan Kedelapan

Pekan Kesembilan

Pekan Kesepuluh

Pekan Kesebelas

Pekan Keduabelas

Pekan Ketigabelas

Pekan Keempat Belas

Pekan Kelima Belas

Tamu Istimewa TK Islam PB Soedirman Pekan Ini dan Ada Kelas Yang Merindukan nya !

Tamu Istimewa TK Islam PB Soedirman Pekan Ini dan Ada Kelas Yang Merindukan nya !

Program Guru Tamu yang menghadirkan tamu istimewa kedalam kelas setiap satu pekan sekali, ternyata kehadiran nya sangat dinantikan oleh anak – anak TK Islam PB Soedirman.

Anak – anak usia dini memang usia yang polos. Ulama menyebut nya usia fitrah, dan para ahli yang lain menyebut nya golden age.

Di sebut demikian, dikarenakan pada usia dini seorang anak seperti selembar kertas putih yang dapat di isi dengan berbagai goresan. Siapapun dapat menggoreskan tinta di atas nya. Dan dapat melipat kertas tersebut sesuai bentuk yang di inginkan.

Setiap kertas yang telah dilipat akan meninggalkan bekas lipatan ketika lipatan nya di buka. Dan bekas lipatan tersebut sangat sulit untuk dihilangkan.

Anak usia dini juga seperti tanah liat yang mudah di beri cap dan mudah di bentuk. Namun, untuk tanah liat bekas cap atau bentuk yang menempel pada nya dapat dihilangkan dengan mudah selama tanah liat tersebut masih basah. Setelah kering, ia akan berbentuk dan tidak dapat dirubah kembali.

Begitulah anak usia dini, mereka  sangat mudah menerima dan menyerap informasi apa pun yang di berikan kepada nya atau yang mereka temukan sendiri di lingkungan nya. Apa yang mereka dengar dan mereka lihat terekam kuat didalam memori akal  bawah sadar mereka.

Termasuk kebiasaan atau rutinitas harian yang biasa mereka peroleh dapat masuk ke dalam memori akal bawah sadar mereka dengan cepat hingga membentuk file kegiatan yang biasa mereka peroleh. Ketika kegiatan tersebut tidak mereka dapatkan pada biasanya, memori akal bawah sadar mereka akan menagih. Sehingga tubuh mungil mereka bereaksi dengan mempertanyakan nya.

Seperti yang di alami oleh anak – anak kelompok TK B2, kelas penulis mengajar. Mereka sudah terbiasa kedatangan tamu istimewa setiap hari kamis setelah jam makan. Waktu  tersebut sudah terekam kuat di memori mereka bahwa waktu tersebut adalah waktu hadir nya tamu istimewa yang berbagi kegiatan  kepada mereka.

Pada kamis pekan ini tidak ada tamu istimewa yang hadir ke kelas mereka dikarenakan para calon tamu istimewa mereka sedang ada perkerjaan yang tidak dapat di tinggalkan.

Maka, setelah selesai makan para peserta didik kelompok TK B2 mempertanyakan nya. Awal nya mereka bertanya, siapa yang menjadi guru tamu hari ini ?.

Setelah mereka tahu bahwa tidak ada tamu istimewa yang datang, serentak mereka berkata dengan nada kecewa. “Yahhhhhhh..kok ga ada sihhh. Kenapa ga ada ?”. ” iyaa kok ga ada sih ?”. Ucap mereka dengan wajah menyiratkan kekecewaan yang didasari oleh kerinduan.

Begitulah anak usia dini, memori akal bawah sadar nya sangat mudah di isi dan dapat permanen, bahkan sulit terkontaminasi. File kebiasaan yang telah ada dimemori akal bawah sadar mereka akan “menagih” pada waktu yang telah terjadwal di memori mereka. Dan akan terjadi kekecewaan jika tidak mendapatkan seperti biasanya.

INFORMASI PENDAFTARAN PPDB 2019/2020

Dan indah nya, kekecewaan tersebut akan berubah menjadi kerinduan. Jika kekecewaan nya terulang kembali, kerinduan nya semakin kuat. Namun, jika kekecewaan nya terus terulang, maka file kebiasaan yang telah terbentuk di akal bawah sadar nya akan rusak. Lambat laun dapat terdelete.

Yang pada akhirnya, bentuk positif yang ingin di capai oleh para pembentuk nya sulit tercapai, bahkan bisa gagal total. Untuk itu perlu ke konsistenan dalam memberikan sesuatu yang positif kepada anak usia dini.

Karena nya, KB, TK Islam PB Soedirman dalam kegiatan pembelajaran nya menerapkan prinsip konsisten dan berkesinambungan, yang juga merupakan salah satu prinsip pendidikan anak usia dini.

Salah satu nya ada pada kegiatan guru tamu, sebuah kegiatan yang menghadirkan tamu istimewa ke dalam kelas. Yang tidak lain, yang menjadi tamu istimewa adalah orang tua peserta didik.

Alhamdulillah, untuk pekan ini beberapa kelas ada tamu istimewa yang hadir sesuai jadwal nya. Berikut tamu istimewa TK Islam PB Soedirman pada pekan ini :

TK A1  : Kelompok TK A1 pada pekan ini kedatangan tamu istimewa yang membacakan buku cerita kepada mereka. Ia adalah Bunda Mika. Ibu yang biasa disapa bunda pipit ini membuat Mika dan teman – teman nya antusias menyimak cerita tentang “Farm”.

Bunda Mika Bersama TK A1

TK  B1  : Kelompok TK B1 pada pekan ini kedatangan tamu istimewa yang mengajak mereka berkreatifitas. Ia adalah Mamah Fabian. Dengan menggunakan kertas origami, lidi, mata – mataan dan lem, mamah yang bernama Yah Komariah ini membuat Fabian dan teman – teman nya antusias berkreasi.

Mamah Fabian Bersama TK B1

TK   B3  :  Kelompok TK  B3 pada pekan ini kedatangan tamu istimewa yang memberi mereka hadiah peluit. Ia adalah Mamah Gavyn, seorang Polisi Wanita (Polwan). Mamah yang bernama Dessy Rossel,SH ini memberikan pengetahuan tentang rambu – rambu lalu lintas kepada Gavyn dan teman – teman nya. Selain itu mereka juga di ajarkan cara meniup peluit beserta arahan gerakan tangan, seperti Bapak dan Ibu Polisi sedang mengatur lalu lintas. TK B3 sangat senang dan antusias mengikuti arahan Ibu Polwan yang bertugas di Polda Metro Jaya tersebut.

Mamah Gavyn Bersama TK B3
Gavyn dan Teman – Temannya Sedang Meniup Peluit Seperti Polisi

Terimakasih untuk Bunda, Mamah yang telah hadir menjadi tamu istimewa bagi anak – anak TK Islam PB Soedirman pada pekan ini. Bunda, Mamah bukan saja hadir menjadi tamu istimewa didalam kelas, tetapi  hadir juga didalam memori akal bawah sadar mereka membentuk file istimewa dan memperkuat file istimewa yang sudah ada.

Silakan diklik Untuk Membaca Info Guru Tamu Sebelum nya :

Pekan Pertama 

Pekan Kedua 

Pekan Ketiga

Pekan Keempat

Pekan Kelima

Pekan Keenam

Pekan Ketujuh

Pekan Ketujuh KB 

Pekan Kedelapan

Pekan Kesembilan

Pekan Kesepuluh

Pekan Kesebelas

Pekan Keduabelas

Pekan Ketigabelas

Pekan Keempat Belas

Kebahagiaan Acara Milad Ke 43 KB, TK Islam PB Soedirman, Anak Yatim Pun Ikut Bahagia

Kebahagiaan Acara Milad Ke 43 KB, TK Islam PB Soedirman, Anak Yatim Pun Ikut Bahagia

Pada hari Sabtu 12 Januari 2019, lembaga pendidikan  KB,TK Islam PB Soedirman tepat berusia 43 Tahun. Usia yang sudah tidak muda lagi dan sudah mendekati separuh abad. Tentu, sudah banyak kenikmatan yang dirasakan nya selama itu.

Untuk itu, sebagai rasa syukur kepada Alloh swt atas nikmat yang diberikan kepada lembaga pendidikan anak usia dini ini, pada hari tersebut segenap seluruh keluarga besar KB,TK Islam PB Soedirman mengadakan acara syukuran dengan berbagi kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Dan dilanjutkan dengan acara Family Day, yang berisi kegiatan aneka lomba untuk peserta didik bersama orang tua mereka.

Kegiatan dalam rangka milad ke 43 tahun tersebut diselenggarakan di Aula Masjid Yasma PB Soedirman, dengan bertindak sebagai pembawa acara adalah Ibu Nining dan Pak Fajar. Para orang tua peserta didik KB dan TK, para guru dan karyawan, serta tamu undangan, duduk bersama dalam suasana kekeluargaan penuh kebahagiaan. Turut hadir Ketua Majelis Dikdasmen Yasma PB Soedirman, Bapak Drs. H.Nur Alam, MA

Pak Fajar (Guru TK B2) dan Ibu Nining (Guru TK A2) MC Acara

Acara yang rutin dilakukan setiap tahun ini di awali dengan pembacaan kalam ilahi yang dibacakan oleh ananda Aftan, peserta didik kelompok TK B2. Dihadapan para orang tua peserta didik. tamu undangan dan peserta didik yang lain, ananda Afttan membaca surat Al insyirah tanpa melihat mushaf.

Ananda Membaca Surat Al – insyiroh

Perayaan milad kali ini mengusung tema “Meraih Keberkahan Keluarga Melalui Cinta dan Berbagi Dengan Sesama”. Harapan nya, semoga dengan berbagi kepada sesama yang membutuh kan,  keberkahan dapat hadir dan selalu membersamai keluarga besar KB,TK Islam PB Soedirman. Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh Ibu Fri Corina Sandrawati,S.Si pada sambutan nya.

“Semoga dengan kita berbagi, kita mendapatkan keberkahan dari Alloh swt. Sekolah kita selalu mendapatkan kebaikan”. Harapan Ibu Fri Corina Sandrawati,S.Si selaku Kepala KB, TK Islam PB Soedirman pada sambutan nya.

Ibu Fri Corina Sandrawati, S.Si Saat Memberi Sambutan

Berbagi kepada sesama yang membutuhkan merupakan salah satu cara untuk bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Alloh swt. Dengan bersyukur kepada nya maka Alloh swt akan menambahkan nikmatnya, namun jika mengingkari nikmatnya maka Alloh swt akan memberikan kebalikan dari nikmat yaitu azab.

Berbagi sesuatu kepada sesama yang membutuhkan, seperti anak yatim dan dhuafa, pada hakikat nya kita berbagi kebahagiaan kepada mereka. Ketika mereka berbahagia, Insya Alloh, Alloh swt ikut berbahagia (Ridho) sehingga berkenan memberikan keberkahan nya dan mengabulkan segala permohonan keluarga besar KB,TK Islam PB Soedirman.

Dan untuk masa depan yang lebih baik hendaknya seseorang melakukan intropeksi diri atas perbuatan yang telah dilakukan nya, yang sedang dilakukannya dan yang akan dilakukan nya.

Bersyukur dan intropeksi diri akan menjadi sebuah kekuatan jika diawali dengan keimanan yang benar kepada Alloh swt.
Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Drs. H. Nur Alam, MA pada sambutannya. Untuk memperkuat tentang keberkahan bersyukur yang disampaikan nya, beliau membacakan  Al – Qur’an Surat Ibrahim ayat  7 :

Yang Artinya : “dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Bapak Drs.H.Nur Alam,MA Saat Memberi Sambutan

Ucapan terimakasih dari Ibu Fri Corina Sandra wati,S.Si dan Bapak Drs.Nur Alam, MA untuk semua pihak yang telah berkerja sama kepada KB, TK Islam PB Soedirman dalam menjalankan amanah mencerdaskan anak bangsa selama 43 tahun. Dan juga kepada pihak – pihak yang telah berkerja sama untuk mengadakan acara perayaan Milad ini, beliau berdua mengucapkan terimakasih, terutama kepada orang tua peserta didik, terkhusus yang tergabung dalam kepengurusan komite sekolah.

Kedua nya juga sangat mengapresiasi kerja sama para orang tua peserta didik selama ini, yang telah mempercayakan pendidikan putra – putri nya kepada KB,TK Islam PB Soedirman.

Sebelum acara  penyerahan bingkisan kepada anak yatim yang hadir, ada acara pemotongan kue bertuliskan 43 Tahun yang dilakukan oleh Ibu Fri Corina Sandrawati, S.Si. Dengan mengucap bismillah beliau memotong kue tersebut dengan di iringi nyanyian “jika umurku bertambah” oleh para guru dan hadirin yang ada, yang kemudian potongan kue tersebut beliau berikan  kepada ibu Ketua Komite Sekolah, Ibu Facilia dan  juga kepada Bapak Drs.Nur Alam,MA.

Ibu Kepala KB,TK Islam PB Soedirman Memotong Kue 43 Tahun

Untuk acara berbagi kepada sesama yang membutuhkan pihak sekolah telah menyiapkan 70 bingkisan sembako, alat belajar dan uang tunai. Kesemua nya itu ada yang diberikan langsug kepada anak yatim yang berada dibawah binaan Masjid PB Soedirman. Dan ada yang dipersiapkan untuk  kaum dhuafa yang tinggal dilingkungan rumah para guru dan karyawan  KB, TK Islam PB Soedirman. Para dhuafa tersebut mengambil langsung ke sekolah pada jam setelah selesai acara family day.

Anak – Anak Yatim Yang Turut Berbahagia Bersama

Selesai penyerahan bingkisan, acara  dilanjutkan dengan kegiatan Family Day. Kegiatan ini berisikan aneka lomba yang harus di ikuti oleh para orang tua peserta didik bersama  anak nya.

Dengan dilempar kan nya ring ke tiang ring hingga tesangkut, yang dilakukan oleh Bapak Drs.Nur Alam, MA, maka acara Family Day resmi dibuka.

 

Maka para orang tua peserta didik bersama anak nya sudah diperbolehkan untuk menuju ke arena lomba yang ingin di ikuti nya. Pada kali ini, panitia telah menyiapkan 6 mata lomba, yaitu Bola Keranjang, Mengipas Balon, Gelang Cincin, Memindahkan Bola Pingpong Dengan Karton,Memindahkan Bola Menggunakan Jaring dan Melempar Gelang.

Bapak Drs.H.Nur Alam,MA Saat Membuka Acara Family Day

Namun, sebagai pemanasan, para peserta family day melakukan senam bersama bapak dan ibu guru KB,TK Islam PB Soedirman. Terlihat para orang tua peserta didik sangat antusias mengikuti senam, gerakan mereka tidak kalah semangat nya dengan anak – anak mereka. Selesai senam, mereka langsung menuju ke arena lomba yang telah disiapkan oleh panitia.

Para peserta family day yang telah mengikuti semua lomba, yang ditandai dengan terisi bintang semua kolom pada name tag yang digunakan nya, dapat mengambil trophy kenang – kenangan dari sekolah.

Semua peserta family day sangat antusias mengikuti semua lomba yang ada. Orang tua dan anak saling berkerja sama untuk menyelesaikan lomba yang di ikuti nya dengan baik.Terlihat keceriaan mereka dan terdengar suara mereka yang bergembira penuh semangat.

Para Orang Tua Mengikuti Lomba Bersama Anak Mereka
Lomba Memindahkan Bola Pingpong

Keceriaan anak – anak bertambah, setelah mereka berhasil menukarkan name tag yang penuh bintang  dengan trophy kenang – kenangan dari sekolah. “yeeee, aku dapat piala, hore” ucap salah seorang peserta didik dengan gembiranya.

Peserta Didik TK A Saat Mendapatkan Trophy

INFORMASI PENDAFTARAN PPDB 2019/2020

Semoga keluarga besar KB,TK Islam PB Soedirman senantiasa diberkahi dan diridhoi oleh Alloh swt. Dan mendapatkan pahala yang terus mengalir dari bingkisan yang telah diberikan kepada sesama yang membutuhkan.

Dan semoga KB, TK Islam PB Soedirman dapat terus mengabdi kepada bangsa dan negara dengan sebaik – baik nya guna mencetak generasi penerus bangsa yang beriman, berhlak mulia dan berilmu.Aaaminn..

Tamu Istimewa Ini Membentuk File Akal Bawah Sadar Kelompok B TK Islam PB Soedirman

Tamu Istimewa Ini Membentuk File Akal Bawah Sadar Kelompok B TK Islam PB Soedirman

TK B Islam PB Soedirman pada pekan ini mendapatkan pengalaman dari tamu istimewa yang membentuk dan memperkuat file pada akal bawah sadar mereka.

Libur semester satu telah selesai, kini anak – anak kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Dan pekan ini merupakan pekan pertama mereka bersekolah pada semester dua tahun ini.

Selama liburan semester satu yang berlangsung selama dua pekan para peserta didik belajar di rumah, home schooling, bersama guru pertama dan utama mereka yaitu orang tua mereka sendiri.

Para peserta didik banyak bercerita tentang pengalaman mereka selama home schooling. Ada yang bercerita suka cita tentang pengalaman  nya berwisata keluar negeri.

Ada juga yang bercerita duka cita tentang pengalaman nya selama home schooling. Ada yang sakit sehingga tidak dapat berkunjung ke mana – mana. Ada yang bercerita tentang salah seorang anggota keluarga nya yang meninggal dunia.

Pengalaman belajar tersebut yang mereka dapatkan selama home schooling sangat berkesan bagi mereka, sehingga mereka dapat menceritakan dengan lancar kepada teman – teman dan guru di sekolah.

Baca : Jelang Back To Home Schooling TK Islam PB Soedirman

Pengalaman mereka selama home schooling telah tersimpan rapih menjadi file pada akal bawah sadar mereka dan menjadi data pendukung yang membersamai tumbuh kembang mereka. Data tersebut sewaktu – waktu dapat mereka gunakan ketika di butuhkan saat mereka berinteraksi atau saat mereka menemukan situasi yang sejenis dengan pengalaman yang telah tersimpan tersebut.

Dan file tersebut pun akan bertambah kekuatan nya ketika mereka memperoleh kembali pengalaman serupa atau pengalaman lain yang mendukung file tersebut. Sehingga terbentuk lah file – file pengalaman lain di akal bawah sadar mereka.

Semakin beragam  pengalaman yang mereka dapatkan  maka semakin banyak file pengalaman yang terbentuk. Semakin banyak file pengalaman, maka semakin banyak referensi yang dapat mereka gunakan ketika dibutuhkan.

Semakin banyak pengalaman yang didapat oleh seorang anak dari lingkungan nya, maka semakin cepat pertumbuhan dan perkembangan nya. Sehingga menjadikan mereka semakin siap untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjut nya.

Itulah tujuan pendidikan anak usia dini. Sebagaimana yang di nyatakan oleh pemerintah kita dalam undang – undang  No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1, pasal 1, butir 14 bahwa “Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan ruhani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”.

INFORMASI PENDAFTARAN PPDB 2019/2020

Pengalaman yang mereka peroleh selama home schooling merupakan rangsangan pendidikan yang dapat membantu proses tumbuh kembang, hingga mereka memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya.

Kini mereka telah back to school dan pada semester dua ini mereka kembali mendapatkan pengalaman – pengalaman belajar yang semakin memperkuat file yang telah ada di akal bawah sadar mereka.

Dan back to school bukan berarti stop belajar dan tidak ada interaksi pengalaman dengan guru utama dan pertama mereka di rumah (home). Karena nya pada pekan pertama di semester dua ini kelompok TK B mendapatkan pengalaman dari guru ulama dan pertama home schooling yang hadir ke dalam kelas menjadi tamu istimewa mereka.

Berikut tamu istimewa TK B Islam PB Soedirman yang hadir di pekan pertama pada semester dua ini, yang menambah pengalaman istimewa mereka :

TK  B1  : Mamah Rara adalah tamu istimewa TK B1 pekan ini. Dengan membawa bola kecil, stik es krim, kapas, double tip, bentuk kepala dan ekor, mamah yang bernama Trias Wulandari ini mengajak Rara dan teman – teman nya berkreasi membuat boneka Shaun the sheep. Ia membentuk dan memperkuat file kreatifitas Rara dan teman – teman nya yang sangat antusias mengikuti kegiatan berkreasi tersebut.

TK B1 Bersama Mamah Rara

TK  B2  : Tamu istimewa TK B2 pada pekan ini adalah seorang ibu dokter. Biasanya seorang dokter menyampaikan tentang kesehatan, namun ibu dokter yang satu ini berbeda. Ia mengajak anak – anak TK B2 berkreasi membuat shaun the sheep menggunakan beberapa bahan yaitu cup plastik kecil, kapas, double tip dan stik.

Ibu dokter yang telah membentuk dan memperkuat file kreatifitas anak – anak TK B2 adalah dr.dian novianti, Mamah nya Khanza.

TK B2 Bersama Mamah Khanza

TK  B3  :  Tamu istimewa TK B3 pada pekan ini adalah Mamah Naureen. Mamah yang bernama Adriyanti ini membuat Naureen dan teman – teman nya antusias mendengarkan cerita tentang hewan – hewan yang ada di laut. Dan dengan menggunakan buku cerita ia telah membentuk dan memperkuat file kognitif Naureen dan teman – teman nya tentang aneka hewan laut.

TK B3 Bersama Mamah Naureen

Terimakasih Mamah Rara, Mamah Khanza dan Mamah Naureen yang telah meluangkan waktu nya untuk memberikan pengalaman berkesan kepada anak – anak TK B Islam PB Soedirman di pekan pertama semester dua ini.

Silakan diklik Untuk Membaca Info Guru Tamu Pada Semester Satu :

Pekan Pertama 

Pekan Kedua 

Pekan Ketiga

Pekan Keempat

Pekan Kelima

Pekan Keenam

Pekan Ketujuh

Pekan Ketujuh KB 

Pekan Kedelapan

Pekan Kesembilan

Pekan Kesepuluh

Pekan Kesebelas

Pekan Keduabelas

Pekan Ketigabelas