Fieldtrip TK Islam PB Soedirman Ke Taman Safari, Lancar Perjalanannya. Terimakasih Pak Polisi

Fieldtrip TK Islam PB Soedirman Ke Taman Safari, Lancar Perjalanannya. Terimakasih Pak Polisi

Pada hari Rabu (13/02/2019) di saat matahari belum menampakkan dirinya, lapangan parkir Yayasan Masjid PB Soedirman telah berbaris enam buah bis besar. Dan didalam  unit Pendidikan Taman Kanak – Kanak telah ada beberapa orang Guru dan karyawan yang sibuk seperti tuan rumah yang ingin hajatan.

Terdengar sayup – sayup suara mereka ditengah sejuknya udara pagi hari yang masih menunggu datang nya sang matahari yang menerangi nya. Terlihat beberapa orang Guru dan karyawan membawa bungkusan dan ada juga yang membawa kardus minuman menuju ke enam bis yang ada dilapangan parkir.

Tidak lama kemudian terlihat beberapa anak kecil bersama ibu mereka memasuki pekarangan tempat biasa anak – anak TK Islam PB Soedirman bermain. Mereka datang membawa tas yang ukuran nya berbeda dari biasanya. Setelah mereka mengucap salam dan bersalaman dengan Guru yang ada, anak – anak itu bermain perosotan yang biasa mereka gunakan.

Perlahan sang matahari mulai menampakkan diri nya, cahaya nya pun berangsur memperjelas tampilan benda mati dan hidup yang ada di lingkungan Yayasan Masjid PB Soedirman. Suara anak – anak pun bertambah ramai, begitu juga dengan suara orang tua yang mendampingi mereka.

Bis – bis yang berada di lapangan pun mulai terlihat jelas bentuk dan warna biru nya yang menyerupai warna langit saat cuaca cerah. Dan disekitar nya mulai berbaris mobil – mobil yang biasa parkir dan beberapa kendaraan melaju di depan mereka . Gaduh suara mesin kendaraan dan suara klakson pun ikut ramai menyambut sinar matahari yang semakin menyinari lapangan parkir dan spanduk  di setiap bis.

Dimana pada setiap bis telah tertempel spanduk  yang bertuliskan “Rekreasi Ke Taman Safari Indonesia, Rombongan TK Islam PB Soedirman” . Dan pada setiap sisi jendela nya tertulis Nomor Bis dan Kelas yang menaiki bis tersebut.

Sinar matahari memberikan jawaban atas pertanyaan setiap orang yang melintas dilapangan parkir itu. Jawabanya adalah pada hari itu TK Islam PB Soedirman  berekreasi ke Taman Safari Indonesia yang berada di daerah puncak,Jawa Barat.

Kegiatan rekreasi tersebut biasa disebut “Fieldtrip” dan rutin dilakukan setiap tahun dengan tempat yang berbeda.

Perlahan sinar matahari mulai memasuki ruangan aula tidak bertembok yang ada ditengah gedung sekolah TK Soedirman sehingga jam dinding yang menempel pada salah satu tiangnya terlihat jelas jarum pendeknya sedikit melewati angka enam dan jarum panjang nya tepat ada di angka enam. Yang berarti  jam telah menunjukkan 06.30 Waktu Indonesia Barat.

Tidak lama kemudian suara bel sekolah berbunyi, yang menandakan seluruh anak – anak yang tidak lain adalah peserta didik TK Soedirman untuk segera berkumpul di aula untuk mendengarkan pengarahan dari Ibu Guru yang menjadi panitia Fieldtrip tahun ini. Dan sekaligus mendengarkan pengarahan dan sambutan dari Ibu Kepala Sekolah TK, yaitu Ibu Fri Corina Sandrawati,S.Si.

Setelah pengarahan dan sambutan, dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Bapak Firman Mudiana Fajar,S.Pd.I yang tidak lain adalah penulis sendiri. Setelah itu, setiap Guru kelas memeriksa semua peserta didiknya untuk memastikan tidak ada yang tertinggal.

Setelah semua siap, seluruh peserta didik dan orang tua  bergerak dengan tertib menuju bis yang telah ditentukan. Saat memasuki bis pun mereka memasukinya dengan tertib. Dalam waktu singkat bis yang didepannya telah ada mobil Polisi Pengawal telah terisi penuh.

Bis – Bis dan Mobil Pengawal Yang Membawa TK Islam PB Soedirman Fieldtrip

Setelah melalui sedikit hambatan, yaitu adanya peserta yang belum hadir, akhirnya tepat jam 07.30 bis bergerak mengikuti mobil Polisi Pengawal yang di atasnya berkelap – kelip lampu biru yang diiringi dengan suara sirine. Maka barisan bis tersebut mirip bis – bis militer yang ada mobil pengawal didepannya.

Alhamdulillah setelah melalui antrian kendaraan lain, beberapa lampu merah, tikungan, jalan yang menanjak, jalan yang menurun dan kelokan akhirnya pada jam 09.10 rombongan bis TK Islam PB Soedirman tiba di Taman Safari Indonesia. Udara nya yang  sejuk menyentuh permukaan hingga kedalam tubuh, hingga membuat tubuh bereaksi untuk mengeluarkan urin. Sehingga hampir semua penumpang bis keluar menuju toilet yang telah penuh oleh para pengunjung, antrian nya menyerupai antrian dipintu bioskop.

Setelah melakukan registrasi dan seluruh rombongan telah memakai gelang ditangan mereka, semua bis bergerak menuju tempat – tempat hewan beraktifitas di Taman Safari. Rindang nya pepohonan dan sejuk nya udara membuat suasana terasa didalam hutan.

Suasana tersebut semakin terasa dengan terlihatnya hewan – hewan yang ada di sepanjang jalan yang dilalui oleh rombongan. Mulai dari hewan yang ramah, lucu, hingga hewan buas di temui sepanjang jalan. Dan setiap melihat hewan, peserta didik sangat senang melihatnya hingga udara dalam bis penuh dengan suara riang mereka.

Perjalanan yang berlangusung selama 45 menit itu dan sepanjang perjalanan melihat berbagai jenis hewan baik dari dalam negeri maupun luar negeri, disebut “Safari Jouerney”.

Salah Satu Jenis Hewan Yang Mereka Lihat

Setelah menyusuri jalan yang menanjak, menurun, berair dan disamping kanan dan kiri nya penuh dengan pohon dan rumput hijau, akhirnya rombongan tiba dilapangan parkir A yang disitu ada beberapa  gajah dan unta  yang siap ditunggangi oleh para pengunjung.

Dari tempat itu rombongan menuju  ke lokasi pertunjukan edukatif, yaitu Various Animal Show. Di kegiatan tersebut, rombongan diperlihatkan dan diperkenalkan beberapa jenis hewan yang ada di Taman Safari. Dan juga menyaksikan kecerdasan beberapa hewan, seperti burung kakatua, anjing, domba , sejenis musang dan beberapa hewan lainnya yang tidak buas. Salah satu hewan cerdas yang mereka saksikan adalah seekor burung kakatua yang dapat berbicara dan mengambil uang yang ada pada tangan pengunjung dengan paruhnya.

Setelah acara Various Animal Show jam sudah menunjukkan waktu sholat dzuhur untuk daerah Bogor dan sekitarnya. Namun, karena panitia sudah menyiapkan menu makan siang, maka selesai acara tersebut seluruh rombongan menikmati makan siang bersama.

Beberapa Peserta Didik Sedang Makan Bersama Orang Tua Mereka

Setelah jasmani mereka terisi, rasa lapar telah hilang, mereka semua bergerak menuju Masjid untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu Sholat dzhur. Dikarenakan mereka sedang melakukan perjalanan yang terhitung jauh. Maka mereka melaksanakan Sholatnya dengan di jama qoshor, yaitu sholat dzuhur dan ashar digabung dalam satu waktu dan dilaksanakan masing – masing dua roka’at.

Sejuk nya air pegunungan membuat kulit hingga hati tersejuki dan melunturkan kepenatan yang ada. Ditambah dengan suasana udara sekitar yang sejuk dan mendung. Serta lembut nya belaian angin yang menggerakkan daun pepohonan yang ada  disekitar Masjid. Hingga kesemuanya itu menambah kekhusuan Sholat mereka.

Setelah melaksanakan Sholat, beberapa rombongan menyaksikan pertunjukkan harimau. Sebuah acara yang menampilkan dua ekor harimau, satu berwarna putih dan yang satu berwarna kuning. Kedua nya menunjukkan kemampuan yang diluar pengetahuan para pengunjung. Salah satunya, kemampuan memanjat pohon  yang menjulang tinggi dan melompat jauh.

Setelah itu, rombongan berpencar. Ada yang menyaksikan pertunjukkan burung, ada juga yang menikmati wahana permainan yang ada. Termasuk Bapak dan Ibu Guru nya pun ikut menaiki wahana permainan yang ada.

 

Beberapa Guru Menikmati Wahana Permainan
Beberapa Peserta Didik Sedang Menikmati Wahana Permainan

Pada kegiatan di Taman Safari ini banyak pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh oleh peserta didik. Dan aspek – aspek perkembangan mereka pun terstimulus dengan baik, terutama aspek perkembangan fisik motorik.

Aspek perkembangan kognitif mereka pun memperoleh banyak pengetahuan baru, salah satunya tentang nama – nama hewan dan bentuk fisiknya. Disinilah nilai manfaat nya dari sebuah rekreasi yang diikuti oleh peserta didik. Mereka mendapatkan pengetahuan dengan menyaksikan langsung, mereka melihat bentuk aslinya, bukan cuma sekadar melihat gambar atau mendengar perkataan saja.

Aspek nilai – nilai Agama dan moral mereka pun terasah dengan baik melalui melihat langsung aneka mahluk ciptaan Alloh SWT.

Dalam perjalanan pun mereka menemukan kosa kata baru yang menambah tabungan kata di dalam memori bahasa mereka. Interaksi mereka dengan sesama pengunjung pun mengasah kemampuan interaksi sosial, kecerdasan interpersonal dan intrapersonal mereka. Emosi mereka pun terlatih, terutama saat mereka mengantri untuk menaiki wahana permainan yang ada.

Saat itu sinar matahari tertutup oleh awan tebal ke abu – abuan, sehingga suasana seperti menjelang magrib meski waktu baru menunjukkan jam 14.45. Di tengah hembusan angin terdengar suara yang memberitahukan rombongan dari TK Islam PB Soedirman Cijantung untuk segera menuju bis.

INFORMASI PENDAFTARAN PPDB 2019/2020

Maka rombongan pun bergerak menuju lokasi parkir G tempat bis – bis menunggu. Berangsur – angsur bis yang sabar menunggu rombongan akhirnya pada jam 15.45 telah terisi penuh dan siap berangkat menuju lokasi berikut nya, yaitu Cimory.

Perjalanan menuju Cimory macet, namun rombongan bis dapat melewati nya dengan lancar dikarenakan mobil Polisi pengawal masih memandu perjalanan tersebut dengan baik.

Di cimory ini lah semua rombongan berbelanja buah tangan. Ada juga yang hanya sekadar  menyicipi es krim dan makanan yang ada. Hingga jam 17.20 mereka kembali kedalam bis untuk melanjutkan perjalanan pulang ke sekolah.

Alhamdulillah, setelah melewati barisan mobil dan antrian motor, melewati jalan yang menurun dan berkelok, perempatan dsn lampu merah, tepat saat adzan magrib berkumandang bis – bis telah memasuki lapangan parkir Yayasan PB Soedirman.

Dikegelapan yang dipenuhi oleh kelap – kelip cahaya lampu kendaraan yang ada, lapangan parkir dipenuhi suara ucapan terimakasih dan salam berpamitan sebagai tanda berakhirnya kegiatan Fiedtrip TK Islam PB Soedirman pada tahun ini.

Terimakasih Ayah, Bunda yang telah menyertai Fieldtrip Ananda dan teman – temannya.

Terimakasih juga untuk Bapak Polisi yang telah memandu perjalanan Fieldtrip TK Islam PB Soedirman hingga perjalanan nya lancar dan aman.

Ada Yang Sangat Istimewa Pada Tamu Istimewa KB, TK Islam PB Soedirman Pekan Ini

Ada Yang Sangat Istimewa Pada Tamu Istimewa KB, TK Islam PB Soedirman Pekan Ini

Alhamdulillah, kegiatan Guru tamu pada pekan ini terlaksana kembali dan ada yang berbeda pada salah satu kelas. Perbedaan itu menjadikan hari tersebut sebagai waktu yang sangat istimewa, terutama untuk Ananda yang orang tua nya menjadi tamu istemewa di kelas tersebut.

Biasa nya program Guru tamu di setiap kelas di hadiri oleh satu orang tua peserta didik. Dan biasanya juga yang hadir adalah Mamah, sangat jarang ada Papah yang hadir menjadi Guru tamu.

Karena kita tahu, Mayoritas Mamah memiliki waktu yang cukup untuk anak nya, bahkan bisa lebih banyak waktu nya bagi yang berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga. Sementara Papah waktunya lebih banyak untuk mencari rizki. Maka, ketika ada Papah yang hadir menjadi tamu istimewa, itu merupakan sesuatu yang istimewa sekali untuk Ananda dan juga teman – teman nya.

Dan akan menjadi sangat istimewa jika Mamah dan Papah dapat hadir bersama ke sekolah, masuk kedalam kelas menjadi tamu istimewa. Yang biasanya tampil bersama didepan anak hanya dirumah, itupun mungkin tidak setiap hari, kali ini bisa tampil bersama didepan Ananda dan teman – teman nya, tentu menjadi hari yang sangat istimewa bagi Ananda.

Ananda yang merasakan hal yang sangat istimewa tersebut adalah Ananda Thania, peserta didik TK B2. Yang pada pekan ini kedua orang tua nya hadir bersama kesekolah menjadi tamu istimewa untuk Thania dan teman – teman nya di dalam kelas.

Kedua orang tua Thania sebagai tamu istimewa pekan ini memberikan pengalaman literasi kepada peserta didik TK B2. Papah nya membacakan buku cerita dan Thania beserta teman – teman nya menyimak cerita tersebut dengan melihat buku yang sudah di bagikan oleh Papah dan Mamah nya Thania sebelum mereka membacakan buku cerita.

Biasanya orang tua membacakan buku cerita untuk anak di rumah saat menjelang tidur atau saat santai keluarga. Itupun hanya Mamah sendiri, atau jika sempat Papah yang membacakan nya, itupun juga sendiri. Sangat jarang kedua nya dapat membacakan buku cerita bersama.

Sementara ini Mamah dan Papah nya Thania hadir kesekolah membacakan buku cerita untuk Thania dan teman – teman nya. Sangat jarang sekali terjadi seperti itu. Karena biasa nya orang tua bersama kesekolah saat daftar sekolah saja atau saat mengambil rapot, itupun juga jarang.

Semoga orang tua yang lain di beri kesempatan oleh Alloh untuk dapat hadir kesekolah menjadi tamu istimewa untuk Ananda dan teman – teman nya. Atau setidak nya dapat berdua ketika mengambil rapot Ananda.

Namun yang pasti kehadiran kedua orang tua dimana pun dan kapan pun dalam rangka membersamai tumbuh kembang Ananda merupakan sesuatu yang sangat berharga untuk Ananda.

Dan pihak sekolah sangat mengapresiasi orang tua, baik Mamah atau Papah, atau kedua nya yang telah meluangkan waktunya untuk hadir kesekolah menjadi tamu istimewa untuk Ananda dan teman – teman nya.

Berikut tamu istimewa TK Islam PB Soedirman pada pekan ini :

KB  : Tamu istimewa Kelompok Bermain pada pekan ini adalah Mamah nya Tengku Zhafran Alkhalifi Nizam. Mamah yang bernama  Sari Vica ini memberikan Kelompok Bermain pengalaman istimewa berkreasi membuat mainan kupu – kupu dari karton dan permen lollipip.

Permen sebagai badan nya kupu – kupu, dan sayap nya dari kertas karton. Kelompok Bermain sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Mamah Zafran Bersama Kelompok Bermain

TK  A1  : Tamu istimewa Kelompok A1 pada pekan ini adalah Mamah nya Ahsan. Dengan menggunakan bahan kertas alas kue, lem dan spidol, Mamah Ahsan memberikan pengalaman istimewa kepada Ahsan dan teman – teman nya berkreasi membuat  boneka peri.

Mamah Ahsan Bersama TK A1

TK  A2  : Tamu istimewa kelompok A2 pada pekan ini adalah Mamah nya Shakira. Mamah yang bernama Silvia Febridon ini memberikan pengalaman literasi istimewa kepada Shakira dan teman – teman nya yaitu membacakan buku cerita “Malin Kundang”.

Mamah Shakira Bersama TK A2

TK  B1  : Tamu istimewa kelompok B1 pada pekan ini adalah Bunda nya Alde. Bunda yang bernama Sabrina Hawarin ini memberikan pengalaman istimewa kepada Alde dan teman – teman nya berupa berkreasi menghias donut dan juga pengalaman literasi yaitu membuat surat untuk Mamah.

Unik nya surat tersebut berbentuk jari mereka. Yang kemudian ditempel pada cup donut yang telah mereka hias.

Bunda Alde Bersama TK B1

INFORMASI PENDAFTARAN PPDB 2019/2020

TK  B2  :  Tamu istimewa kelompok B2 pada pekan ini adalah Papah dan Mamah nya Thania. Mereka berdua memberikan pengalaman literasi yang istimewa kepada Thania dan teman – teman nya dengan membacakan buku cerita dan juga membagikan  buku cerita.

Papah yang bernama Indra Jumaidi itu membacakan buku cerita tentang “Lutung dan Puteri Raja”. Mamah nya yang bernama Elmi Yana, membantu mengkondisikan anak – anak dan membagikan susu kotak sebagai hadiah kepada anak – anak B2.

Papah dan Mamah Thania Bersama TK B2

TK  B3  : Tamu istimewa kelompok B3 pada pekan ini adalah Mamah nya Daundra. Mamah yang bernama Fitri Hariyanti ini memberikan pengalaman istimewa kepada Daundra dan teman – teman nya berkreasi membuat Paper Craft Animals, dengan sangat antusias Kelompok B3 melipat kertas hingga berbentuk Animal.

Mamah Daundra Bersama TK B3

Terimakasih Papah, Mamah dan Bunda sekalian yang pada pekan ini telah hadir kesekolah menjadi tamu istimewa untuk Ananda dan teman – teman nya hingga menghadirkan keistimewaan dihati anak – anak KB dan TK Islam PB Soedirman.

Silakan diklik Untuk Membaca Info Guru Tamu Sebelum nya :

Pekan Pertama 

Pekan Kedua 

Pekan Ketiga

Pekan Keempat

Pekan Kelima

Pekan Keenam

Pekan Ketujuh

Pekan Ketujuh KB 

Pekan Kedelapan

Pekan Kesembilan

Pekan Kesepuluh

Pekan Kesebelas

Pekan Keduabelas

Pekan Ketigabelas

Pekan Keempat Belas

Pekan Kelima Belas

Pekan Keenam Belas 

Pekan Ketujuh Belas 

Bukan Mainan Yang Membuat Anak – Anak Bahagia, Tamu Istimewa KB & TK Islam PB Soedirman Ini Buktinya

Bukan Mainan Yang Membuat Anak – Anak Bahagia, Tamu Istimewa KB & TK Islam PB Soedirman Ini Buktinya

Sebuah mainan memang menyenangkan anak. Tetapi, tidak dapat membahagiakan anak. Bahkan, bisa membuat nya menderita.

Dunia anak memang lah bermain. Bagi mereka, bermain seperti berkerja pada orang dewasa. Bermain tidak dapat di pisahkan dari mereka.

Dengan bermain, seorang anak dapat menggali banyak pengetahuan dan mengembangkan potensi yang ada pada diri mereka. Dengan nya, seorang anak juga akan memperoleh kebahagiaan.

Seperti orang dewasa, yang juga akan merasakan kebahagiaan dalam hati nya setelah selesai melakukan suatu perkerjaan yang menjadi kewajiban nya.

Semua orang tua mengetahui tentang perlu nya bermain bagi anak tersebut. Sehingga mereka menyediakan fasilitas bermain untuk anak – anak mereka. Mulai dari membelikan mainan yang sesuai untuk anak, hingga ada yang memberikan sesuatu yang bukan dan tidak aman untuk  di mainkan oleh anak, seperti gadget.

Dengan memberikan mainan kepada anak, sebagian orang tua merasa  sudah cukup memberikan perhatian kepada anak nya. Sehingga mereka pun nyaman berkerja, tanpa perlu lagi memberikan perhatian yang lain. Seperti, bermain bersama anak, membacakan buku atau sekadar mengobrol santai, mendengarkan ocehan sang buah hati.

Para orang tua yang demikian itu, yang diketahui nya hanya lah mainan saja sebagai bentuk perhatian yang perlu di berikan untuk membahagiakan anak. Cukup dengan di beri mainan seorang anak sudah bahagia dan besar nya nanti juga akan bahagia sehingga tidak bersifat ke kanak – kanakan.

Betulkah demikian, cukup dengan di berikan mainan seorang anak  dapat bahagia dan tumbuh dewasa dengan bahagia ?

Republika, pada tahun 2014 silam memberitakan, bahwa Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat, Netty Heryawan kaget dengan banyak nya anak yang kurang mendapatkan perhatian dari orang tua mereka, hingga mereka melakukan pelanggaran hukum.

Hal tersebut terungkap dari data yang didapatnya, dimana sebanyak 75 persen penghuni lapas yang sudah divonis hukuman seumur hidup ternyata pada masa kecilnya tidak mendapatkan kasih sayang dari ayah nya.

Sedangkan, sebanyak 92 pesen pengguna narkoba juga anak-anak yang kurang kasih sayang dari orang tua nya.

Termasuk yang bunuh diri 60 persen karena kurang perhatian dari orang tuanya. Juga, 78 persen pelaku  pemerkosaan serta pelaku tindak pidana korupsi juga seperti itu.

Itu lah data yang di ada, yang menunjukkan betapa penting dan berpengaruh nya perhatian orang tua terhadap anak – anak hingga dapat membentuk kepribadian mereka.

Perhatian yang di maksud, bukan sekadar memberikan anak fasilitas untuk bermain, seperti mobilan, boneka, robot – robotan atau gadget. Bukan itu. Melainkan, orang tua hadir di tengah – tengah anak. Mendengar kan celoteh kecil mereka. Merasakan tubuh kecil mereka bersandar, berpangku dengan penuh manja. Dan memberikan ucapan kepada anak sebagai penguat kasih sayang hingga membuat hati mereka tetap fitrah.

Telinga, mata, tubuh, akal dan hati anak menjadi tumbuh penuh kasih sayang ketika orang tua senantiasa hadir membersamai nya.

Sehingga mereka tumbuh dewasa menjadi pribadi yang baik,  memiliki cinta kasih dan teguh pendirian sebagaimana Nabi Yusuf as yang teguh pendirian nya, tidak tergoda  ketika  seorang ratu cantik mengajak nya untuk berbuat dosa, di karena kan dia teringat akan sang Ayah yang senantiasa membersamai nya pada saat beliau masih kanak – kanak.

Hadir nya orang tua merupakan kebahagiaan yang terbesar untuk anak. Kebahagiaan yang di rasa akan memperkuat fitrah dan akal mereka. Di karena kan saat usia kanak – kanak, otak mereka yang dominan berkerja adalah otak kanan, tempat nya kasih sayang berkerja.

Setiap anak pasti sangat bahagia ketika orang tua mereka membersamai aktifitas mereka. Seperti, yang sering saya temui pada peserta didik saya di sekolah, salah satu nya pada program Guru tamu. Mereka sangat bahagia ketika mengetahui orang tua mereka lah yang menjadi Guru tamu.

Anak – anak sangat bahagia ketika melihat orang tua mereka di depan kelas memberikan kegiatan seperti seorang Guru. Bukan hanya bahagia, mereka pun merasa bangga.

Padahal waktu nya hanya sebentar, tidak sampai setengah jam. Namun,kebersamaan yang singkat itu sudah bisa membuat mereka bahagia dan bangga. Dan pasti akan mereka kenang selama nya.

Alhamdulillah, pada pekan ini program Guru tamu dapat terlaksana kembali sehingga pengalaman istimewa anak – anak KB, TK Islam PB Soedirman bersama tamu istimewa mereka bertambah kuantitas dan kualitas nya di akal bawah sadar mereka. Dan tentu nya, sang anak yang orang tua nya menjadi Guru tamu sangat bahagia dan bangga.

Berikut tamu istimewa KB, TK Islam PB Soedirman pada pekan ini :

KB  : Tamu istimewa Kelompok Bermain pada pekan ini adalah Mamah nya Rhayyan Aqilla Aleddin. Mamah yang bernama Rabhita Cherry ini memberikan Rhayyan dan teman – teman nya pengalaman istimewa membuat Es Krim dari kertas origami dan stick es krim.

Mamah Rhayyan Bersama Kelompok Bermain

TK  A3 : Tamu istimewa TK A3 pada pekan ini adalah Mamah nya Rasyid. Mamah yang bernama Mutinanda Anggrelia S ini memberikan Rasyid dan teman – teman nya pengalaman istimewa membuat Mainan Kepala Binatang.

Mamah Radyid Bersama TK A3

TK  B1 : Tamu istimewa TK B1 pada pekan ini adalah Mamah nya Fahrezi. Mamah yang bernama Bedah Juarni ini memberikan Fahrezi dan teman – teman nya pengalaman istimewa membuat helikopter dari kertas origami.

Mamah Fahrezi Bersama TK B1

TK  B2  : Tamu istimewa TK B2 pada pekan ini adalah Mamah nya Arfa Fabiando. Mamah yang bernama Evy ini memberikan Arfa dan teman – teman nya pengalaman istimewa membuat bunga hias dengan bahan kertas warna, kulit kacang tanah dan sedotan.

Mamah Arfa Fabiando Bersama TK B2

TK  B3  :  Tamu istimewa TK B3 pada pekan ini adalah Mamah nya David. Mamah yang bernama Khaeru Nisa ini memberikan David dan teman – teman nya pengalaman istimewa membuat Kotak Serbaguna dari stik es krim.

Mamah David Bersama TK B3

Alhamdulillah, anak – anak KB, TK Islam PB Soedirman terlihat sangat bahagia dan bangga mengikuti kegiatan Guru tamu tersebut.

INFORMASI PENDAFTARAN PPDB 2019/2020

Melihat kebahagiaan mereka, saya jadi teringat tentang cerita seorang anak yang memiliki mainan banyak dan sekian uang, namun tidak mendapatkan kebahagiaan. Yang pada suatu malam anak tersebut bertanya kepada ayah nya yang selalu sibuk berkerja hingga tidak punya waktu untuk membersamai nya, menemani nya bermain.

“Ayah,  berapa bayaran ayah berkerja dalam satu jam di kantor ?”.

Setelah ia mengetahui bayaran ayah nya dalam satu jam. Ia meminjam uang kepada Ayah nya untuk menambahkan uang nya yang sekian itu. Dengan rasa heran sang ayah bertanya kepada nya.

” Untuk apa uang itu nak ?”.

Dengan penuh pengharapan anak tersebut menjawab. “Untuk membayar ayah bermain dengan ku, satu jam saja. Karena uang ku hanya cukup untuk membayar ayah satu jam saja. Mau kan ayah menemani ku bermain ?”.

Perkataan anak tersebut membuat hati sang ayah terhentak, hingga tubuh besar nya bergerak memeluk tubuh kecil anak nya. Dengan tetesan air mata, sang ayah meminta maaf kepada anak nya karena lebih mengutamakan perkerjaan nya hingga lupa meluangkan waktu untuk anak nya.

Wallohu’alam.

Terimakasih kepada Mamah – Mamah yang pada pekan ini telah meluangkan waktu nya untuk membersamai Ananda dan teman – teman nya di dalam kelas.

Silakan diklik Untuk Membaca Info Guru Tamu Sebelum nya :

Pekan Pertama 

Pekan Kedua 

Pekan Ketiga

Pekan Keempat

Pekan Kelima

Pekan Keenam

Pekan Ketujuh

Pekan Ketujuh KB 

Pekan Kedelapan

Pekan Kesembilan

Pekan Kesepuluh

Pekan Kesebelas

Pekan Keduabelas

Pekan Ketigabelas

Pekan Keempat Belas

Pekan Kelima Belas

Pekan Keenam Belas 

“Yang Penting, Berani Tampil”, Kelompok B TK Islam PB Soedirman Mengikuti Lomba Kreatifitas dan Olah Raga, Hasilnya Sangat Penting.

“Yang Penting, Berani Tampil”, Kelompok B TK Islam PB Soedirman Mengikuti Lomba Kreatifitas dan Olah Raga, Hasilnya Sangat Penting.

Hari ini Sabtu, 26 Januari 2019, Peserta didik Kelompok B TK Islam PB Soedirman mengikuti kegiatan lomba kreatifitas dan olah raga yang di selenggarakan oleh SD Islam PB Soedirman.

Sebelum berangkat menuju ke lokasi lomba, yang tidak jauh dari gedung sekolah kami, semua Kelompok B yang sudah hadir di sekolah dikumpulkan di aula sekolah.

Mereka dikumpulkan guna mengecek kelengkapan personil dari masing – masing lomba, dan setelah itu dilanjutkan dengan doa dan sedikit informasi untuk peserta didik dan para orang tua yang ikut mendampingi.

“Anak – anak ikut lomba bukan untuk dapat juara, bukan untuk dapat piala, bukan itu tujuan nya, yaa mamah dan papah, anak – anak juga. Tujuan nya supaya anak – anak tambah berani untuk tampil, jadi percaya diri. Dapat juara, Alhamdulillah. Tidak dapat, Alhamdulillah sudah hebat berani tampil”

Begitu lah ucapan Ibu Siti Maesaroh, seorang Guru Senior di TK Islam PB Soedirman, saat melepas Kelompok TK B yang akan mengikuti lomba tersebut.

Sebuah ucapan yang menegaskan tujuan di ikut sertakan nya Kelompok TK B pada lomba yang diselenggarakan dalam rangka perayaan Milad ke 48 SD Islam PB Soedirman itu.

Dan ucapan tersebut pun sejalan dengan ucapan para orang tua yang ikut mendampingi. “Yang penting, berani tampil”. Begitulah perkataan yang entah berapa kali penulis mendengar nya ketika mendampingi Kelompok TK B yang mengikuti lomba adzan dan saat menyaksikan lomba futsal.

Dengan demikian, berarti orang tua dan guru sangat sepakat, bahwa kegiatan lomba yang di ikuti oleh anak – anak adalah ajang untuk melatih kepercayaan diri mereka, menstimulus kecerdasan intrapersonal dan perkembangan sosial emosional mereka. Bukan untuk memperebutkan piala yang tidak seberapa harga nya.

Dan memang, perkembangan sosial emosional setiap anak berbeda meski kelompok usia mereka sama. Ketika di ruangan lomba adzan, perbedaan perkembangan mereka terdengar sangat jelas sekali.

Ada anak yang menangis, ingin nya di dampingi oleh orang tua nya. Ada anak yang hanya maju ke depan, setelah itu lupa dengan urutan kalimat adzan nya. Ada anak yang berani maju ke depan dan berani bersuara hingga kalimat terakhir, meski ditengah nya ada kalimat – kalimat yang tidak terucap. Ada juga yang berani maju dan lantang mengumandangkan adzan nya hingga selesai. Begitulah suasana diruangan tempat pelaksanaan lomba adzan yang penulis dengar dari balik pintu.

3 Muadzin TK B Islam PB Soedirman Saat Berlaga Di hadapan Dewan Juri

Dari ruangan lain pun, tidak berbeda. Ada yang menanyakan waktu pulang dan ada yang mengeluh tidak mau meneruskan mewarnai gambar nya.

INFORMASI PENDAFTARAN PPDB 2019/2020

Lebih seru lagi yang  berlaga di lapangan futsal. Seandai nya bola bundar yang mereka  tendang – tendang tidak beraturan itu bisa bersuara, pasti akan tertawa dan berteriak, “yaa Ampun..bocah, aku mau di apain sih, mau di kemanain, ihhh..lucu dehhh ?”.

Apa pun yang terjadi pada ajang lomba kreasi dan olah raga yang di ikuti oleh 20 lembaga pendidikan anak usia dini tersebut, itulah ke unikan perkembangan anak usia dini. Dan itu lah tahapan yang di capai oleh masing – masing anak.

Yang pasti,  keberanian mereka untuk tampil di depan umum sudah menjadi nilai yang sangat penting dan sangat berarti sebagai referensi guru dalam menentukan KBM di sekolah, terutama yang terkait dengan perkembangan sosial emosional, kecerdasan intrapersonal, dan perkembangan lain nya yang tampak pada lomba tersebut.

Alhamdulillah, meski bukan tujuan. Beberapa peserta didik memiliki keunggulan pada mata lomba yang ada. Di antara nya :

  1. Lomba Adzan, Mendapatkan Juara 2. Yaitu Ananda Aftan dari TK B2.
  2.  Lomba Puisi :  Mendapatkan Juara 3  Yaitu Ananda Alyssa dari TK B2. Dan Juara Harapan 3, Yaitu Ananda Jaffan dari TK B1.
  3. Lomba Hafalan Surat Pendek : Mendapatkan Juara Harapan 3, Yaitu Ananda Bintang dari TK B1.
  4. Sholat Berjama’ah Juara harapan 3
  5. Lomba Puitisasi Alquran Mendapatkan Juara Harapan 2
  6. Lomba Menari Mendapatkan Juara Harapan 2
  7. Lomba Melukis Mendapatkan Juara Harapan 1. Yaitu Ananda Shafa dari TK B1.
  8. Lomba Mewarnai gambar Mendapatkan Juara harapan 3, Yaitu Ananda Amira dari TK B1.
  9. Lomba Futsal Mendapatkan Juara Harapan 2.

Akhirnya, apa pun hasil yang di raih dan apa pun yang terjadi pada ajang lomba tersebut, “yang penting, berani tampil !”.

Dan yang lebih penting untuk Guru setelah menyaksikan peserta didik nya menunjukkan kemampuan nya pada ajang lomba kreasi dan olah raga tersebut adalah Guru bisa menampilkan kegiatan belajar di sekolah sesuai dengan tahapan dan kebutuhan perkembangan peserta didik nya.

Baca : Memperkuat Kepositifan Diri Peserta Didik KB,TK Islam PB Soedirman Bersama Tamu Istimewa

Memperkuat Kepositifan Diri Peserta Didik KB,TK Islam PB Soedirman Bersama Tamu Istimewa

Memperkuat Kepositifan Diri Peserta Didik KB,TK Islam PB Soedirman Bersama Tamu Istimewa

“Berpikir positif adalah sumber kekuatan dan sumber kebebasan. Disebut sumber kekuatan karena ia membantu kita memikirkan solusi sampai mendapatkannya, dengan begitu kita bertambah mahir, percaya diri dan kuat. Disebut sumber kebebasan karena dengannya kita akan terbebas dari penderitaan dan kungkungan pikiran negatif serta pengaruhnya pada fisik” (DR. Ibrahim Elfiky)

Anak usia dini adalah usia fitrah, usia yang masih sangat polos. Bukan Cuma sekadar polos, ternyata mereka juga tergolong manusia – manusia pemberani. Bahkan, keberanian mereka dapat melampui orang dewasa. Bukan mengada – ada. Inilah kenyataan dilapangan, terutama di lembaga pendidikan anak usia dini, tempat anak – anak berkreasi mengukir masa depan yang gemilang.

Anak usia dini adalah manusia pemberani. Dan itu bukan berlebihan, meski keberanian nya masih dalam hal yang sederhana dan seputar dunia mereka. Tetapi ada juga dalam hal yang tidak sederhana, hingga ada juga yang berisiko.

Anak usia dini tidak pernah takut dan ragu dalam bertindak terutama terhadap hal baru yang mereka dapatkan. Rasa ingin tahu yang mereka miliki menjadi pendorong keberanian mereka untuk berbuat.Tidak ada kata kegagalan dalam akal mereka, yang ada hanya keberhasilan dan kemampuan yang mereka akui dalam diri mereka sendiri.

Sangat berbeda dengan orang dewasa, yang akal nya sudah memiliki sekian keraguan yang ditambah dengan sekian ketakutan ketika ingin melakukan sesuatu, terutama sesuatu yang baru ditemui nya. Berkebalikan dengan anak usia dini. Orang dewasa memiliki sekian kata kegagalan dan ketidak mampuan dalam akal mereka, sehingga pengakuan terhadap kemampuan diri menjadi lemah.

Orang dewasa yang memandang sesuatu menggunakan pikiran yang negatif, atau bercampur dengan pikiran positif. Maka hanya menghasilkan keraguan dan ketakutan untuk bertindak. Jika ia bertindak pun,  bertindak nya tidak totalitas, sering mengeluh, mencari alasan dan jika tidak berhasil akan menyalahkan orang lain atau sesuatu diluar dirinya.

Berbeda dengan anak usia dini, mereka berani mengambil keputusan dan bertindak tanpa ragu, karena mereka melihat sesuatu yang baru mereka temui dengan pikiran yang positif. Pikiran positif mempengaruhi akal menjadi positif, yang kemudian membuat akal mereka konsentrasi pada hal yang positif, sehingga perasaan mereka menjadi positif dan pada akhirnya mendorong tubuh mereka untuk bertindak sesuai dengan yang mereka pikirkan. Meskipun hasilnya tidak sesuai, bahkan bisa negatif dari apa yang mereka bayangkan, namun mereka tidak menyalahkan orang lain atas ketidak berhasilan keputusan yang diambilnya. Dan mereka akan mencoba lagi hingga berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Itulah anak usia dini, mereka berani  bertindak dikarenakan pikiran mereka  positif. Terhadap apapun yang baru mereka temui, selagi menarik perhatian mereka, mereka memandangnya dengan pikiran yang positif. Tidak menggunakan atau menambah nya  dengan pikiran yang negatif.

Untuk itu sangat penting agar orang dewasa yang ada disekitar nya, terutama orang tua dan guru nya untuk menjaga pikiran mereka agar senantiasa positif ketika menghadapi sesuatu hal, terutama hal yang baru mereka temui.Agar mereka dapat tumbuh menjadi manusia yang senantiasa berpikir positif hingga dapat menghasilkan karya – karya yang positif.

KB,TK Islam PB Soedirman sebagai lembaga pendidikan anak usia dini yang sudah 43 tahun mengabdi mencetak genarasi  penerus bangsa yang cerdas dan religius, sangat memahami pentingnya menjaga dan membuat kegiatan yang dapat menstimulus dan memperkuat kepositifan akal  peserta didik nya. Salah satu program yang dibuat nya adalah program guru tamu.

INFORMASI PENDAFTARAN PPDB 2019/2020

Guru tamu adalah sebuah program guna menghadirkan dan memperkuat kepositifan akal peserta didik yang dilakukan oleh orang tua sebagai tamu istimewa bersama guru didalam kelas.

Alhamdulillah, pekan ini adalah pekan ke 16 program tersebut terlaksana. Berikut tamu istimewa pada pekan ini :

KB :  Tamu istimewa Kelompok Bermain pada pekan ini adalah Ibu Nina Namira. Orang tua dari Anargha Eruditya Pradhana tersebut mengajak Kelompok Bermain Amanah berani berkreasi membuat bekal makanan sehat, yaitu roti sandwich dan susu. Alhamdulillah, KB yang masih imut – imut sangat bersemangat berkreasi bersama membuat makanan sehat, tanpa ragu dan takut gagal.

Ibu Nina Namira Bersama KB Amanah

TK A2. : Tamu istimewa TK A2 pada pekan ini adalah Mamah nya Ozil. Mamah yang bernama Elviandani R.D, ini menanamkan nilai – nilai kepositifan kepada Ozil dan teman – teman nya melalui bercerita tentang “Hari Olahraga”. Sebuah cerita yang membuat TK A2 menjadi bertambah positif tentang olah raga dan merindukan olah raga.

Mamah Ozil Bersama TK A2

TK  B1  :  Tamu istimewa TK B1 pada pekan ini adalah Mamah nya Danendra. Mamah yang bernama Dewi Wulandari ini mengajak Danendra dan teman – teman nya untuk berani berkreasi membuat pesawat  berbahan botol aqua, kertas karton dan kertas warna. Alhamdulillah, Danendra dan teman – teman nya sangat bersemangat membuat nya, tanpa keraguan atau  pun takut gagal.

Mamah Danendra Bersama TK B1

TK  B2  : Tamu istimewa TK  B2 pada pekan ini adalah Bunda nya Faeza Gani. Bunda, sapaan sayang Faeyza Gani, yang bernama Ric Nurmala ini mengajak Faeyza Gani dan teman – teman nya berani berkreasi membuat mobil – mobilan berbahan kertas warna dan kertas karton. Alhamdulillah, TK B2 sangat bersemangat membuat nya, tanpa ragu atau pun takut gagal.

Mamah Faeyza Gani Bersama TK B2

TK  B3  : Tamu istimewa TK B3 pada pekan ini adalah Mamah nya Ano. Mamah yang bernama Nur Ajeng Riskie ini mengajak Ano dan teman – teman nya berani berkreasi membuat makanan Puding. Alhamdulillah, Ano dan teman – teman nya sangat bersemangat membuat puding, tanpa ragu dan enak hasil nya.

Mamah Ano Bersama TK B3

Terimakasih Mamah, Bunda yang telah meluangkan waktu nya untuk hadir menjadi tamu istimewa Ananda dan teman – teman nya di dalam kelas pada pekan ini. Insya Alloh apa yang Ananda dan teman – teman nya terima, akan menambah dan memperkuat kepositifan diri mereka.

Silakan diklik Untuk Membaca Info Guru Tamu Sebelum nya :

Pekan Pertama 

Pekan Kedua 

Pekan Ketiga

Pekan Keempat

Pekan Kelima

Pekan Keenam

Pekan Ketujuh

Pekan Ketujuh KB 

Pekan Kedelapan

Pekan Kesembilan

Pekan Kesepuluh

Pekan Kesebelas

Pekan Keduabelas

Pekan Ketigabelas

Pekan Keempat Belas

Pekan Kelima Belas

Tamu Istimewa TK Islam PB Soedirman Pekan Ini dan Ada Kelas Yang Merindukan nya !

Tamu Istimewa TK Islam PB Soedirman Pekan Ini dan Ada Kelas Yang Merindukan nya !

Program Guru Tamu yang menghadirkan tamu istimewa kedalam kelas setiap satu pekan sekali, ternyata kehadiran nya sangat dinantikan oleh anak – anak TK Islam PB Soedirman.

Anak – anak usia dini memang usia yang polos. Ulama menyebut nya usia fitrah, dan para ahli yang lain menyebut nya golden age.

Di sebut demikian, dikarenakan pada usia dini seorang anak seperti selembar kertas putih yang dapat di isi dengan berbagai goresan. Siapapun dapat menggoreskan tinta di atas nya. Dan dapat melipat kertas tersebut sesuai bentuk yang di inginkan.

Setiap kertas yang telah dilipat akan meninggalkan bekas lipatan ketika lipatan nya di buka. Dan bekas lipatan tersebut sangat sulit untuk dihilangkan.

Anak usia dini juga seperti tanah liat yang mudah di beri cap dan mudah di bentuk. Namun, untuk tanah liat bekas cap atau bentuk yang menempel pada nya dapat dihilangkan dengan mudah selama tanah liat tersebut masih basah. Setelah kering, ia akan berbentuk dan tidak dapat dirubah kembali.

Begitulah anak usia dini, mereka  sangat mudah menerima dan menyerap informasi apa pun yang di berikan kepada nya atau yang mereka temukan sendiri di lingkungan nya. Apa yang mereka dengar dan mereka lihat terekam kuat didalam memori akal  bawah sadar mereka.

Termasuk kebiasaan atau rutinitas harian yang biasa mereka peroleh dapat masuk ke dalam memori akal bawah sadar mereka dengan cepat hingga membentuk file kegiatan yang biasa mereka peroleh. Ketika kegiatan tersebut tidak mereka dapatkan pada biasanya, memori akal bawah sadar mereka akan menagih. Sehingga tubuh mungil mereka bereaksi dengan mempertanyakan nya.

Seperti yang di alami oleh anak – anak kelompok TK B2, kelas penulis mengajar. Mereka sudah terbiasa kedatangan tamu istimewa setiap hari kamis setelah jam makan. Waktu  tersebut sudah terekam kuat di memori mereka bahwa waktu tersebut adalah waktu hadir nya tamu istimewa yang berbagi kegiatan  kepada mereka.

Pada kamis pekan ini tidak ada tamu istimewa yang hadir ke kelas mereka dikarenakan para calon tamu istimewa mereka sedang ada perkerjaan yang tidak dapat di tinggalkan.

Maka, setelah selesai makan para peserta didik kelompok TK B2 mempertanyakan nya. Awal nya mereka bertanya, siapa yang menjadi guru tamu hari ini ?.

Setelah mereka tahu bahwa tidak ada tamu istimewa yang datang, serentak mereka berkata dengan nada kecewa. “Yahhhhhhh..kok ga ada sihhh. Kenapa ga ada ?”. ” iyaa kok ga ada sih ?”. Ucap mereka dengan wajah menyiratkan kekecewaan yang didasari oleh kerinduan.

Begitulah anak usia dini, memori akal bawah sadar nya sangat mudah di isi dan dapat permanen, bahkan sulit terkontaminasi. File kebiasaan yang telah ada dimemori akal bawah sadar mereka akan “menagih” pada waktu yang telah terjadwal di memori mereka. Dan akan terjadi kekecewaan jika tidak mendapatkan seperti biasanya.

INFORMASI PENDAFTARAN PPDB 2019/2020

Dan indah nya, kekecewaan tersebut akan berubah menjadi kerinduan. Jika kekecewaan nya terulang kembali, kerinduan nya semakin kuat. Namun, jika kekecewaan nya terus terulang, maka file kebiasaan yang telah terbentuk di akal bawah sadar nya akan rusak. Lambat laun dapat terdelete.

Yang pada akhirnya, bentuk positif yang ingin di capai oleh para pembentuk nya sulit tercapai, bahkan bisa gagal total. Untuk itu perlu ke konsistenan dalam memberikan sesuatu yang positif kepada anak usia dini.

Karena nya, KB, TK Islam PB Soedirman dalam kegiatan pembelajaran nya menerapkan prinsip konsisten dan berkesinambungan, yang juga merupakan salah satu prinsip pendidikan anak usia dini.

Salah satu nya ada pada kegiatan guru tamu, sebuah kegiatan yang menghadirkan tamu istimewa ke dalam kelas. Yang tidak lain, yang menjadi tamu istimewa adalah orang tua peserta didik.

Alhamdulillah, untuk pekan ini beberapa kelas ada tamu istimewa yang hadir sesuai jadwal nya. Berikut tamu istimewa TK Islam PB Soedirman pada pekan ini :

TK A1  : Kelompok TK A1 pada pekan ini kedatangan tamu istimewa yang membacakan buku cerita kepada mereka. Ia adalah Bunda Mika. Ibu yang biasa disapa bunda pipit ini membuat Mika dan teman – teman nya antusias menyimak cerita tentang “Farm”.

Bunda Mika Bersama TK A1

TK  B1  : Kelompok TK B1 pada pekan ini kedatangan tamu istimewa yang mengajak mereka berkreatifitas. Ia adalah Mamah Fabian. Dengan menggunakan kertas origami, lidi, mata – mataan dan lem, mamah yang bernama Yah Komariah ini membuat Fabian dan teman – teman nya antusias berkreasi.

Mamah Fabian Bersama TK B1

TK   B3  :  Kelompok TK  B3 pada pekan ini kedatangan tamu istimewa yang memberi mereka hadiah peluit. Ia adalah Mamah Gavyn, seorang Polisi Wanita (Polwan). Mamah yang bernama Dessy Rossel,SH ini memberikan pengetahuan tentang rambu – rambu lalu lintas kepada Gavyn dan teman – teman nya. Selain itu mereka juga di ajarkan cara meniup peluit beserta arahan gerakan tangan, seperti Bapak dan Ibu Polisi sedang mengatur lalu lintas. TK B3 sangat senang dan antusias mengikuti arahan Ibu Polwan yang bertugas di Polda Metro Jaya tersebut.

Mamah Gavyn Bersama TK B3
Gavyn dan Teman – Temannya Sedang Meniup Peluit Seperti Polisi

Terimakasih untuk Bunda, Mamah yang telah hadir menjadi tamu istimewa bagi anak – anak TK Islam PB Soedirman pada pekan ini. Bunda, Mamah bukan saja hadir menjadi tamu istimewa didalam kelas, tetapi  hadir juga didalam memori akal bawah sadar mereka membentuk file istimewa dan memperkuat file istimewa yang sudah ada.

Silakan diklik Untuk Membaca Info Guru Tamu Sebelum nya :

Pekan Pertama 

Pekan Kedua 

Pekan Ketiga

Pekan Keempat

Pekan Kelima

Pekan Keenam

Pekan Ketujuh

Pekan Ketujuh KB 

Pekan Kedelapan

Pekan Kesembilan

Pekan Kesepuluh

Pekan Kesebelas

Pekan Keduabelas

Pekan Ketigabelas

Pekan Keempat Belas

Kebahagiaan Acara Milad Ke 43 KB, TK Islam PB Soedirman, Anak Yatim Pun Ikut Bahagia

Kebahagiaan Acara Milad Ke 43 KB, TK Islam PB Soedirman, Anak Yatim Pun Ikut Bahagia

Pada hari Sabtu 12 Januari 2019, lembaga pendidikan  KB,TK Islam PB Soedirman tepat berusia 43 Tahun. Usia yang sudah tidak muda lagi dan sudah mendekati separuh abad. Tentu, sudah banyak kenikmatan yang dirasakan nya selama itu.

Untuk itu, sebagai rasa syukur kepada Alloh swt atas nikmat yang diberikan kepada lembaga pendidikan anak usia dini ini, pada hari tersebut segenap seluruh keluarga besar KB,TK Islam PB Soedirman mengadakan acara syukuran dengan berbagi kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Dan dilanjutkan dengan acara Family Day, yang berisi kegiatan aneka lomba untuk peserta didik bersama orang tua mereka.

Kegiatan dalam rangka milad ke 43 tahun tersebut diselenggarakan di Aula Masjid Yasma PB Soedirman, dengan bertindak sebagai pembawa acara adalah Ibu Nining dan Pak Fajar. Para orang tua peserta didik KB dan TK, para guru dan karyawan, serta tamu undangan, duduk bersama dalam suasana kekeluargaan penuh kebahagiaan. Turut hadir Ketua Majelis Dikdasmen Yasma PB Soedirman, Bapak Drs. H.Nur Alam, MA

Pak Fajar (Guru TK B2) dan Ibu Nining (Guru TK A2) MC Acara

Acara yang rutin dilakukan setiap tahun ini di awali dengan pembacaan kalam ilahi yang dibacakan oleh ananda Aftan, peserta didik kelompok TK B2. Dihadapan para orang tua peserta didik. tamu undangan dan peserta didik yang lain, ananda Afttan membaca surat Al insyirah tanpa melihat mushaf.

Ananda Membaca Surat Al – insyiroh

Perayaan milad kali ini mengusung tema “Meraih Keberkahan Keluarga Melalui Cinta dan Berbagi Dengan Sesama”. Harapan nya, semoga dengan berbagi kepada sesama yang membutuh kan,  keberkahan dapat hadir dan selalu membersamai keluarga besar KB,TK Islam PB Soedirman. Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh Ibu Fri Corina Sandrawati,S.Si pada sambutan nya.

“Semoga dengan kita berbagi, kita mendapatkan keberkahan dari Alloh swt. Sekolah kita selalu mendapatkan kebaikan”. Harapan Ibu Fri Corina Sandrawati,S.Si selaku Kepala KB, TK Islam PB Soedirman pada sambutan nya.

Ibu Fri Corina Sandrawati, S.Si Saat Memberi Sambutan

Berbagi kepada sesama yang membutuhkan merupakan salah satu cara untuk bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Alloh swt. Dengan bersyukur kepada nya maka Alloh swt akan menambahkan nikmatnya, namun jika mengingkari nikmatnya maka Alloh swt akan memberikan kebalikan dari nikmat yaitu azab.

Berbagi sesuatu kepada sesama yang membutuhkan, seperti anak yatim dan dhuafa, pada hakikat nya kita berbagi kebahagiaan kepada mereka. Ketika mereka berbahagia, Insya Alloh, Alloh swt ikut berbahagia (Ridho) sehingga berkenan memberikan keberkahan nya dan mengabulkan segala permohonan keluarga besar KB,TK Islam PB Soedirman.

Dan untuk masa depan yang lebih baik hendaknya seseorang melakukan intropeksi diri atas perbuatan yang telah dilakukan nya, yang sedang dilakukannya dan yang akan dilakukan nya.

Bersyukur dan intropeksi diri akan menjadi sebuah kekuatan jika diawali dengan keimanan yang benar kepada Alloh swt.
Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Drs. H. Nur Alam, MA pada sambutannya. Untuk memperkuat tentang keberkahan bersyukur yang disampaikan nya, beliau membacakan  Al – Qur’an Surat Ibrahim ayat  7 :

Yang Artinya : “dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Bapak Drs.H.Nur Alam,MA Saat Memberi Sambutan

Ucapan terimakasih dari Ibu Fri Corina Sandra wati,S.Si dan Bapak Drs.Nur Alam, MA untuk semua pihak yang telah berkerja sama kepada KB, TK Islam PB Soedirman dalam menjalankan amanah mencerdaskan anak bangsa selama 43 tahun. Dan juga kepada pihak – pihak yang telah berkerja sama untuk mengadakan acara perayaan Milad ini, beliau berdua mengucapkan terimakasih, terutama kepada orang tua peserta didik, terkhusus yang tergabung dalam kepengurusan komite sekolah.

Kedua nya juga sangat mengapresiasi kerja sama para orang tua peserta didik selama ini, yang telah mempercayakan pendidikan putra – putri nya kepada KB,TK Islam PB Soedirman.

Sebelum acara  penyerahan bingkisan kepada anak yatim yang hadir, ada acara pemotongan kue bertuliskan 43 Tahun yang dilakukan oleh Ibu Fri Corina Sandrawati, S.Si. Dengan mengucap bismillah beliau memotong kue tersebut dengan di iringi nyanyian “jika umurku bertambah” oleh para guru dan hadirin yang ada, yang kemudian potongan kue tersebut beliau berikan  kepada ibu Ketua Komite Sekolah, Ibu Facilia dan  juga kepada Bapak Drs.Nur Alam,MA.

Ibu Kepala KB,TK Islam PB Soedirman Memotong Kue 43 Tahun

Untuk acara berbagi kepada sesama yang membutuhkan pihak sekolah telah menyiapkan 70 bingkisan sembako, alat belajar dan uang tunai. Kesemua nya itu ada yang diberikan langsug kepada anak yatim yang berada dibawah binaan Masjid PB Soedirman. Dan ada yang dipersiapkan untuk  kaum dhuafa yang tinggal dilingkungan rumah para guru dan karyawan  KB, TK Islam PB Soedirman. Para dhuafa tersebut mengambil langsung ke sekolah pada jam setelah selesai acara family day.

Anak – Anak Yatim Yang Turut Berbahagia Bersama

Selesai penyerahan bingkisan, acara  dilanjutkan dengan kegiatan Family Day. Kegiatan ini berisikan aneka lomba yang harus di ikuti oleh para orang tua peserta didik bersama  anak nya.

Dengan dilempar kan nya ring ke tiang ring hingga tesangkut, yang dilakukan oleh Bapak Drs.Nur Alam, MA, maka acara Family Day resmi dibuka.

 

Maka para orang tua peserta didik bersama anak nya sudah diperbolehkan untuk menuju ke arena lomba yang ingin di ikuti nya. Pada kali ini, panitia telah menyiapkan 6 mata lomba, yaitu Bola Keranjang, Mengipas Balon, Gelang Cincin, Memindahkan Bola Pingpong Dengan Karton,Memindahkan Bola Menggunakan Jaring dan Melempar Gelang.

Bapak Drs.H.Nur Alam,MA Saat Membuka Acara Family Day

Namun, sebagai pemanasan, para peserta family day melakukan senam bersama bapak dan ibu guru KB,TK Islam PB Soedirman. Terlihat para orang tua peserta didik sangat antusias mengikuti senam, gerakan mereka tidak kalah semangat nya dengan anak – anak mereka. Selesai senam, mereka langsung menuju ke arena lomba yang telah disiapkan oleh panitia.

Para peserta family day yang telah mengikuti semua lomba, yang ditandai dengan terisi bintang semua kolom pada name tag yang digunakan nya, dapat mengambil trophy kenang – kenangan dari sekolah.

Semua peserta family day sangat antusias mengikuti semua lomba yang ada. Orang tua dan anak saling berkerja sama untuk menyelesaikan lomba yang di ikuti nya dengan baik.Terlihat keceriaan mereka dan terdengar suara mereka yang bergembira penuh semangat.

Para Orang Tua Mengikuti Lomba Bersama Anak Mereka
Lomba Memindahkan Bola Pingpong

Keceriaan anak – anak bertambah, setelah mereka berhasil menukarkan name tag yang penuh bintang  dengan trophy kenang – kenangan dari sekolah. “yeeee, aku dapat piala, hore” ucap salah seorang peserta didik dengan gembiranya.

Peserta Didik TK A Saat Mendapatkan Trophy

INFORMASI PENDAFTARAN PPDB 2019/2020

Semoga keluarga besar KB,TK Islam PB Soedirman senantiasa diberkahi dan diridhoi oleh Alloh swt. Dan mendapatkan pahala yang terus mengalir dari bingkisan yang telah diberikan kepada sesama yang membutuhkan.

Dan semoga KB, TK Islam PB Soedirman dapat terus mengabdi kepada bangsa dan negara dengan sebaik – baik nya guna mencetak generasi penerus bangsa yang beriman, berhlak mulia dan berilmu.Aaaminn..

Tamu Istimewa Ini Membentuk File Akal Bawah Sadar Kelompok B TK Islam PB Soedirman

Tamu Istimewa Ini Membentuk File Akal Bawah Sadar Kelompok B TK Islam PB Soedirman

TK B Islam PB Soedirman pada pekan ini mendapatkan pengalaman dari tamu istimewa yang membentuk dan memperkuat file pada akal bawah sadar mereka.

Libur semester satu telah selesai, kini anak – anak kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Dan pekan ini merupakan pekan pertama mereka bersekolah pada semester dua tahun ini.

Selama liburan semester satu yang berlangsung selama dua pekan para peserta didik belajar di rumah, home schooling, bersama guru pertama dan utama mereka yaitu orang tua mereka sendiri.

Para peserta didik banyak bercerita tentang pengalaman mereka selama home schooling. Ada yang bercerita suka cita tentang pengalaman  nya berwisata keluar negeri.

Ada juga yang bercerita duka cita tentang pengalaman nya selama home schooling. Ada yang sakit sehingga tidak dapat berkunjung ke mana – mana. Ada yang bercerita tentang salah seorang anggota keluarga nya yang meninggal dunia.

Pengalaman belajar tersebut yang mereka dapatkan selama home schooling sangat berkesan bagi mereka, sehingga mereka dapat menceritakan dengan lancar kepada teman – teman dan guru di sekolah.

Baca : Jelang Back To Home Schooling TK Islam PB Soedirman

Pengalaman mereka selama home schooling telah tersimpan rapih menjadi file pada akal bawah sadar mereka dan menjadi data pendukung yang membersamai tumbuh kembang mereka. Data tersebut sewaktu – waktu dapat mereka gunakan ketika di butuhkan saat mereka berinteraksi atau saat mereka menemukan situasi yang sejenis dengan pengalaman yang telah tersimpan tersebut.

Dan file tersebut pun akan bertambah kekuatan nya ketika mereka memperoleh kembali pengalaman serupa atau pengalaman lain yang mendukung file tersebut. Sehingga terbentuk lah file – file pengalaman lain di akal bawah sadar mereka.

Semakin beragam  pengalaman yang mereka dapatkan  maka semakin banyak file pengalaman yang terbentuk. Semakin banyak file pengalaman, maka semakin banyak referensi yang dapat mereka gunakan ketika dibutuhkan.

Semakin banyak pengalaman yang didapat oleh seorang anak dari lingkungan nya, maka semakin cepat pertumbuhan dan perkembangan nya. Sehingga menjadikan mereka semakin siap untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjut nya.

Itulah tujuan pendidikan anak usia dini. Sebagaimana yang di nyatakan oleh pemerintah kita dalam undang – undang  No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1, pasal 1, butir 14 bahwa “Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan ruhani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”.

INFORMASI PENDAFTARAN PPDB 2019/2020

Pengalaman yang mereka peroleh selama home schooling merupakan rangsangan pendidikan yang dapat membantu proses tumbuh kembang, hingga mereka memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya.

Kini mereka telah back to school dan pada semester dua ini mereka kembali mendapatkan pengalaman – pengalaman belajar yang semakin memperkuat file yang telah ada di akal bawah sadar mereka.

Dan back to school bukan berarti stop belajar dan tidak ada interaksi pengalaman dengan guru utama dan pertama mereka di rumah (home). Karena nya pada pekan pertama di semester dua ini kelompok TK B mendapatkan pengalaman dari guru ulama dan pertama home schooling yang hadir ke dalam kelas menjadi tamu istimewa mereka.

Berikut tamu istimewa TK B Islam PB Soedirman yang hadir di pekan pertama pada semester dua ini, yang menambah pengalaman istimewa mereka :

TK  B1  : Mamah Rara adalah tamu istimewa TK B1 pekan ini. Dengan membawa bola kecil, stik es krim, kapas, double tip, bentuk kepala dan ekor, mamah yang bernama Trias Wulandari ini mengajak Rara dan teman – teman nya berkreasi membuat boneka Shaun the sheep. Ia membentuk dan memperkuat file kreatifitas Rara dan teman – teman nya yang sangat antusias mengikuti kegiatan berkreasi tersebut.

TK B1 Bersama Mamah Rara

TK  B2  : Tamu istimewa TK B2 pada pekan ini adalah seorang ibu dokter. Biasanya seorang dokter menyampaikan tentang kesehatan, namun ibu dokter yang satu ini berbeda. Ia mengajak anak – anak TK B2 berkreasi membuat shaun the sheep menggunakan beberapa bahan yaitu cup plastik kecil, kapas, double tip dan stik.

Ibu dokter yang telah membentuk dan memperkuat file kreatifitas anak – anak TK B2 adalah dr.dian novianti, Mamah nya Khanza.

TK B2 Bersama Mamah Khanza

TK  B3  :  Tamu istimewa TK B3 pada pekan ini adalah Mamah Naureen. Mamah yang bernama Adriyanti ini membuat Naureen dan teman – teman nya antusias mendengarkan cerita tentang hewan – hewan yang ada di laut. Dan dengan menggunakan buku cerita ia telah membentuk dan memperkuat file kognitif Naureen dan teman – teman nya tentang aneka hewan laut.

TK B3 Bersama Mamah Naureen

Terimakasih Mamah Rara, Mamah Khanza dan Mamah Naureen yang telah meluangkan waktu nya untuk memberikan pengalaman berkesan kepada anak – anak TK B Islam PB Soedirman di pekan pertama semester dua ini.

Silakan diklik Untuk Membaca Info Guru Tamu Pada Semester Satu :

Pekan Pertama 

Pekan Kedua 

Pekan Ketiga

Pekan Keempat

Pekan Kelima

Pekan Keenam

Pekan Ketujuh

Pekan Ketujuh KB 

Pekan Kedelapan

Pekan Kesembilan

Pekan Kesepuluh

Pekan Kesebelas

Pekan Keduabelas

Pekan Ketigabelas

Dua Cara Simple Menumbuhkan Guru Blogger Di PAUD

Dua Cara Simple Menumbuhkan Guru Blogger Di PAUD

Foto Dokumentasi Pribadi

Mengembangkan ekosistem Teknologi Informasi  dan Komunikasi  (TIK ) pada lembaga satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bukan lah perkara yang  mudah, namun juga bukan perkara yang sulit. Dimana ada keinginan disitu terbentang  jalan untuk mewujudkan keinginan tersebut. Tinggal, mau atau tidak untuk menempuh jalan yang telah dibentangkan oleh sang pencipta tersebut.

Teknologi Informasi dan Komunikasi pada masa kini sudah bukan lagi sesuatu yang langka, melainkan sudah menjadi kebutuhan  setiap individu  bahkan sudah menjadi gaya hidup. Setiap orang memiliki alat komunikasi yang senantiasa dibawa  saat berpergian, mulai dari anak – anak hingga lansia memiliki alat komunikasi tersebut.  Dengan alat komunikasi nya tersebut setiap orang dapat dengan mudah mendapatkan informasi baik yang dibutuhkan maupun yang hadir tanpa dikehendaki oleh nya.

Dunia sudah berada digenggaman tangan mereka. Setiap peristiwa yang terjadi diberbagai belahan dunia dapat dengan cepat diketahuinya. Lautan  yang terbentang luas bukan lagi penghalang untuk memperoleh lautan informasi dari berbagai daratan di muka bumi ini. Ribuan kilometer perjalanan bukan lagi kendala waktu bagi setiap orang untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain yang berbeda wilayah dalam waktu sangat cepat.

Teknologi Informasi dan Komunikasi begitu sangat memudahkan setiap orang untuk memperoleh informasi. Bukan hanya itu, TIK juga memudahkan orang untuk melakukan sesuatu guna memenuhi kebutuhan hidup nya. Seperti, saat membutuhkan alat transportasi, mereka tinggal klik aplikasi online penyedia jasa transpotasi yang dikehendaki. Membutuhkan barang keperluan rumah tangga, mereka tinggal klik aplikasi toko  online yang dikehendaki. Bahkan, ingin mendaftar sekolah, mereka tinggal browsing sekolah yang dikehendaki, dan mereka juga bisa mendaftar melalui online.

Teknologi Informasi dan Komunikasi bukan hanya membantu memudahkan individu untuk memenuhi kebutuhan hidup nya, melainkan  juga dapat membantu lembaga atau organisasi untuk mensosialisasikan tentang lembaga dan kegiatan dilembaga nya kepada masyarakat luas. Seperti, di lembaga pendidikan anak usia dini, dapat menggunakan nya untuk  menginformasikan kegiatan – kegiatan utamanya  kepada orang tua peserta didik dan juga masyarakat luas melalui  blog atau web site resmi nya.

Seperti yang dilakukan oleh KB,TK Islam PB Soedirman ini, yang senantiasa mensosialisasikan kegiatan nya di website resminya ini. Bukan hanya kegiatan, informasi penerimaan peserta didik baru pun dapat dengan mudah diketahui oleh masyarakat yang ingin mendaftarkan putra – putrinya, mereka tinggal browsing.  Bahkan mereka dapat mendaftar secara online melalui website.

Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi di lembaga pendidikan anak usia dini memang tidak seperti dilembaga pendidikan pada jenjang  di atas nya, seperti Sekolah Dasar atau Sekolah Menengah. Terutama  untuk lembaga pendidikan anak usia dini yang memiliki keterbatasan sarana prasarana untuk menggunakan TIK dalam keseharian nya.

Saat ini, mayoritas lembaga pendidikan anak usia dini menggunakan TIK hanya sebatas media informasi untuk menyampaikan informasi kepada orang tua peserta didik melalui grup whatasap, atau mensosialisasikan kegiatan nya di sosial media seperti face book dan instagram, itupun dengan jangkauan masyarakat yang terbatas.

Selain sarana prasarana yang kurang mendukung, keadaan sumber daya manusia juga menjadi  perkerjaan rumah setiap lembaga PAUD, yaitu tidak adanya pendidik yang memiliki kompetensi untuk menggunakanTIK sebagai sarana untuk mensosialisasikan  kegiatan sekolah melalui sebuah tulisan di media online seperti blog atau web site. Padahal, tersedia blog tanpa biaya yang dapat dimanfaatkan oleh lembaga. Hanya bermodalkan kuota internet mereka sudah dapat mempublikasikan lembaga pendidikan mereka.

Untuk itu perlunya organisasi terkait seperti Ikatan Guru Taman Kanak – Kanak Indonesia (IGTKI), Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (HIMPAUDI) dan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) untuk mengadakan kegiatan pelatihan TIK guna meningkatkan kompetensi para pendidik yang berada dibawah naungan nya agar dapat memanfaatkan keberadaan media TIK, terutama kemampuan untuk dapat menggunakan media Blog yang tidak berbayar. Sebagaimana yang sering di adakan oleh Komunitas Sejuta Guru Ngeblog.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa hanya sebagian kecil lembaga pendidikan anak usia dini yang memiliki dukungan pendanaan yang memadai guna pengadaan sarana prasaran penunjang TIK .Mayoritas lembaga PAUD mengalami keterbatasan dana, jangankan untuk sarana TIK, untuk sarana prasarana pembelajaran yang standar pun mereka masih  perlu usaha keras untuk dapat mewujudkan nya. Karena itu, perlu adanya  organisasi  yang memberikan pelatihan untuk membantu mereka agar dapat memanfaatkan sarana TIK yang minim biaya seperti menggunakan blog tidak berbayar yang ada.

Blogspot.com, Blogger.com merupakan dua penyedia blog tanpa berbayar yang dapat digunakan oleh lembaga PAUD yang minim pendanaan nya.

Apakah cukup membekali pendidik dengan kompetensi membuat blog  agar dapat membantu sosialisasi lembaga nya ?

Jawaban nya, tentu tidak. Karena banyak pendidik yang memiliki blog namun hanya aktif di awal saja, bersemangat saat membuat blog nya saja, selanjutnya mereka lupa dengan password nya, bahkan lupa dengan nama blog yang telah dibuat nya. Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Wijayah Kusumah, pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang aktif menulis  dan pemilik blog wijayalabs.com,  pada tulisannya di website PGRI yang berjudul  Peran Guru Blogger.

Keadaan tersebut disebabkan oleh rendah nya kompetensi menulis yang dimiliki pendidik yang membuat blog. Akhirnya, mereka mengalami kesulitan untuk menuangkan gagasan – gagasan yang ada pada lembaga nya menjadi informasi berbentuk tulisan di blog atau web site.

Karenanya memberikan pelatihan kompetensi membuat blog  saja kepada pendidik tidak lah cukup. Pendidik juga perlu dibekali kompetensi menulis, baik menulis artikel ilmiah atau artikel popular ilmiah, atau pun menulis berita.

Menulis merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh seseorang yang ingin menekuni dunia blog. Sebagaimana yang kita ketahui, dunia blog atau website yang menjadi  media informasi utamanya adalah tulisan. Setiap kegiatan di informasikan melalui tulisan. Setiap kepentingan lembaga di informasikan melalui tulisan. Karena nya dibutuhkan keahlian dalam menulis agar blog atau website nya aktif, update dengan berbagai informasi.

Maka untuk mengembangkan ekosistem di lembaga pendidikan anak usia dini ada dua hal penting yang harus dilakukan oleh organisasi terkait seperti IGTKI, IGRA dan HIMPAUDI atau oleh kepala lembaga itu sendiri seperti ketua yayasan atau kepala sekolah, yaitu yang pertama  adakan pelatihan TIK untuk para pendidik agar dapat membuat blog  hingga dapat  menggunakan blog  tidak berbayar yang tersedia  untuk membantu  publikasi lembaga nya . Kedua, adakan pelatihan menulis, minimal pelatihan menulis artikel dan berita, untuk para pendidik  agar dapat menuliskan setiap kegiatan dan informasi penting yang ada di lembaga nya  pada blog lembaga nya sehingga blog nya terus aktif.

Dengan dua hal tersebut  harapan untuk menghadirkan guru blogger PGRI yang dapat mengembangkan ekosistem sekolah berbasis TIK pada pendidikan anak usia dini dapat terwujud terutama pada lembaga PAUD yang minim pendanaan nya.

Demikian ulasan singkat ini, semoga di setiap satuan pendidikan anak usia dini hadir guru blogger yang dapat membangun ekosistem TIK di lembaga nya.

Oleh : Firman Mudiana Fajar (Aa Fajar)

Guru TK B Islam PB Soedirman

Jelang Back To Home Schooling, Peserta Didik KB, TK Islam PB Soedirman Tetap Kedatangan Tamu Istimewa

Jelang Back To Home Schooling, Peserta Didik KB, TK Islam PB Soedirman Tetap Kedatangan Tamu Istimewa

Menjelang berakhirnya kegiatan pembelajaran semester pertama pada tahun ajaran ini, kegiatan menghadirkan tamu istimewa tetap terlaksana seperti sedia kala.

Kegiatan pembelajaran di KB, TK Islam PB Soedirman yang menggunakan sistem tematik sesuai kurikulum PAUD 2013 akan segera berakhir ditandai dengan tuntas nya pembahasan tema pada pekan ini. Semua guru sentra pun telah merampungkan laporan perkembangan semua peserta didik selama mengikuti kegiatan di sentra nya.

Dan pekan depan adalah jadwal orang tua untuk menerima laporan perkembangan anak mereka yang dibuat oleh guru kelas nya. Setelah itu anak – anak tidak belajar disekolah selama dua pekan, alias libur sekolah.

Menjelang libur sekolah ini, ada hal yang perlu di ingat kembali oleh orang tua. Bahwa guru di  sekolah hanyalah mitra orang tua dalam membersamai tumbuh kembang anak, bukan sebagai guru utamanya. Orang tua lah guru pertama dan utama bagi anak dan rumah adalah sekolah pertama dan yang utama bagi anak.

Karena itu, pada hakikat nya liburan adalah back to home schooling. Iya, anak kembali belajar dirumah bersama orang tua mereka secara penuh, every time. Inilah pendidikan Full Day School yang sesungguh nya, dengan orang tua yang berperan penuh sebagai guru nya.

Dan juga, hal yang perlu orang tua ingat kembali yaitu, bahwasanya keberkembangan yang telah diraih oleh anak selama belajar di sekolah pada semester pertama sangat di tentukan keberlanjutan nya pada back to home schooling tersebut. Oleh karena nya, sangat penting bapak guru dan ibu guru di rumah nanti untuk menjaga, serta meningkatkan perkembangan anak yang telah dicapai nya selama disekolah.

INFORMASI PENDAFTARAN PPDB 2019/2020

Tentu banyak perkembangan yang telah dicapai oleh para peserta didik KB, TK Islam PB Soedirman selama semester pertama ini sesuai domain perkembangan yang ada, melalui kegiatan yang telah di desain oleh pihak sekolah. Salah satu nya adalah melalui kegiatan yang menghadirkan tamu istimewa kedalam kelas untuk membersamai anak yaitu program guru tamu yang di adakan satu kali dalam sepekan.

Alhamdulillah. Jelang back to home schooling, peserta didik KB, TK Islam PB Soedirman tetap kehadiran tamu istimewa nya pada pekan ini. Berikut tamu istimewa mereka pada pekan ini :

KB  : Alhamdulillah, menjelang back to home schooling, Kelompok Bermain kedatangan tamu istimewa nya yaitu Mamah Sangga Sundawa. Pada pekan ini mamah yang bernama Herni ini mengajak Kelompok Bermain berkreasi bersama membuat tempat pensil dari limbah gulungan plastik.

Mamah Sangga Sundawa Bersama Kelompok Bermain

TK  A1  : Yang menjadi tamu istimewa kelompok TK A1 pada jelang back to home schooling ini adalah Mamah Zafran. Mamah yang bernama Miranti ini, mengajak Zafran dan teman – teman nya berkreasi bersama membuat amplop yang cantik. Pastinya, Kelompok TK A1 sangat antusias mengikuti nya.

Mamah Zafran Bersama Kelompok A1

TK  A2  : Pada jelang back to home schooling ini yang menjadi tamu istimewa Kelompok TK A2 adalah Mamah Shaum. Pada kesempatan ini, Shaum dan teman – teman nya mendapatkan informasi baru melalui cerita “Aku Suka Minum Susu” dan “Aku Tidur Sendiri” yang diceritakan oleh Mamah shaum. Dan asik nya, beliau memberikan hadiah menarik untuk anak yang bisa menjawab pertanyaan dari nya.

Mamah Shaum Bersama Kelompok A2

TK  B1  : Pada jelang back to home schooling ini, yang menjadi tamu istimewa Kelompok B1 adalah Mamah Rayyan. Dengan menggunakan bahan piring kertas, kertas origami, cat warna, mata – mataan dan lem, Mamah yang bernama Siti Mahmudah ini mengajak Rayyan dan teman – teman nya berkreatifitas membuat ikan.

Mamah Rayyan Bersama Kelompok B1

TK   B2  : Alhamdulillah, menjelang back to home schooling, Kelompok B2 kedatangan tamu istimewa nya yaitu Mamah Ghani Kasabi. Mamah yang biasa disapa Ibu dewi ini, mengajak Ghani Kasabi dan teman – teman nya berkreasi bersama melengkapi gambar dengan kertas origami dan krayon. Alhamdulillah, mereka sangat antusias mengikuti langkah demi langkah membuat kreatifitas tersebut.

Mamah Ghani Kasabi Bersama Kelompok B2

TK   B3  : Alhamdulillah, untuk Kelompok B3 pada jelang back to home schooling ini kedatangan tamu istimewa yang memberi mereka pengetahuan tentang bagaimana gunung merapi meletus. Tamu istimewa mereka tersebut adalah Mamah Abilio, dengan miniatur gunung merapi dan beberapa bahan sebagai pendukung ilustrasi, Mamah yang bernama Astrie Swastika Dewi ini membuat Abilio dan teman – teman nya takjub.

Mamah Abilio Bersama Kelompok B3

Terimakasih teruntuk orang tua yang telah menjadi tamu istimewa pada pekan ini guna membersamai peserta didik pada jelang back to home schooling mereka. Semoga kebersamaan tersebut menjadi kesan  positif yang membentuk file positif pada memori mereka hingga dapat membantu keterjagaan dan  meningkat nya perkembangan mereka ketika home schooling nanti.

Silakan diklik Untuk Membaca Guru Tamu Sebelum nya :

Pekan Pertama 

Pekan Kedua 

Pekan Ketiga

Pekan Keempat

Pekan Kelima

Pekan Keenam

Pekan Ketujuh

Pekan Ketujuh KB 

Pekan Kedelapan

Pekan Kesembilan

Pekan Kesepuluh

Pekan Kesebelas

Pekan Keduabelas

Kognitif Peserta Didik TK Islam PB Soedirman Berkembang Melalui Pengalaman Positif Bersama Guru Istimewa Mereka

Kognitif Peserta Didik TK Islam PB Soedirman Berkembang Melalui Pengalaman Positif Bersama Guru Istimewa Mereka

Peserta didik TK Islam PB Soedirman pada pekan pertama di bulan desember ini kembali mendapatkan pengalaman positif dari tamu istimewa mereka melalui Program Guru Tamu.

Pengalaman adalah peristiwa yang dialami oleh seseorang yang berpotensi membentuk kepribadian nya, terutama jika yang mengalami peristiwa adalah seorang yang keadaan diri nya sangat rentan terpengaruh oleh sesuatu yang datang dari luar dirinya. Para pakar pendidikan menyebut masa “rentan terpengaruh” tersebut dengan “masa krisis” yang hanya terjadi saat usia dini.

Usia dini disebut demikian karena merupakan masa terpenting dan genting pada kehidupan seseorang yang terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Dimana pada masa tersebut kuantitas dan kualitas tubuh seorang anak meningkat pesat seiring bertambah nya usia mereka, berkembangnya otak mereka dan pengalaman yang diberikan oleh ingkungan sekitar mereka.  Artinya tumbuh kembang seorang anak selain dipengaruhi oleh usia, perkembangan otak, juga dipengaruhi oleh pengalaman yang diperoleh nya dari orang dewasa atau anak lain yang sudah matang perkembangan nya di sekitar nya.

Salah satu aspek pada diri anak yang mengalami perkembangan pesat adalah aspek kognitif.  Aspek yang menentukan kemampuan seseorang dalam menerima, menyimpan, mengelola dan menggunakan pengetahuan.

Perkembangan kognitif yang baik pada seorang anak, dapat memudahkan anak untuk menggunakan pengetahuan yang telah diperoleh nya untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar nya baik di lingkungan rumah, lingkungan sekolah maupun lingkungan sosial lainnya.

Anak usia dini memang unik. Meski tahapan perkembangan mereka sama, namun perkembangan mereka bersifat individualis. Artinya setiap anak perkembangan nya berbeda meski usia mereka sama dan dalam lingkungan yang sama, seperti dalam satu kelas.

Perbedaan tersebut terjadi disebabkan oleh beda nya kuantitas dan kualitas pengalaman positif  yang diperoleh seorang anak dari lingkungan sekitar nya, terutama dari lingkungan utama mereka yaitu lingkungan keluarga. Semakin luas pengalaman positif yang anak peroleh dari lingkungan, maka perkembangan kognitif nya semakin berpeluang berkembang dengan baik dan pesat.

KB, TK Islam PB Soedirman sangat memahami tumbuh kembang anak, kebutuhan anak akan lingkungan dan pengalaman positif, dan pengaruh interaksi orang dewasa terhadap tumbuh kembang anak. Karena nya sekolah yang telah 42 Tahun berkhidmat tersebut berusaha menciptakan lingkungan positif dan menghadirkan pengalaman positif yang berkualitas  dengan melibatkan orang – orang istimewa, terutama orang teristimewa dihati anak. Salah satunya melalui Program Guru Tamu.

Alhamdulillah, program yang menghadirkan tamu istimewa tersebut pada pekan ini terlaksana kembali. Berikut tamu istimewa TK Islam PB Soedirman pada pekan ini :

TK  A2  :  Alhamdulillah, Tamu istimewa Kelompok TK A2 pada pekan ini adalah Mamah Kenzo. Pengetahuan yang diberikan oleh Mamah bernama Asti Torina ini kepada Kenzo dan temen – temannya adalah pengetahuan tentang pesawat terbang. Dengan menggunakan Buku Ensiklopedia Junior Pesawat Terbang Mamah Kenzo membuat Kelompok TK A2 antusias menyimak pengetahuan yang disampaikan nya.

Mamah Kenzo Bersama Kelompok A2

TK  A3  : Alhamdulillah, untuk Kelompok TK A3 yang menjadi tamu istimewa pada pekan ini adalah Mamah Tristan. Dengan menggunakan bahan kertas bergambar dan potongan origami, Mamah Tristan memberikan pengetahuan kepada Kelompok TK A3 berupa teknik kolase yang membuat  Tristan dan teman – teman nya semangat mengkolase gambar yang ada pada mereka.

Mamah Tristan Bersama Kelompok A3

INFORMASI PENDAFTARAN PPDB 2018/2020

Untuk TK A1, Qadarulloh tamu istimewa nya berhalangan hadir. Namun, pada hari itu mereka tetap mendapatkan pengalaman istimewa dari guru kelas mereka berupa pengetahuan membuat baju/mahkota/bandana dari kertas origami yang ditempel pada sendok plastik.

Kelompok TK A1 Berkreasi Bersama

TK  B1  : Alhamdulillah, Tamu istimewa Kelompok TK B1 pada pekan ini adalah Mamah Asyam. Pengetahuan yang diberikan oleh Mamah bernama Ise Nurbayanah ini adalah pengetahuan macam – macam ikan dan teknik membuat ikan lele dari kertas origami. Asyam dan teman – teman nya sangat antusias membuat ikan lele dan sangat senang menenteng ikan lele yang telah mereka buat menggunakan tempat menyerupai akuarium mini.

Mamah Asyam Bersama Kelompok B1

TK  B2  : Alhamdulillah, untuk Kelompok TK B2 yang menjadi tamu istimewa pada pekan ini adalah Mamah Khinara. Dengan menggunakan kertas karton, potongan sedotan, Mamah yang bernama Putri Purnamasari ini memberikan pengetahuan kepada Kelompok TK B2 berupa teknik membuat bingkai foto, yang pada akhirnya membuat Khinara dan teman – teman nya bersemangat memasang foto kenangan mereka pada bingkai yang telah mereka buat.

Mamah Khinara Bersama Kelompok B2

TK  B3  : Alhamdulillah, Tamu istimewa Kelompok TK B3 pada pekan ini adalah Mamah Nayyara. Pengetahuan yang diberikan oleh Mamah bernama Lucky Ratna Wulandari ini adalah pengetahuan tentang cara membuat kue coklat marsmellow pop. Pada kesempatan ini, Nayyara dan teman – teman nya selain mendapatkan pengetahuan cara membuat kue yang enak tersebut, mereka juga mendapatkan pengetahuan tambahan tentang ke halallan bahan – bahan pembuat kue yang membuat mereka ketagihan ketika menikmatinya.

Mamah Nayyara Bersama Kelompok  B3

Terimakasih Mamah – Mamah yang telah meluangkan waktunya hadir didalam kelas – kelas Ananda sehingga memperkuat suasana lingkungan positif, serta memberikan pengetahuan positif guna mendukung perkembangan kognitif peserta didik TK Islam PB Soedirman.

“Perbuatan dan ucapan orang dewasa bagi seorang anak adalah referensi pengetahuan yang digunakan anak untuk membentuk sinaps  – sinak pada otak hingga terbentuk segala hal untuk kehidupan anak”.

Silakan diklik Untuk Membaca Guru Tamu Sebelum nya :

Pekan Pertama 

Pekan Kedua 

Pekan Ketiga

Pekan Keempat

Pekan Kelima

Pekan Keenam

Pekan Ketujuh

Pekan Ketujuh KB 

Pekan Kedelapan

Pekan Kesembilan

Pekan Kesepuluh

Pekan Kesebelas

KB, TK Islam PB Soedirman Membersamai “Masa Krisis” Peserta Didik Bersama Tamu Istimewa

KB, TK Islam PB Soedirman Membersamai “Masa Krisis” Peserta Didik Bersama Tamu Istimewa

Guru-guru istimewa KB, TK Islam PB Soedirman kembali membersamai peserta didik di kelas mereka masing-masing. Mereka bersama membuat pengalaman istimewa sebagai bahan dasar pembentuk kepribadian yang akan terus terbawa hingga peserta didik dewasa bahkan hingga tutup usia.

Para pakar tumbuh kembang anak menyebut anak usia dini sebagai “Masa Krisis”. Disebut demikian karena pada usia dini sangat mudah untuk di perkenalkan dan ditanamkan nilai-nilai sikap dan perilaku yang dapat menjadi kepribadian nya kelak. Jika nilai kebaikan yang diberikan dan dikembangkan maka anak tersebut akan memiliki kepribadian yang baik. Begitupun sebaliknya, jika nilai keburukan yang diberikan dan dikembangkan maka anak akan memiliki kepribadian yang buruk.

Sikap dan perilaku yang terbentuk saat anak-anak akan terus terbawa hingga dewasa bahkan hingga tutup usia, serta sulit untuk dirubah. Itulah alasan para pakar menyebut anak usia dini sebagai “Masa Krisis”.

Orang tua adalah orang pertama yang berperan sebagai penentu kepribadian anak. Merekalah orang utama yang  mengetahui anak mereka dan sangat diharapkan waktunya untuk senantiasa membersamai anak terutama pada masa krisis anak. Adapun sekolah adalah Mitra yang membantu orang tua untuk memperkenalkan dan mengembangkan sikap dan perilaku baik kepada anak agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang istimewa di dunia dan di akhirat kelak.

Karena itu KB, TK Islam PB Soedirman  memfasilitasi orang tua untuk membersamai anak nya di sekolah bersama guru kelas dan peserta didik yang lain melalui program guru tamu. Sebuah program yang menjadikan orang tua sebagai tamu istimewa yang memberikan pengalaman istimewa di masa krisis anak – anak peserta didik KB, TK Islam PB Soedirman.

INFORMASI PENDAFTARAN PPDB 2018/2020

Berikut tamu istimewa pada pekan ini :

KB   : Tamu istimewa yang membersamai Kelompok Bermain pada pekan ini adalah Mamah Raisa. Pada pengalaman yang istimewa ini, Mamah yang bernama Ani Sukaesih ini membacakan buku cerita tentang macam – macam bayi hewan dan induknya kepada Raisa dan teman – teman nya.

Mamah Raisa Bersama Kelompok Bermain

TK A1  : Tamu istimewa yang membersamai Kelompok TK A1 pada pekan ini adalah seorang ayah, yaitu Ayah Rayyis. Pada pengalaman yang istimewa ini, Ayah yang bernama Erwin Fitriansyah ini bercerita tentang Kehidupan Kudanil. Dengan menggunakan media boneka, Ayah Rayyis membuat Rayyis dan teman – teman nya antusias menyimak.

Ayah Rayyis Bersama TK A1

TK  A2  :  Tamu istimewa yang membersamai TK A2 pada pekan ini adalah Mamah Grisel. Pada pengalaman yang istimewa ini, Mamah yang bernama  Melisa Hamdayani ini mengajak Grisel dan teman – teman nya mengenal hewan melalui buku dengan menebak nama hewan dan membuka gambarnya pada buku untuk mengetahui kebenaran jawaban Grisel dan teman – temannya.

Mamah Grisel Bersama TK A2

TK  A3  : Tamu istimewa yang membersamai TK A3 pada pekan ini adalah Mamah Alesha. Pada pengalaman yang istimewa ini, Mamah Alesha mengajak Alesha dan teman – temannya berkreatifitas membuat domba menggunakan kapas.

Mamah Aleshs Bersama TK A3

TK  B1  :  Tamu istimewa yang membersamai TK B1 pada pekan ini adalah Mamah Amira. Pada pengalaman yang istimewa ini, Mamah yang bernama Aldila Chereta Warganda ini mengajak Amira dan teman – temannya untuk mengenal Masjid di seluruh dunia. Dengan menggunakan gambar – gambar Masjid Mamah Amira membuat Amira dan teman – teman nya antusias dan takjub oleh informasi kemegahan Masjid di seluruh dunia.

Mamah Amira Bersama TK B1

 

TK  B2  : Tamu istimewa yang membersamai TK B2 pada pekan ini adalah Mamah Zafran. Pada pengalaman yang istimewa ini, Mamah yang bernama Lily Tri Mulyani ini mengajak Zafran dan teman – temannya berkreatifitas membuat tempat pensil menarik menggunakan botol bekas dan kain flanel.

Mamah Zafran Bersama TK B2

TK  B3  :  Tamu istimewa yang membersamai TK B3 pada pekan ini adalah Mamah nya si kembar, Rafid dan Rifat. Pada pengalaman yang istimewa ini Mamah Rafid dan Rifat membacakan buku cerita Lumba – lumba dan Kangguru untuk Rafid, Rifat dan teman – teman nya.

Mamah Si kembar Bersama TK BB3

Terimakasih Ayah, Mamah yang pada pekan ini telah membersamai masa krisis Ananda bersama teman – teman nya di sekolah.Semoga pengalaman istimewa ini menjadi pembentuk kepribadian Ananda hingga kelak mereka menjadi pribadi yang istimewa didunia dan akhirat.

Silakan diklik Untuk Membaca Guru Tamu Sebelum nya :

Pekan Pertama 

Pekan Kedua 

Pekan Ketiga

Pekan Keempat

Pekan Kelima

Pekan Keenam

Pekan Ketujuh

Pekan Ketujuh KB 

Pekan Kedelapan

Pekan Kesembilan

Pekan Kesepuluh

Haru, Bahagia Perayaan Hari Guru Ke 73 Di KB, TK Islam PB Soedirman

Haru, Bahagia Perayaan Hari Guru Ke 73 Di KB, TK Islam PB Soedirman

Setiap tanggal 25 November dunia pendidikan Indonesia merayakan Hari Guru. Karena nya, kemarin pada Hari Minggu (25/11/2018) dunia maya di ramaikan oleh foto dan tulisan ucapan selamat kepada guru. Puisi, pantun yang menyanjung jasa para guru pun turut meramaikan dunia maya, baik facebook, whatsap,instragram maupun twitter.

Beberapa grup whatsap yang penulis ikuti tidak berhenti membuat gawai penulis bergetar, menandakan ada pesan yang masuk. Dan pesan tersebut semua terkait hari guru. Terutama grup whatsap kelas penulis mengajar, para wali murid menyampaikan ucapan selamat dan doa untuk guru putra – putri mereka.

Hingga malam hari pun gawai penulis masih bergetar oleh pesan masuk yang mengucapkan selamat dan doa untuk guru di beberapa grup.

Ternyata tidak hanya di dunia maya dan hari itu saja perayaan, ucapan selamat dan doa terkait hari guru. Serimonial tersebut berlanjut di dunia nyata dan pada hari ini, Senin (26/11/2018), terkhusus di tempat penulis mengabdi, yaitu Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman. Sebuah Yayasan yang memiliki unit pendidikan dari unit Tempat Penitipan Anak, KB, TK hingga perguruan tinggi (STIE Kusuma Negara dan STKIP Kusuma Negara), serta klinik kesehatan.

Tepat nya di unit KB, TK Islam PB Soedirman serimonial tahunan guru tersebut berlangsung. Dinding – dinding lembaga pendidikan anak usia dini yang telah berusia 42 Tahun tersebut menjadi saksi bisu acara memperingati hari guru yang di selenggarakan oleh komite sekolah.

Di dalam ruangan tanpa dinding, hanya bertiang delapan buah pada pinggirnya dan warga sekolah menyebutnya “aula”, para peserta didik KB, TK A dan B beserta guru  dan karyawan berkumpul beralaskan karpet hijau. Sejuknya hembusan angin pagi menerpa kulit – kulit mereka yang telah duduk rapih menghadap podium yang tembok belakang nya (background) terdapat spanduk bertuliskan ucapan Selamat Hari Guru. Dan pinggiran podium nya terpajang rapih hiasan bunga dan balon yang membuat fokus para peserta didik tertuju kepada nya. Di atas mereka, di tiang yang berjumlah delapan, serta dinding depan dekat podium bergelayutan balon – balon beraneka warna yang menambah kemeriahan dekorasi ruangan aula yang berada di depan   kelas sekolah tersebut. Turut memeriahkan, bentangan kertas berwarna yang berliuk indah menambah cantiknya suasana aula tempat berlangsung nya acara memperigati hari guru Tahun ini.

Para orang tua peserta didik yang tergabung dalam kepengurusan komite terlihat lalu lalang membawa peralatan yang diperlukan. Sesekali terdengar diskusi ringan di antara mereka sambil merapikan peralatan dan juga beberapa makanan ringan di depan pojok kanan ruangan.

Beberapa orang tua non pengurus komite juga terlihat ikut duduk satu alas dengan peserta didik dan guru, ada juga beberapa orang tua yang berdiri dipinggir aula sambil sesekali mengangkat gawainya untuk mengambil gambar.

Jarum panjang jam dinding yang menempel pada salah satu tiang aula sudah menunjuk ke angka 8. Sejuk nya udara pagi hari masih berasa didalam ruangan meski sinar matahari pagi sudah mulai masuk ikut menerangi ruangan bersama beberapa buah lampu yang terpasang dilangit ruangan aula.

Setelah semua peralatan siap dan semua peserta didik telah terkondisikan duduk rapih, suara pembawa acara mulai terdengar memenuhi ruangan hingga menarik perhatian para hadirin yang ada.Ia menginformasikan akan segera dimulai nya acara. Setelah mengucap salam, bertahmid, bersholawat dan mengucapkan penghormatan, pembawa acara yang merupakan komite tersebut membacakan susunan acara, lalu memimpin membaca surat alfatihah sebagai tanda dibukanya acara memperingati hari guru tersebut.

“Berikutnya adalah acara sambutan dari ketua komite sekolah,yaitu Mamah Haura”. Ucap pembawa acara yang suara nya mulai bersaing dengan suara para peserta didik.

Mamah Haura,Ketua Komite Sekolah Saat Memberi Sambutan

Posisi Ibu Ketua Komite saat memberi sambutan dekat dengan Ibu Kepala Sekolah. Dalam sambutan nya Ibu Ketua Komite mengucapkan selamat hari guru dan mengucapkan terimakasih kepada dewan guru KB, TK Islam PB Soedirman yang telah dan terus mendidik para peserta didik nya dengan cinta kasih, penuh kesabaran dan profesionalisme yang tinggi.

Sebelum mengembalikan microfon kepada pembawa acara, Ibu Ketua Komite bersama ibu – ibu pengurus yang lain menyanyikan lagu Hymne Guru dan Tas Merahku. Dua buah lagu yang sangat akrab didunia pendidikan Indonesia. Peserta didik pun yang telah mengenal lagu ” tas merah”  ikut bernyanyi meski suara mereka kalah besar dengan ibu – ibu komite.

Ibu – Ibu Komite Bernyanyi Bersama

“Acara selanjutnya adalah sambutan dari ibu Kepala Sekolah KB, TK Islam PB Soedirman, ibu Fri Corina Sandrawati,S.Si” Ucap pembawa acara setelah menerima microfon dari ibu ketua komite yang telah selesai bernyanyi bersama.

Ibu Kepala Sekolah yang dari awal acara duduk bersama peserta didik dibarisan paling depan bergerak menuju tempat dekat podium untuk menyampaikan sambutannya.

Setelah mengucapkan salam, bersholawat dan memuji. Ibu Kepala Sekolah dalam sambutan nya selain mengucapkan selamat hari guru, beliau juga memberikan apresiasi kepada pengurus komite yang telah mengadakan acara memperingati hari guru ini. Dan beliau berharap kepada Alloh swt keberkahan, kasih sayang nya dan kebaikan untuk seluruh guru, karyawan, orang tua dan peserta didik.

Sebelum menutup sambutan nya, Ibu Kepala Sekolah menyampaikan penghargaan dari Yayasan untuk guru dan karyawan yang berprestasi. Sebuah penghargaan yang rutin Yayasan berikan setiap tahun. “Ibu guru Tahun ini yang terpilih sebagai guru berprestasi adalah Ibu Nur Azizah, S.Pd.I” ucap nya dengan semangat yang disembut gemuruh tepuk tangan dan sorak gembira para hadirin yang ada. “Dan untuk karyawan yang berprestasi adalah Ibu Susilowati,S.Pd”. Ucap nya lagi dengan semangat yang kembali disambut gemuruh suka cita para hadirin.

Kedua nya pun maju mendekat podium untuk menerima penghargaan dari Yayasan yang diberikan oleh Ibu Kepala Sekolah.

Ibu Nur Azizah dan Ibu Susilowati Memperoleh Penghargaan

Usai Ibu Kepala Sekolah menyerahkan penghargaan dari yayasan untuk guru dan karyawan berprestasi tersebut. Sebelum mengembalikan microfon kepada pembawa acara, beliau mendapatkan tanda kasih dari pengurus komite yang diserahkan langsung oleh Ketua Komite.

Ibu Kepala Sekolah Menerima Tanda Kasih Dari Komite Sekolah

“Acara selanjutnya, kita akan menyaksikan pemotongan tumpeng oleh Ibu Kepala Sekolah beserta Ketua Komite”.  Begitulah informasi yang terdengar dari suara pembawa acara  yang beradu dengan suara anak – anak di udara ruangan aula.

Ibu Kepala Sekolah, Ibu Ketua Komite dan beberapa pengurus komite bergerak bersama menuju meja yang telah berdiri tumpeng berwarna kuning, lengkap dengan asesoris makanan lainnya. Dengan mengucap bismillah, ibu kepada Sekolah memotong tumpeng, suara tepuk tangan pun bergemuruh mengiringi pemotongan tumpeng tersebut.

“Baik, anak – anak silakan duduk tenang. Selanjutnya, kita akan menyaksikan pemberian tanda kasih untuk para guru yang akan diberikan oleh perwakilan siswa kelas”. Ucap pembawa acara menginformasikan acara selanjutnya, yaitu setiap guru kelas akan mendapatkan tanda kasih dari peserta didiknya. Dan tanda kasih setiap kelas berbeda.

” Ibu guru kelas mohon maju ke depan, nanti dua anak dari kelas nya yang sudah dipilih akan memberikan sesuatu”. Ucap Ibu pembawa acara, yang kemudian melanjutkan perkataan nya dengan memanggil guru sesuai kelas nya untuk maju mendekat podium.

Di KB, TK Islam PB Soedirman setiap kelas ada dua orang guru. Khusus kelas penulis, satu guru laki – laki yaitu penulis sendiri dan satu guru perempuan. Guru kelas bergiliran ke depan memenuhi panggilan Ibu pembawa acara. Kemudian dua orang peserta didik, satu laki – laki dan satu perempuan memberikan  bingkisan dan juga bunga kepada guru kelasnya. “Selamat hari guru”. Kalimat yang keluar dari mulut mungil mereka saat menyerahkan tanda kasih tersebut.

Bapak dan Ibu Guru Foto Bersama Peserta Didik Yang Menyerahkan Tanda Kasih

Setelah selesai penyerahan tanda kasih. Ibu pembawa acara menginformasikan acara selanjutnya adalah pembacaan do’a.
Setelah semua khusu berdo’a, semua dewan guru maju ke depan podium untuk bernyanyi bersama. Dengan posisi berbaris mereka menyanyikan lagi ” Jari” yang dipersembahkan untuk orang tua peserta didik, terkhusus para orang tua yang hadir.

Peserta didik sangat antusias melihat guru mereka bernyanyi dengan gerakan mengangkat jari jempol. Tidak sedikit tangan – tangan mungil mereka ikut bergerak dan suara mereka juga ikut terdengar memenuhi ruangan aula dengan nada lagu jari.

Selesai menyanyikan lagu jari, dewan guru menyanyikan lagu “bila umurku bertambah” yang di iringi oleh tepuk tangan para hadirin.

Dewan Guru Bernyanyi Bersama

Selesai guru – guru bernyanyi, pembawa acara mempersilakan peserta didik dan orang tua untuk memberikan ucapan selamat hari guru kepada guru – guru mereka. Dengan tertib mereka baris seperti mengantri dipelaminan untuk mengucapkan selamat kepada pengantin.

“Setelah ini, silakan anak – anak masuk ke kelas bersama mamah – mamah nya. Bapak dan ibu guru tetap disini, silakan menikmati hidangan yang telah kami sediakan. Biarkan anak – anak sama orang tua nya dikelas”. Ucap pembawa acara sambil mempersilakan kepada dewan guru dengan tangan nya.

Perlahan suara peserta didik senyap, yang terdengar jelas tinggallah suara ibu guru.  Kemudian ditengah perbincangan para guru, tiba – tiba Ibu Kepala Sekolah berkata hingga membuat perhatian para guru tertuju kepada nya, ” Bapak,Ibu guru dan karyawan ini ada hadiah dari Sekolah untuk bapak ibu semua.Selamat Hari Guru “, ucap Ibu Fri Corina Sandrawati, S.Si penuh suka cita yang disambut suka cita pula oleh para guru dan karyawan.

Setelah memperoleh bingkisan cantik dari Sekolah, para guru dan karyawan menuju ke meja yang telah tersedia makanan ringan di atasnya.

“Berarti hari ini kami santai, ya. Bebas mengajar”, kata salah seorang guru dengan canda kepada Ibu komite yang menuangkan minuman teh kepada dewan guru. “iyaa, santai dulu. Silakan bapak, ibu guru ngeteh cantik dulu” ucap ibu komite tersebut mengomentari perkataan seorang guru tersebut.

Dengan beberapa potong makanan ringan dan segelas teh panas, guru – guru duduk melingkar di ruangan yang telah sepi dari anak – anak dan orang tua murid. Setelah lima belas menit, seorang ibu komite mempersilakan para guru untuk masuk ke kelas masing – masing untuk menemui peserta didik nya.

Setelah merapikan piring kecil sebagai alas makanan dan gelas, mereka satu persatu berjalan menuju kelas. Termasuk penulis, yang pada hari ini peserta didik penulis belajar di Sentra Seni. Rekan penulis sudah terlebih dulu masuk kelas.

“Terimakasih bunda teh nya” ucap penulis kepada ibu komite, yang kemudian penulis berjalan menuju kelas Sentra Seni. Saat penulis lewat depan kelas yang kaca jendela nya  terlihat bening dari dalam, terdengar suara dari dalam kelas. “itu pak fajar”, ” pak faaajar”, teriak beberapa peserta didik laki – laki memanggil nama penulis.

Ketika penulis membuka pintu kelas, semua peserta didik laki – laki berlari dari tempat duduk nya mendekati penulis sambil berteriak menyebut nama penulis dan menyodorkan sebatang coklat ternama yang terikat pita. Mereka berikan coklat tersebut kepada penulis, “pak fajar, ini untuk pak fajar. Selamat Hari Guru”, ” Selamat Ulang Tahun Pak”,  ucap mereka dengan polos nya.

“Terimakasih semua nya, Yaa Alloh gemuk deh hari ini pak fajar makan coklat” ucap penulis yang disambut tawa para orang tua yang ada didalam kelas. “Anak – anak peluk dan cium pak fajar dong” Ucap penulis kepada mereka yang langsung memeluki dan menciumi penulis.

Beberapa Coklat dan Kado Yang Penulis Terima Dari Peserta Didik Laki – Laki Kelas Penulis.

Setelah penulis dan rekan penulis beramah tamah dengan orang tua yang ada, tiba – tiba pesan singkat dari Ibu Kepala Sekolah masuk di whatsap grup sekolah. Beliau menginformasikan kepada seluruh guru dan karyawan untuk menikmati baso, empek – empek, sop buah dan beberapa menu makanan lainnya selesai Sholat Dzuhur nanti.

Hidangan Siang Pada Hari Guru

Maka pada siang harinya, Guru dan Karyawan KB, TK Islam PB Soedirman menikmati makanan tersebut sebagai rasa syukur di Hari Guru ke 73 Tahun ini.

TERIMAKASIH kepada Komite Sekolah yang telah menyelenggarakan kegiatan yang Meriah dan penuh haru pada hari guru.

Guru Istimewa KB,TK Islam PB Soedirman Merupakan Implementasi Karakteristik Kurikulum PAUD 2013

Guru Istimewa KB,TK Islam PB Soedirman Merupakan Implementasi Karakteristik Kurikulum PAUD 2013

Anak usia dini adalah unik. Keunikan nya terlihat dari perilaku mereka yang beragam dan kemampuan mereka menggunakan potensi yang diberikan oleh sang pencipta.  Orang dewasa harus dapat memahami keunikan mereka agar dapat memberikan rangsangan pendidikan sesuai dengan potensi mereka.

Ketidak sesuaian antara pendidikan yang diberikan dengan potensi yang di miliki anak akan menjadikan perkembangan anak berkembang dengan tidak baik dan dapat mematikan potensi mereka.

Karena nya  Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan kurikulum pendidikan di atas nya meski berkaitan. Kurikulum untuk anak usia dini di desain untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak, agar anak memiliki kesiapan untuk dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya.

Salah satu karakteristik Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini adalah memberdayakan peran orang tua dalam proses pembelajaran. Orang tua dijadikan sebagai partner sekolah yang dapat membantu proses pendidikan hingga mencapai kesiapan melanjutkan pendidikan berikut nya.

Disamping orang tua biologis, Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini juga melibatkan orang-orang dewasa yang ada di lingkungan anak. Pendidik bukan satu-satunya sumber belajar yang memfasilitasi anak belajar, dan kelas bukan satu-satunya tempat anak belajar. Anak dapat belajar di dalam, di luar, di kebun dan di semua tempat yang memungkinkan untuk mengenal, benda, tumbuhan, orang, tempat, atau kejadian. Anak dapat belajar dari pendidik, orang tua, sumber lain, buku, dan sebagainya.

KB, TK Islam PB Soedirman sebagai lembaga pendidikan yang menjalankan Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini sesuai standar yang ditetapkan oleh pemerintah dan terakreditasi A, sangat memahami karakteristik kurikulum tersebut (memberdayakan orang tua/orang dewasa).

Salah satu implementasi nya adalah Program Guru Tamu. Alhamdulillah, berdasarkan catatan penulis program tersebut pada Tahun ajaran ini telah terlaksana selama 10 pekan.

Guru Tamu Pekan Ini

Dan untuk pekan ini selain orang tua peserta didik yang menjadi tamu istimewa pada program guru tamu, sekolah juga menghadirkan pendongeng untuk berkisah tentang Nsbi Muhammad saw.

Berikut tamu istimewa pada pekan ini :

TK  A1  : Tamu istimewa TK A1 pada pekan ini adalah Mamah Ahsan. Mamah bernama Dhini Rasyita ini membacakan buku cerita “Tongkat Nabi Musa as” untuk Ahsan dan teman – teman nya.

Mamah Ahsan Bersama TK A1

TK  A2  :  Tamu istimewa TK A2 pada pekan ini adalah Mamah Khansa. Mamah yang bernama Mariyani Marharetta ini membacakan buku cerita “Tuhan Ciptakan Tubuhku” untuk Khansa dan teman – teman nya, serta mengajak mereka berkreatifitas membuat Frame dari kertas.

Mamah Khansa Bersama TK A2

TK  A3  :  Tamu istimewa TK A3 pada pekan ini adalah Mamah Almira. Mamah yang bernama Hesti Aminingsih,S.Pd ini mengajak Almira dan teman – teman nya berkreatifitas membuat Ikan dari flanel.

Mamah Almira Bersama TK A3

TK  B1  : Tamu istimewa TK B1 pada pekan ini adalah Mamah Alfath. Mamah yang bernama Sri Budi Yanti ini membacakan buku cerita “Saatnya Bersikat Gigi” untuk Alfath dan teman – teman nya.

Mamah Alfath Bersama TK B1

TK   B2  : Tamu istimewa TK B2 pada pekan ini adalah Mamah Icha.  Kelompok TK B2 oleh beliau di ajak berkreatifitas yang merangsang minat literasi anak, yaitu menyusun buku doa harian. Icha dan teman – teman nya sangat antusias menyusun lembaran – lembaran doa bergambar menjadi buku.

Mamah Icha Bersama TK B2

INFO PPDB 2019/2020

Untuk Kelompok Bermain (KB) dan TK B3 pada pekan ini guru istimewa nya berhalangan hadir dan tergantikan dengan Kak Dhita dan Lili yang mengkisahkan tentang Nabi Muhammad saw. (Silakan Baca : Meneladani Nabi Muhammad saw Bersama Kak Dhita dan Lili)

 

Silakan diklik Untuk Membaca Guru Tamu Sebelum nya :

Pekan Pertama 

Pekan Kedua 

Pekan Ketiga

Pekan Keempat

Pekan Kelima

Pekan Keenam

Pekan Ketujuh

Pekan Ketujuh KB 

Pekan Kedelapan

Pekan Kesembilan

KB, TK Islam PB Soedirman Meneladani Nabi Muhammad Bersama Kak Dhita dan Lili

KB, TK Islam PB Soedirman Meneladani Nabi Muhammad Bersama Kak Dhita dan Lili

Bulan Rabiul Awal adalah bulan kelahiran Nabi Muhammad saw. Karena nya pada bulan tersebut identik dengan berbagai perayaan untuk mengenang  kepribadian luhur dan perjuangan Nabi Muhammad saw dalam menyebarkan ajaran agama Islam. Tepat nya pada tanggal 12 Rabiul Awal, tersebut pada Tahun Gajah, manusia mulia tersebut lahir ke muka bumi ini.

Umat Islam di beberapa tempat di muka bumi ini mengadakan kegiatan untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad saw. Tidak lain, tujuan nya adalah untuk mengenang jasa – jasa beliau, perjuangan beliau, dan yang tidak kalah penting adalah untuk mengingat kembali karakter  positif yang beliau miliki yang patut di jadikan teladan oleh umat nya.

Meneladani Nabi Muhammad saw merupakan keharusan bagi orang yang beriman kepada Alloh swt sebagai zat yang memberi beliau tugas kerasulan. Mengikuti perilaku beliau, mentaati ajaran beliau, berarti mentaati Alloh swt dan sebagai wujud ketakwaan.

Pada anak usia dini, mengenalkan karakter Nabi Muhammad saw kepada mereka sangatlah tepat. Karena usia dini adalah usia fitrah (polos) yang sangat mudah untuk diberikan segala hal yang dapat tumbuh dan berkembang membentuk kepribadian nya.

Karena nya pada kurikulum pendidikan anak usia dini, ada aspek perkembangan sikap spiritual dan sosial yang harus mendapatkan stimulasi pendidikan agar sang anak mengenal ajaran agama nya dan dapat berinteraksi dengan lingkungan nya menggunakan nilai – nilai luhur yang telah diperoleh nya.

Pada hari ini, jum’at (23/11/2018), KB, TK Islam PB Soedirman dalam rangka mengenang dan memperkenalkan kelahiran Nabi Muhammad saw kepada peserta didik nya mengadakan kegiatan penyampaian kisah Nabi Muhammad saw dengan mengundang seorang pendongeng, yaitu Kak Dhita.

Kak Dhita dengan menggunakan boneka yang bernama “Lili” menyampaikan kisah Nabi Muhammad saw yang selalu menyuapi seorang lanjut usia beragama yahudi yang berprofesi sebagai pengemis.

Dikisahkan, seorang pengemis yahudi buta yang berada disudut pasar Madinah selalu mengatakan kepada setiap orang yang mendekatinya “Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya”

Rasululloh saw selalu mendatanginya setiap pagi, bukan untuk membalas segala hal yang dilakukannya, melainkan untuk membawakannya makanan. Rasululloh saw juga selalu menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu tanpa berkata sepatah kata pun. Kebiasaan Rasululloh saw ini berlangsung hingga menjelang beliau wafat. Hingga tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu setelah Rasululloh saw wafat.

Suatu hari rumah Aisyah dikunjungi oleh ayahnya Abu Bakar ra yang kemudian bertanya, “Anakku, adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan?” Aisyah pun menjawabnya, “Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah. Hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja.” Abu Bakar  ra kemudian bertanya kembali “Apakah Itu?”, Aisyah pun menjelaskan bahwa, Setiap pagi Rasululloh saw selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis yahudi buta yang berada di sana.”

Abu Bakar r.a pun pada keesokan harinya pergi ke pasar untuk mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan. Ketika Abu Bakar ra menyuapinya, pengemis itu seperti biasa mengatakan tentang Rasululloh saw yang tidak baik, menghina dan memfitnahnya. Abu bakar ra berusaha sabar dan tetap melanjutkan menyuapi pengemis tersebut.

Namun, tiba – tiba si pengemis marah dan berteriak, “Siapakah kamu?” Abu Bakar pun menjawab, “Aku orang yang biasa,” pengemis buta itu kembali berteriak mengatakan “Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu sebelum menyuapiku, terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan padaku”

Seketika, air mata Abu Bakar tidak dapat terbendung dan kemudian menangis seraya mengatakan “aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasululloh saw.” Pengemis itu pun ikut menangis setelah mendengar cerita Abu Bakar r.a dan mengatakan “Benarkah demikian?. Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.” Dan dihadapan Abu Bakar r.a, pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat.

Itulah kisah Nabi Muhammad saw yang disampaikan oleh Kak Dhita bersama boneka nya,Lili. Kesabaran, kasih sayang, menghormati dan mengasihi yang tua tanpa membedakan keyakinan, merupakan nilai yang diperkenalkan kepada peserta didik KB, TK Islam PB Soedirman yang antusias menyimak kisah tersebut.

PENDAFTARAN PESERTA DIDIK TK ISLAM PB Soedirman 2019/2020