KB, TK Islam PB Sodirman Berkunjung ke Perpusnas Bagian dari Kegiatan 5P

KB, TK Islam PB Sodirman Berkunjung ke Perpusnas Bagian dari Kegiatan 5P

Menanamkan budaya literasi harus dilakukan sejak usia dini, tentunya dengan cara-cara yang menyenangkan, sesuai tahapan tumbuh kembang dan  minat anak, seperti kegiatan berkunjung ke Perpustakaan Nasional (Perpusnas) yang dilakukan sekolah KB, TK Islam PB Soedirman. Bukan hanya pengalaman literasi yang mereka dapatkan. Mereka juga mendapatkan pengalaman numerasi, fantasi, dan sosial interaksi.

Pada hari Rabu, 07 September 2022, siswa-siswi KB – TK Islam Soedirman sudah berkumpul sejak pagi hari sebelum sinar matahari menampakkan dirinya secara totalitas. Anak-anak terlihat sangat antusias, begitupun para orang tua yang mengantar mereka. Bapak dan Ibu guru mereka pun sudah bersiap sedia sejak bubarnya jamaah sholat subuh di Masjid-masjid.

Tepat jam 06.50 tiga bis yang membawa rombongan meninggalkan lapangan parkir dengan pengawalan dari petugas kepolisian. Alhamdulillah, padatnya jalan raya Ibu Kota dapat dilalui tanpa halangan berarti sebagaimana yang dialami kendaraan pribadi yang hendak pergi ke tempat mencari rezki.

Tepat jam 08.00 para guru dan siswa mengucapkan tahmid bersama-sama dengan penuh suka cita, “Alhamdulillah, kita sudah sampai.”  Kesukacitaan mereka sangat terlihat ketika mereka berbaris di depan pagar Perpustakaan Nasional Indonesia (Perpusnas) yang berada di Jalan Medan Merdeka Selatan No.11 Jakarta Pusat atau seberang parkiran IRTI Monas.

Kemudian dengan berbaris rapih, layaknya pasukan tentara yang sedang antri, mereka memasuki gedung yang dinobatkan sebagai Perpustakaan Tertinggi di Dunia itu. Di dalam, tepatnya di lantai 7 dan 8, mereka mengikuti berbagai kegiatan literasi yang sudah dirancang oleh pihak sekolah dan Perpustakaan Nasioanl, yaitu Story Telling, Literasi Sulap, Menonton Tayangan Edukatif, Membaca Buku, dan Mewarnai Gambar.

Alhamdulillah, 45 menit menjelang adzan sholat dzuhur para rombongan telah berkumpul di lantai bawah untuk menikmati menu makanan yang telah disiapkan oleh ibu-ibu komite. Selesai makan Bersama, rombongan bersiap untuk Kembali ke sekolah. Namun takdir Alloh berkehendak lain, belum sempat mereka Kembali ke bis hujan turun menambah keberkahan acara kunjungan edukasi tersebut.

Alahamdulillah, atas rahmat Allah yang MahaKuasa dan usaha para guru dan karyawan, serta kelihaian para awak sopir dan pak polisi yang mengawal, jam 13.45 rombongan telah Kembali ke sekolah dalam keadaan sebagaimana waktu berangkat.

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

KB,TK Islam PB Soedirman melakukan kunjungan ke Perpustakaan Nasional merupakan bagian dari program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Sebagaimana implementasi kurikulum merdeka bahwa untuk pencapaian profil pelajar Pancasila di pendidikan anak usia dini dapat dilakukan melalui pembelajaran berbasis projek.

Ada empat alur aktivitas  dalam membuat projek penguatan profil pelajar Pancasila yaitu Kenali, Selidiki, Lakukan, dan Genapi. Kegiatan berkunjung ke Perpustakaan Nasional merupakan bagian kegiatan dari alur Selidiki. Dua hari sebelumnya guru telah memperkenalkan tentang buku, sejarah, bagian-bagiannya, dan manfaat membaca buku ketika pembelajaran di sekolah.

KB, TK Islam PB soedirman pada kegiatan 5P ini menggunakan tema yang telah ditetapkan pemerintah yaitu Imajinasi dan Kreativitasku. Adapun topiknya adalah Buku Sahabatku. Semoga melalui kegiatan ini dapat membentuk karakteristik pelajar Indonesia yaitu pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai norma-norma Pancasila.

 

 

PELEPASAN PESERTA DIDIK TK ISLAM PB SOEDIRMAN TAHUN AJARAN 2021/2022

PELEPASAN PESERTA DIDIK TK ISLAM PB SOEDIRMAN TAHUN AJARAN 2021/2022

Bulan juni adalah akhir kegiatan belajar mengajar di setiap satuan pendidikan, termasuk di KB, TK Islam PB Soedirman. Selama lima hari sekolah yang berusia hampir setengah abad ini mengadakan kegiatan akhir tahun untuk peserta didiknya. Pada tiga hari terakhir acaranya penuh haru, seru, hingga lucu.

Kegiatan akhir tahun di TK Islam PB Soedirman dimulai dari hari Senin 20 Juni 2022 yaitu penyerahan laporan perkembangan peserta didik Kelompok Bermain dan TK A1. Pada hari Selasa 21 Juni 2022 penyerahan laporan perkembangan peserta didik TK A2.

Pada hari Rabu 22 Juni 2022 giliran peserta didik kelompok B1. Namun mereka bukan sekadar menerima laporan perkembangan, mereka juga mengikuti prosesi pelepasan/wisuda dikarenakan pada tahun ajaran baru nanti mereka melanjutkan kegiatan belajar mengajarnya sudah tidak di TK Islam PB Soedirman melainkan di Sekolah Dasar.

Pada acara yang mengangkat tema “Melangkah Dengan Bismillah, Menggapai Cita-Cita Penuh Berkah” itu para peserta didik juga menampilkan beberapa kebolehan. Yaitu mereka bersama menyanyikan lagu Mars TK Soedirman dan Guruku Tersayang, yang sebelumnya mereka membacakan beberapa surat pilihan dan asmaul husna. Dengan menggunakan seragam wisuda khas TK Soedirman mereka tampil  dengan percaya diri membaca surat dan bernyanyi bersama.

Setelah itu mereka mengikuti prosesi wisuda sebagaimana seremonial wisuda di perguruan tinggi. Hanya saja di sini peserta wisudanya tidak menggunakan toga. Mereka hanya menggunakan jubah wisuda khas TK Soedirman.

Pada hari Kamis giliran peserta didik kelompok B2 yang mengikuti prosesi wisuda. Disusul hari berikutnya, Jumat 24 Juni 2022, kelompok B3. Kegiatan awal mereka sama dengan kelompok B1 yaitu tampil bersama membaca asmaul husna, surat pilihan, dan menyanyikan Mars TK Soedirman dan guruku tersayang.

Setelah itu mereka diwisuda. Satu persatu mereka maju ke depan mendekat ke Ibu Kepala Sekolah, Ibu Fricorina Sandrawti,S.Si,M.Pd, untuk menerima Ijazah dan Mendali Kelulusan. Setelah itu mereka foto sendiri, lanjut foto bersama ayah-ibu, guru kelas dan Ibu Kepala Sekolah.

Selesai prosesi wisuda mereka Kembali menampilkan kebolehan dalam Tarik suara dan gerak. Setiap kelas berbeda-beda sesuai harinya juga yang berbeda-beda. Walau beda, namanya juga anak usia dini, tampilan mereka tetap ada lucunya, menggemaskan, dan mengesankan.

Para orang tua yang hadir sangat senang dan terkesan dengan acara pelepasan yang dilakukan di Aula Sekolah itu. Meski acaranya sederhana namun sangat bermakna dan berkesan, bahkan tidak sedikit para ibu yang meneteskan air mata. Tentunya air mata kebahagiaan.

Mereka bahagia melihat anak-anak yang dahulu digendong-gendong sekarang sudah berani tampil, tumbuh besar, dan siap melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya yaitu Sekolah Dasar.

 

 

Pagelaran Budaya Betawi di TK Islam PB Soedirman Meriah, Penuh Hikmah, dan Berkah

Pagelaran Budaya Betawi di TK Islam PB Soedirman Meriah, Penuh Hikmah, dan Berkah

Alhamdulillah, setelah tiga tahun lebih anak-anak belajar di rumah kini dapat kembali bersekolah termasuk  peserta didik KB, TK Islam PB Soedirman. Bukan hanya bersekolah, mereka juga dapat mengadakan kegiatan puncak tema yang meriah, penuh hikmah, dan berkah.

Pada hari Kamis  09 Juni 2022 KB, TK Islam PB Soedirman untuk yang pertama kalinya pasca pandemi mengadakan kegiatan puncak tema bersama secara langsung/tatap muka. Kegiatan yang mengusung budaya Betawi tersebut diadakan di aula sekolah dan dihadiri oleh Pengawas TK Kecamatan Pasar Rebo Bapak  H. Joko Suyono,M.Pd

Karenanya, pada hari itu Aula sekolah penuh nuansa Betawi. Bukan sekadar umbul-umbul yang biasa di kepala ondel-ondel. Boneka ondel-ondelnya pun turut dihadirkan untuk meramaikan hiasan yang ada di setiap sisi aula. Bahkan rumah kebaya pun turut ikut meriahkan kegiatan puncak dari tema Negaraku Karunia Allah Subhanahu Wata’ala.

Bukan hanya ada budaya yang dapat dinikmati oleh mata, kebudayaan yang dapat dinikmati menggunakan lidah pun banyak yaitu makanan dan minuman khas Betawi. Ada dodol, wajig, uli, kue cincin, kue ape, kembang goyang, ubi,singkong dan pisang rebus, roti buaya, sampai semur jengkol juga ada. Minuman pelengkapnya ada selendang mayang, bajigur, dan bir pletok.

Kegiatan yang dipandu oleh Ibu Hilda dan Pak Fajar tersebeut merupakan projrct pembelajaran dari tema Negaraku Karunia Allah Subhanahu Wata’ala. Di mana sebelumnya para peserta didik bersama guru kelasnya membuat aneka bangunan yang menjadi ciri khas kota Jakarta dan ikon Indonesia.

Ada yang membuat burung garuda dan menghias foto Presiden dan Wakil Presiden, membuat peta Indonesia, Gedung fatahilah, Monumen Nasional, ada juga yang membuat Rumah Kebaya. Kesemuanya menggunakan bahan daur ulang atau Loose Part, salah satu media belajar yang akan diprioritaskan oleh sekolah pada tahun ajaran nanti.

Sekilas kegiatan project tersebut sederhana, namun sesungguhnya penuh dengan makna dan pembelajaran  untuk peserta didik. Diaintaranya melalui kegiatan ini mereka memperoleh pengalaman Literasi, Numerasi, dan STEAM (Sains, Teknologi, Enginering, Art, dan Mathematic).

Rasa percaya diri mereka pun terasah, bukan sekadar dari hasil kreatifitas, mereka pun tampil di muka umum yaitu menari, menyanyi, dan fashion show. Setiap kelas berbeda unjuk kebolehannya, namun masih bernuansa Betawi. Ada yang nyanyi kincir-kincir, ada yang menari ondel-ondel, jail-jali, ada yang fashion show mirip  pertunjukkan abang none Jakarta.

Kegiatan yang mengusung tema “Yuk Kenali Budaya Betawi Sebagai Wujud Cinta Terhadap Budaya Indonesia” itu berakhir dengan kegiatan makan bersama menu khas Betawi yang ada. Rata-rata pade doyan roti buaya ame kembang goyang..hehehe.

 

Edukasi Virtual : “Lindungi Satwa Dari Kepunahan”

Edukasi Virtual : “Lindungi Satwa Dari Kepunahan”

Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan Puncak Tema bulan November 2020, KB dan TK Islam PB Soedirman akan mengadakan kegiatan Edukasi Virtual dengan tema “Lindungi Satwa Dari Kepunahan”.

Bekerjasama dengan Balai Konversi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta, acara pada tanggal 25 November itu akan menghadirkan pendongeng “Kak Jani”.

Inilah Perayaan Maulid Nabi KB, TK Islam PB Soedirman Tahun Ini

Inilah Perayaan Maulid Nabi KB, TK Islam PB Soedirman Tahun Ini

Setiap bulan Rabiul Awal umat Islam bersuka cita, dikarenakan pada bulan tersebut manusia mulia yang menjadi utusan Allah Swt dilahirkan. Sebagian besar kaum muslimin menyebutnya “Bulan Maulid” dan mereka merayakannya sebagai upaya mengenang kepribadian Muhammad Saw yang luhur.

Termasuk Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK) Islam PB Soedirman pun merayakan kelahiran Nabi Muhammad Saw. Walau pandemi dan pembelajaran masih online, bukan menjadi penghalang untuk mengadakan kegiatan sebagai wujud cinta kepada Sang Rasul.

Pada perayaan Maulid Nabi tahun ini, KB & TK Soedirman mengadakan kegiatan Pentas Tasmi dan mendengarkan kisah tentang Nabi Muhammad serta dongeng edukatif. Sebagaimana kegiatan belajarnya yang masih online, maka kegiatan keislaman ini pun dilakukan secara Virtual.

Kegiatan yang bertema “Alloh, Rasululloh, dan Alqur’an My Love” itu bertujuan untuk meneladani sifat mulia Nabi Muhammad Saw, salah satunya kepribadian beliau yang gemar berbagi. Sebagaimana pesan yang disampaikan oleh Ibu Fricorina Sandrawati, S.Si, M.Pd pada sambutanyya.

Kita juga harus banyak meneladani karakter baik Rasulullah, sangat banyak ya, terutama sikap peduli dan gemar berbagi”. Ucap ibu Kepala Sekolah yang juga berpesan agar anak-anak didik tidak kehilangan semangat berbaginya terutama pada masa pandemi seperti sekarang ghgvini.

Kegiatan yang juga dihadiri oleh Kepala Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Yasma PB  Soedirman  Bapak Drs.Nur Alam, MA itu bertujuan juga untuk memotivasi anak-anak didik agar gemar membaca dan menghafalkan alquran, kitab suci yang Allah Swt turunkan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai petunjuk umat Islam.

Itulah esensi dari kegiatan Pentas Tasmi. Dimana pada Pentas Tasmi anak-anak didik tampil bersama membacakan ayat-ayat alqur’an yang mereka hafal. Jika tahun lalu mereka tampil di atas panggung, sekarang, karena acaranya virtual, maka yang ditampilkan hanya video mereka ketika membaca ayat alquran yang mereka hafal.

Hafalan Alquran yang mereka baca berbeda-beda setiap kelasnya, seperti Kelompok A, mereka membaca Surat Al-lahab, Al-iklas, Al-falaq, dan Annas. Sedangkan Kelompok B membaca surat-surat lain yang sedikit lebih panjang seperti Al-insyiraoh dan Alhumazah. Adik-adik KB membaca Surat Aliklas. Ada juga anak didik yang tampil membaca surat-surat yang berbeda dan lebih panjang.

Seperti Aisha (TK A1), yang membaca Surat Annaba dan Ayat Kursi, Ashraf (A1) yang membaca Surat Abasa, Arya  (A1) yang membaca Surat Alfill, yang artinya gajah, yang sangat tepat dengan tahun kelahiran Nabi Muhmmad Saw.

Kak Didik, sang pendongeng yang juga pandai sulap, juga membacakan Surat Alfil dan menyampaikan kisah tentang burung ababil yang terkenal sebagai pasukan Allah Swt yang menghancurkan pasukan gajah yang berlaku semena-mena di muka bumi.

Walau Kak Didik menyampaikannya dari jarak jauh, anak-anak didik  sangat antusias menyimak rangkaian demi rangkaian kisah dan dongeng serta sulap yang disampaikan oleh pendongeng yang tinggal di Kota Depok itu.

Berkisah dan Pentas Tasmi merupakan bagian dari acara Maulid Nabi KB, TK Islam PB Soedirman tahun ini. Kita sepakat bahwa perayaan Maulid Nabi memang tidak ada dalam ajaran Islam, namun melalui event tahunan itu pimpinan sekolah berharap agar guru, karyawan, anak-anak didik, dan orang tua dapat meneladani Rasulullah Muhammad Saw baik cara berpikir, ucapan, dan tingkah lakunya.

Minimal ada tiga karakter pada diri Rasulullah yang dapat kita teladani yaitu  sense of crisis, sense of safety, dan sense of humanity. Hal itu sebagaimana yang disampaikan Kepala Dikdasmen Yasma PB Soedirman Bapak Drs. Nur Alam, MA  pada sambutannya :

“Kita peringati hari kelahiran Rasulullah Saw setiap tahun, bukan kita mengkultuskannya, dan beliau tidak pernah meminta itu semasa hidupnya. Tapi, karena kita ingin meneladani cara pikir, ucap dan tingkah laku (akhlaq) beliau yang tergambar seperti Al-Qur’an yang sedang berjalan (Hadits dari ‘Aisyah).Meneladani beliau sebagai imam/pemimpin yang bergelar pelayan ummat (khadimul ummah). Maka, yuuk kita tadabburi QS. 9:128. Minimal terdapat 3 karakter pada dirinya: sense of crisis, sense of safety, and sense of humanity.”

Begitulah pesan Ustadz alumni Pondok Pesantren Moderen Gontor yang akrab disapa Pak Nur itu.

 

 

 

 

 

 

Meski MPLS Tahun Ini Beda, Tetap Ada Kesamaannya

Meski MPLS Tahun Ini Beda, Tetap Ada Kesamaannya

Pada hari Senin, 13 Juli 2020, merupakan hari pertama bersekolah di tahun ajaran 2020-2021.  Suasana pada tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bukan hanya suasana, tatacaranya pun sangat berbeda.

Perbedaan yang ada dikarenakan tahun ini negara kita sedang mengalami wabah virus Covid 19. Sejak bulan Maret 2020, virus asal China tersebut telah merubah keadaan di dalam negeri yang kita cintai ini, termasuk pada bidang pendidikan. Kegiatan belajar mengajarnya mengalami perubahan yang sangat signifikan.

Bukan hanya berubah secara kualitatif, secara kuantitatif pun mengalami perubahan. Banyak sekolah yang terkena dampak dari penyebaran virus yang belum ditemukan obatnya itu. Dan tidak sedikit lembaga pendidikan yang terpaksa mentiadakan kegiatan belajar mengajar pada tahun ini dikarenakan sangat minimnya masyarakat yang mendaftar.

Lembaga pendidikan yang masih ada peserta didiknya pun tidak serta merta bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Pemerintah telah membuat aturan yang ketat dengan faktor kesehatan dan keselamatan sebagai dasar keputusannya. Peraturan tersebut wajib ditaati oleh semua penyelenggara pendidikan.

Dan sesungguhnya, tanpa aturan pun masyarakat sudah memahami keadaan yang terjadi dan mereka sangat tidak ingin anak-anaknya beraktifitas di luar rumah. Karenanya, pada jelang tahun ajaran mayoritas masyarakat membuat petisi menolak kegiatan belajar mengajar di lakukan di sekolah selama wabah belum berakhir.

Pihak sekolah pun juga sangat memahami keadaan tersebut, terlebih para guru dan tenaga kependidikan adalah warga masyarakat juga yang sama pemahamannya seperti masyarakat umumnya. Mereka ingin diri, keluarga, kolega, peserta didiknya, dan sekolahnya aman dari virus corona.

Sehingga mereka sangat mentaati protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah maupun oleh Yayasan tempat mereka bernaung. Seperti, Taman Kanak-Kanak (TK) Islam PB Soedirman ini yang sangat mengedepankan kesehatan dan keselamatan untuk para guru, karyawan, dan peserta didiknya.

Karena itu, kegiatan awal tahun ajaran baru di lembaga pendidikan anak usia dini ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya baik suasana maupun tatacaranya. Jika, pada tahun lalu para guru dengan wajah ceria berbaris di pintu gerbang  untuk menyambut kehadiran para peserta didik yang mungil-mungil. Pada tahun ini, yang ada di pintu gerbang hanya tempat cuci tangan lengkap dengan sabunnya dan seorang petugas  pengecek suhu badan yang menyambut kehadiran para guru dan karyawan.

Jika pada tahun lalu halaman sekolah ramai dengan suara anak-anak yang berlari-larian. Ada yang tertawa, berteriak, hingga ada yang menangis karena baru pertama ke sekolah. Pada tahun ini, yang terdengar di halaman sekolah hanya suara dedaunan yang sesekali bergerak tertiup angin dan suara mesin atau klakson kendaraan yang melaju di Jalan Raya Bogor.

Pada tahun lalu, di dalam dan teras kelas juga ramai suara anak-anak beserta orang tua atau pendaping yang mengantarnya. Pada hari ini, di dalam kelas hanya ada suara ibu guru dan pak guru yang sedang berdiskusi mempersiapkan kegiatan pembelajaran.

Begitu juga dengan aula sekolah. Pada tahun lalu, bangunan yang mirip pendompo itu ramai oleh suara anak-anak dan para guru. Mereka bernyanyi bersama. Bertepuk tangan dengan riang gembira. Bergerak mengikuti irama lagu yang dinyanyikan oleh guru. Dan mereka menggetarkan langit-langit aula dengan lantunan ayat-ayat suci alquran dan doa-doa yang mereka panjatkan kepada sang Mahapencipta.

Tetapi, pada tahun ini. Di aula tanpa dinding itu hanya ada para guru yang menggunakan masker dan pelindung wajah. Mereka duduk berpencar. Pandangan mereka lurus ke arah kamera yang tersambung ke laptop di atas meja. Di dalam laptop tersebut ada wajah-wajah mereka bersama wajah para peserta didik.

Para Guru Bersiap Mengikuti Pembukaan MPLS Virtual

Aula itu menjadi saksi dilaksanakannya kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara online menggunakan aplikasi Zoom. Melalui jaringan dunia maya itu Ibu Fricorina Sandrawati,S.Si, M.Pd selaku Kepala Sekolah memperkenalkan para guru yang ada pada tahun ajaran 2020-2021.

Aula itu juga menjadi saksi keceriaan dan semangat para guru dan karyawan menyapa para peserta didik yang jauh dari sekolah. Para guru pun membacakan ayat suci alquran, asmaul husna, dan doa dengan tulus untuk keselamatan dan kesehatan para peserta didik, rekan kerja, pimpinan, serta bangsa dan negara ini.

Acara MPLS yang sangat berbeda dengan tahun sebelumnya itu juga dihadiri oleh Ibu Hj.DR.Triningsih, M.Pd selaku pengawas TK di wilayah binaan 1 Pasar Rebo Jakarta Timur. Namun, kegiatan awal tahun ajaran 2020-2021 walaupun berbeda, tetap masih ada kesamaannya.

Yaitu sama semangat dan keceriaannya, serta sama harapannya. Guru yang berada di sekolah dan peserta didik yang berada di rumah, sama-sama berharap agar wabah ini segera berakhir dan kembali dapat belajar dan bermain bersama di sekolah.

Orang Tua dan Guru Mendapatkan Keberkahan Pada Acara LOKETA KB dan TK A Islam PB Soedirman, Berkahnya Tidak Terhingga!

Orang Tua dan Guru Mendapatkan Keberkahan Pada Acara LOKETA KB dan TK A Islam PB Soedirman, Berkahnya Tidak Terhingga!

Allahumma bariklana fii Rajab, wasyaban, wa balighna Ramadhan”

(Yaa Allah berkahilah Kami di bulan Rajab dan syaban, dan sampaikanlah  kami hingga Ramadhan).

Doa singkat tersebut adalah doa yang sering kita dengar saat bulan Rajab. Doa yang diajarkan Rasulullah SAW tersebut singkat namun sarat makna dan hikmah. Melalui doa itu kita meminta keberkahan kepada Allah SWT, terutama keberkahan umur hingga dipertemukan oleh bulan yang mulia dan penuh berkah yaitu Ramadhan.

Sebagian kita masih beranggapan berkah adalah mendapatkan materi yang melimpah, naik jabatan, atau mendapatkan anak. Padahal, dapat melaksanakan shalat berjama’ah di Masjid, membaca alquran, menuntut ilmu, dan keluarga kita diberi kesehatan juga merupakan keberkahan.

Termasuk memiliki anak yang rajin sekolah, mau belajar dan membaca alquran, berani tampil di depan umum, selalu ceria, serta senantiasa melafadzkan doa terutama untuk kedua orang tuanya juga merupakan keberkahan dari Allah SWT.

Untuk itu, terkabulnya doa memohon keberkahan di bulan Rajab ini bisa jadi Allah SWT berikan tidak dalam bentuk materi, melainkan dalam bentuk yang lain seperti anak-anak yang mau dan bersemangat mempelajari agama dan kitab sucinya, serta menunjukkan kemampuan beragamanya di depan umum (Syiar).

Jika kita semua memahami keberkahan seperti itu, maka beruntunglah orang tua peserta didik Kelompok Bermain (KB) dan  TK A Islam PB Soedirman, dikarenakan pada hari ini (Jum’at 13 Maret 2020) mereka  dapat menyaksikan putra-putri mereka tampil di depan umum membaca doa, alquran, dan praktik sholat dengan semangat pada acara LOKETA (Lomba Keterampilan Agama).

INFORMASI PPDB TAHUN AJARAN 2020/2021

Kegiatan LOKETA merupakan kegiatan rutin sekolah yang ditujukan untuk peserta didik KB dan TK A. Kegiatan tersebut bertujuan untuk melatih keberanian peserta didik tampil di depan umum yaitu dihadapan orang tua, Bapak-Ibu guru, karyawan sekolah dan dewan juri. Selain itu kegiatan tersebut juga berguna untuk guru sebagai evaluasi perkembangan nilai-nilai agama dan moral, bahasa, serta perkembangan sosial emosional peserta didik.

Tujuan-tujuan tersebut diungkapkan oleh Ibu Fricorina Sandrawati,S.Si, M.Pd selaku Kepala Sekolah KB,TK islam PB Soedirman saat menyampaikan kata sambutan. Pada sambutannya beliau juga menyampaikan bahwa sesungguhnya semua peserta didik yang hadir adalah juara karena sudah berani untuk tampil di depan umum.

Untuk LOKETA tahun ini sekolah mengangkat tema “Alquran dilisanku, Alquran di hatiku”.  Harapannya semua peserta menjadi senang berinteraksi dengan alquran, mencintainya,  mengamalkannya, serta menyebarluaskannya.

Ada 4 kategori lomba yang diikuti oleh peserta didik, yaitu (1) Baca doa, (2) Hafalan surat alquran, (3) Membaca hadis, (4) Praktik Sholat. Keempatnya diikuti  secara berkelompok dan dinilai oleh dewan juri non guru atau berasal dari luar sekolah. Dipilih dewan juri non guru untuk menjaga obyektifitas penilaian.

Beberapa Peserta Saat Tampil

Dengan percaya diri semua peserta tampil menunjukkan kemampuannya dalam praktik keagamaan. Ada yang membaca alquran dengan penuh semangat, ada yang membaca doa dengan khusyu dan lugu, serta saat sholat ada yang melakukan gerakan sesuai tuntunan, ada juga yang melakukan gerakan tambahan. Kesemuanya tampil natural hingga membuat terpingkal para orang tua, guru, dan dewan juri.

Suara mereka melantunkan ayat-ayat alquran, doa, dan hadis menenteramkan hati yang mendengarkannya. Tingkah lugu mereka  saat  berusaha mempraktekkan gerakan sholat menyejukkan hati orang-orang dewasa yang melihatnya. Ketenteraman dan kesejukan menyaksikan mereka tampil memeriahkan acara LOKETA merupakan keberkahan tersendiri bagi orang tua dan merupakan wujud nyata dari doa yang sering dipanjatkan yaitu “

Robbana hablana min azwatina wa dzurriyatina QURRATA A’YUN…”

Dan keberkahan tersebut bertambah terasa nikmatnya ketika melihat mereka tersenyum riang sambil melangkah ke panggung acara untuk menerima trophy sebagai bentuk apresiasi dari sekolah dikarenakan mereka sudah berani tampil dan bersemangat mempraktekkan kemampuan keagamaan yang telah mereka capai.

Peserta Senang Mendapat Trophy

 

KARAKTER MORAL & KINERJA  SEORANG JENDERAL SOEDIRMAN

KARAKTER MORAL & KINERJA SEORANG JENDERAL SOEDIRMAN

Oleh : Drs. H. Nur Alam, MA (Ketua Dikdasmen Yasma PB Soedirman)

Sejak awal, para pendiri yayasan ini menggunakan nama Panglima Besar Jenderal Soedirman untuk sekolah-sekolah yang berada dalam binaannya. Mulai dari KB/TK, SD, SMP, SMA dan SMK, dengan penambahan ‘Islam’ yang khas di belakangnya. Penamaan ini tidak asal-asalan, tapi memiliki pesan dan nilai aqidah yang murni dalam berda’wah, di mana lingkungan sekitar Cijantung ketika itu dikenal sebagai daerah ‘merah’ atau basisnya PKI. Di samping itu, ada keinginan kuat untuk meneladani karakter Jenderal Soedirman yang dikenal sebagai seorang Jenderal Muslim yang sangat taat beribadah.

Selain itu, Jenderal Soedirman adalah seorang santri, aktif menjadi pandu (pramuka) Hizbul Wathan, pernah menjadi guru sekolah Muhammadiyah, kemudian kepala sekolah. Maka tak heran, kalau sebagian orang memanggil beliau pak Dir, sebagian lainnya lagi memanggil beliau Kyai, yaitu Kyai Soedirman.

Pak Dirman (panggilan akrabnya) sangat dekat dengan rakyat, dalam setiap perjuangan selalu disambut oleh rakyat. Dan hal ini mengingatkan kita bahwa TNI adalah anak kandung rakyat. TNI berasal dari rakyat dan untuk rakyat. Bersatunya TNI dengan rakyat merupakan kekuatan yang luar biasa.

INFO PPDB 2019-2020

Dalam kondisi sakit paru-parunya, beliau tetap berjuang memimpin pasukan gerilya untuk menunjukkan kepada seluruh dunia, bahwa Indonesia tetap ada dan berdaulat, sehingga semangat pengorbanan dan spirit perjuangan Jenderal Soedirman bisa mematri di hati sanubari seluruh rakyat dan prajurit TNI agar pantang menyerah di manapun mereka berjuang menumpas penjajah.

Tiga musuh Jenderal Soedirman yang abadi selama dalam perang gerilyanya adalah Belanda, Inggris dan PKI. Pasukan penjajah dan penghianat bangsa itu memang bersumpah akan menangkap pak Dirman (sapaan Jenderal Soedirman), hidup atau mati, apapun caranya. Tapi semua usaha mereka sia-sia dan gagal total, pak Dirman muda tetap aman dan selamat dari semua rencana makar mereka.

Dari peristiwa tersebut membuat pengawalnya, yaitu Tjokropranolo dan Supardjo Rustam (keduanya menjadi jenderal juga), bertanya karena rasa penasarannya. Apa rahasia semua ini? Kemudian akhirnya terungkaplah misteri tersebut. Ternyata ada 3 pesan moral yang menjadikan beliau tidak pernah tersentuh oleh tangan-tangan kotor penjajah, yaitu :
1. tidak pernah lepas dari bersuci, di manapun berada selalu mensucikan diri dengan berwudhu’.
2. shalat tepat waktu dan berzikir.
3. ikhlash dalam beramal. Bukan untuk kepentingan diri sendiri, keluarga, institusi., apalagi partai/golongan, tetapi untuk ummat dan rakyat indonesia.

Pertama, karakter orang berwudhu adalah suci dari hadats besar dan kecil, sehingga pikiran, ucapan dan perbuatannya ada dalam bimbingan Allah SWT. Kedua, karakter shalat tepat waktu dan berdzikir adalah hidup yang disiplin dan membenci perbuatan keji lagi munkar serta tidak melupakan Allah dalam kondisi apapun. Ketiga, karakter ikhlash adalah yang menjadikan semua tupoksi kita ringan dan jauh dari godaan syetan dan syahwat duniawi.

Semoga tiga pesan di atas dari Jenderal Soedirman ini sejatinya menjadi karakter moral dan kinerja bagi seluruh keluarga besar (pimpinan, dosen, guru, karyawan dan peserta didik) Yayasan Masjid PB. Soedirman, Cijantung dan Bekasi dalam aktivitas kesehariannya. Wallahu A’lam bish Shawwab.

(Dipersembahkan untuk Milad ke-104, Panglima Besar Jenderal Soedirman)

Pelatihan, Penguatan dan Simulasi Sentra KB, TK Islam PB Soedirman.

Pelatihan, Penguatan dan Simulasi Sentra KB, TK Islam PB Soedirman.

Alhamdulillah, pada hari Selasa dan Rabu (14-15 Januari 2020) guru-guru Kelompok Bermain dan TK Islam PB Soedirman mengikuti pelatihan Metode Sentra. Selama dua hari para guru mendapatkan pemantapan tentang metode sentra dari Bunda Yossi Srianita sang trainer BCCT..

Metode Sentra atau BCCT (Beyond Centers and Circle Time) adalah metode pembelajaran pada anak usia dini yang berpusat pada anak yang dalam proses pembelajarannya berpusat di sentra main dan saat anak dalam lingkaran.

BCCT dapat dikatakan sebagai konsep belajar di mana guru menghadirkan dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong anak didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.

KB dan TK Islam PB Soedirman telah menggunakan Metode Sentra selama tujuh tahun. Saat ini ada 6 Sentra yang digunakan dan dikembangkan yaitu Sentra Iman dan Taqwa (Imtaq), Sentra Balok, Sentra Persiapan, Sentra Bermain Peran, Sentra Seni, dan Sentra Bahan Alam.

PPDB TAHUN AJARAN 2020/2021

Selama dua hari tersebut para guru mendapatkan penyegaran tentang konsep Metode Sentra/BCCT dari Bunda Yossi Srianita. Mereka mendapatkan penguatan tentang Pijakan (Scaffoding), yaitu  dukungan yang berubah-rubah yang disesuaikan dengan perkembangan yang dicapai anak yang diberikan sebagai pijakan untuk mencapai perkembangan yang lebih tinggi.

Ada empat pijakan dalam Metode Sentra yaitu pijakan lingkungan, pijakan sebelum bermain, pijakan saat bermain, dan pijakan setelah bermain. Keempatnya wajib ada pada metode sentra, karenanya pada dua hari itu Bunda Yossi Srianita memberikan penguatan pada keempat pijakan tersebut, terutama pada pijakan lingkungan ysitu penataan lingkungan main yang disesuaikan dengan intensitas dan densitas.

Selama dua hari itu ada dua sentra yang difokuskan pembahasannya yaitu sentra bermain peran dan sentra persiapan. Selesai pembahasan ada simulasi yang dilakukan oleh guru dan kemudian di evaluasi oleh Bunda Yossi Srianita.

Dan pada akhir pertemuan sebagai gambaran dan referensi penguat pembelajaran Metode Sentra, Bunda Yossi Srianita melakukan simulasi pembelajaran di sentra persiapan. Berikut video saat beliau melakukan simulasi :

 

Meraih Keberkahan Dalam Kebersamaan Pada Acara Milad TK Islam PB Soedirman ke 44

Meraih Keberkahan Dalam Kebersamaan Pada Acara Milad TK Islam PB Soedirman ke 44

Pada awal tahun 2020 ini hampir setiap hari hujan turun membasahi bumi Jabodetabek, bahkan  di beberapa daerah hingga mengalami banjir. Para ilmuwan menyebutkan awal tahun ini adalah banjir terparah dan diperkirakan curah hujan disertai angin akan terus membasahi wilayah Jabodetabek pada bulan Januari ini.

Namun, Alhamdulillah pada hari Sabtu 11 Januari 2020 cuaca pagi hari cukup cerah. Sinar matahari pagi yang beberapa hari tidak tampak, kini menunjukkan dirinya hingga meenghangatkan derah Jabodetabek  terutama di wilayah Yayasan Masjid PB Soedirman Cijantung Jakarta Timur.

Keadaan tersebut seakan sebagai tanda restu dari yang Maha Kuasa atas kegiatan yang dilakukan oleh keluarga besar TPA, KB dan TK Islam PB Soedirman yaitu merayakan tasyakuran Milad nya yang ke 44 dengan mengadakan kegiatan santunan anak yatim dan dhuafa, serta kegiatan Family Day.

Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) islam PB Soedirman yang juga membuka layanan Kelompok Bermain (KB) dan Tempat Penitipan Anak (TPA) berdiri di bawah Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman sejak 12 Januari 1976.

INFO PPDB TAHUN AJARAN 2020/2021

Sebagai lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) formal yang telah mengabdi untuk bangsa dan negara hampir setengah abad  tentu sudah banyak merasakan manis, asam, asin, dan getir dalam mendidik anak-anak usia dini sebagai penerus perjuangan bangsa dan negara.

Dalam  ilmu psikologi dan dalam ajaran Islam usia kepala empat adalah puncak kedewasaan dan kematangan kepribadian seseorang. Telah banyak ilmu dan pengalaman yang diperolehnya dari usia anak-anak, remaja, hingga dewasa. Karena itu orang yang telah mencapai usia empat puluh hendaknya bersyukur kepada Allah SWT.

Keadaan tersebut sebagaimana yang Allah SWT sampaikan di dalam Alquran :

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai EMPAT PULUH TAHUN  ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”(QS.Ahqaf ayat 15)

Untuk itu sebagai rasa syukur kepada Allah SWT keluarga besar TK Islam PB Soedirman pada hari Sabtu 11 Januari 2020 ini mengadakan tasyakuran, santunan, dan family day dengan mengusung tema “Meraih Keberkahan Dalam Kebersamaan”.

Kegiatan tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars TK Soedirman, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran, surat Alkausar dan terjemahannya, yang dibacakan oleh  perwakilan peserta didik kelompok B.

Ananda Rayyis B1 (Kiri), Ananda Shaum B2 (Tengah), dan Ananda Aksa B3 (Kanan) Membacakan Ayat Suci Alquran

Setelah perwakilan peserta didik kelompok B unjuk kemampuan membaca alquran, acara dilanjutkan dengan pertunjukkan Marching Band dari Gita Bahana TK Soedirman. Mereka membawakan satu buah lagu. Dengan piawai tangan-tangan mungil mereka bergerak menuju alat drumband hingga menghasilkan raangkaian suara yang harmonis.

Tim Gita Bahana TK Soedirman Saat Unjuk Kebolehan

Pada kegiatan yang diselenggarakan di Aula Masjid PB Soedirman ini turut hadir Ketua Pendidikan Dasar dan Menengah (Disdakmen) Yasma PB Soedirman Bapak H. Drs. Nur Alam, MA. Pada kesempatan yang berbahagia ini beliau pun menyampaikan kata sambutannya.

Pada sambutannya beliau menyampaikan keprihatinannya atas musibah banjir yang terjadi di wilayah Jabodetabek dan daerah Indonesia lainnya.  Serta beliau berpesan kepada keluarga besar TK Islam PB Soedirman agar memperbanyak Ishtighfar, ibadah, berdzikir, dan bertawakal kepada Allah SWT agar senantiasa mendapatkan keberkahan dan dijauhkan dari segala musibah. Dan pria lulusan Pondok Pesantren Moderen Gontor ini juga sangat mengapresiasi kepada panitia, dewan guru dan karyawan, serta komite atas kerjasamanya menyelenggarakan kegiatan tasyakuran milad ini.

Usai memberi sambutan Ketua Dikdasmen Yasma PB Sodirman bersama Kepala TPA, KB dan TK Islam PB Soedirman  Ibu Fri Corinasandrawati,M.Pd, dan Ketua Komite Ibu Anik melakukan pemotongan tumpeng sambil diiringi lagu “Alhamdulillah wasyukurilah” yang dinyanyikan oleh guru dan karyawan TPA, KB, dan TK Islam PB Soedirman.

Setelah itu Ketua Dikdasmen, Kepala Sekolah, dan Ketua Komite menyerahkan santunan dan bingkisan kepada anak-anak yatim piatu yang berada di bawah binaan Majlis Masjid PB Soediman. Kegiatan santunan ini adalah kegiatan rutin pada setiap milad TPA, KB, dan TK Islam PB Soedirman.

Setelah menyerahkan santunan, Ketua Dikdasmen dengan disaksikan Ibu Kepala Sekolah membuka kegiatan Family Day dengan mengipas balon bersama dua peserta didik kelompok TK B sampai ke titik yang ditentukan panitia. Dengan sampainya balon yang dikipas maka bertanda kegiatan family day yang terdiri dari beraneka permainan siap dilaksanakan.

Bapak H. Drs Nur Alam, MA Sedang Mengipas Balon

Namun, sebelum peserta Family Day mengikuti permainan mereka diajak bersenam ria terlebih dahulu agar otot-otot yang kaku akibat lama duduk dapat lentur kembali sehingga siap berpacu di arena permainan.

Panitia Family Day pada tahun ini menyiapkan 6 permainan, yaitu memasukkan bola ke dalam keranjang, memindahkan simpai, menyusun menara gelas, mengipas balon, memindahkan bola sewarna, dan estafet bola pingpong.

Setiap peserta yang selesai mengikuti satu permainan mendapatkan stiker untuk dipasangkan pada name tag nya. Jika semua stiker sudah diperoleh, mereka dapat menukarnya dengan trophy. Jadi, pada permainan ini tidak ada menang-kalah, semua peserta yang semangat menyelesaikan permainan akan lebih awal mendapatkan trophy sebagai kenang-kenangan.

Para peserta Family Day mengikuti setiap permainan dengan sangat antusias. Bahkan mereka rela mengantri untuk dapat mengikuti salah satu permainan yang memang membutuhkan kesabaran dan konsentrasi yaitu menyusun menara gelas.

Setiap permainan memiliki tempat yang cukup luas, maka pada hari itu jadilah Aula Masjid PB Soedirman seperti arena bermain di pusat perbelanjaan. Bedanya, pada acara tersebut selain penuh keceriaan juga penuh keberkahan dalam kebersamaan.

Demikian itulah keberkahan dalam kebersaman antar orang tua, peserta didik, dan guru. Keberkahan dalam kebersamaan antar guru dan karyawan terus berlanjut. Mereka bersama para mantan guru dan karyawan yang pernah mengabdi di TPA,KB dan TK Islam PB Soedirman menikmati hidangan berbagai menu makanan dan minuman di ruang pertemuan TK.

Berikut beberapa aktifitas saat permainan yang berhasil didokumentasikan :

KB,TK Islam PB Soedirman Mengadakan Sepercik Persembahan untuk Ibu

KB,TK Islam PB Soedirman Mengadakan Sepercik Persembahan untuk Ibu

Berbicara tentang Ibu tidak akan pernah habisnya, sulit untuk mengungkapkannya baik dengan kata-kata berupa nada-nada ucapan mapun melalui tulisan. Karena begitu besar dan banyaknya jasa seorang Ibu kepada kita selaku anaknya. Benarlah pepatah yang mengatakan “Kasih Ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah”.

Ibu mengandung kita dengan susah payah. Meski berat pada perutnya, ia tetap beraktiitas. Ia menjaga kita yang dikandungnya, membatasi makan yang tidak sehat agar kita tumbuh sehat. Ia sulit bergerak, serba salah saat tidur, namun dengan cinta kasih Ia mengusap perut tempat kita tumbuh menjadi seorang manusia.

Ketika melahirkan kita, Ibu berjuang melawan sakit pada sekujur tubuhnya. Begitu berat penderitaannya saat berusaha antara hidup dan mati agar kita lahir ke dunia dengan selamat dan sehat.  Keadaan di sekelilingnya tidak dihiraukannya, dengan rasa sakit teramat sakit ia hanya fokus memikirkan kita yang sedang bergerak ingin keluar melihat dunia fana ini.

Setelah kita lahir, belum selesai pengerbonan Ibu. Justeru, dengan adanya kita disempingnya beban Ibu semakin bertambah. Ketika malam hari, saat orang sedang asik tidur, kita menangis hingga suara kita membangunkan Ibu yang sedang istirahat melepas lelah setelah seharian mengurusi kita.

Dengan kasih sayang Ibu menggendong dan menyusui kita, bersenandung untuk kita, membacakan ayat-ayat suci, berdoa agar kita terlindung dari gangguan mahluk-mahluk pengganggu. Saat ia makan, Ibu rela meninggalkan makannya demi menenangkan tangis kita. Saat ia makan, istirahat, Ibu rela meninggalkan itu semua untuk membersihakn kotoran pada celana kita.

Sungguh banyak, tidak terhitung, dan sangat besar jasa Ibu kepada kita. Seumur hidup kita tidak bisa  membalasnya, apalagi hanya satu hari. Karenanya perayaan hari Ibu sejatinya bukanlah untuk membalas jasa-jasa dan kasih sayang Ibu. Melainkan hanya pengingat bahwa di negeri ini pernah ada dan banyak ibu-ibu yang berjuang untuk kemerdekaan negeri ini sambil berjuang mendidik dan mengasuh anaknya sendiri.

Namun, bukan berarti salah orang yang memaknai hari Ibu adalah momen untuk membahagiakan seorang wanita yang telah melahirkannya ke dunia ini dengan  memberikan sesuatu untuknya atau secara bersama mengadakan kegiatan untuk Ibu-Ibu mereka, seperti yang dilakukan KB, TK Islam PB Soedirman.

Pada hari Sabtu, 24 Deember 2019, peserta didik Kelompok Bermain (KB) dan TK Islam PB Soedirman mengadakan kegiatan pentas seni yang dipersembahkan untuk Ibu-ibu mereka. Kegiatan tersebut diselengggarakan 8 hari sebelum hari Ibu dikarenakan pada tanggal 21 Desember sekolah sudah libur.

Namun, meski demikian tidak mengurangi tujuan acara yang bertema “Ibu, Guru dan Sahabatku di Rumah”tersebut. Dan para orang tuapun sangat antusias mengikutinya, terlihat yang hadir bukan hanya para Ibu, para Ayahpun ikut hadir menyaksikan putera-puteri mereka tampil.

Sebelum acara persembahan untuk Ibu, para orang tua mendapatkan siraman ilmu parenting dari Sekjen Komisi Perlindungan Anak Indonesia yaitu Bapak Danang Sasongko,S.Psi seorang pemerhati masalah anak dan aktif memberikan edukasi kepada orang tua, serta bimbingan kepada anak-anak yang mengalami permasalahan.

Pada acara tersebut hadir juga Ketua Dikdasmen Yasma PB Soedirman Bapak Drs. H. Nur Alam,MA. Beliau juga menyampaikan kata sambutan. Pada sambutannya, beliau menginformasikan kondisi terkini di lingkungan Yasma PB Soedimran yang dalam keadaan baik dan siap menerima pendaftaran peserta didik untuk tahun ajaran 2020-2021.

Pada acara persembahan untuk Ibu, peserta didik KB dan TK Islam PB Soedirman secara bergiliran setiap kelas tampil ke atas panggung mempersembahkan gerak dan lagu bernuansakan Ibu. Selesai semua kelas tampil, mereka berkumpul bersama di atas panggung dengan membawa setangkai bunga mawar diiringi lagu sahdu tentang Ibu yang sesekali juga terdengar suara pembawa acara membacakan puisi tentang Ibu dan perkataan yang membuat para Ibu meneteskan air mata.

Tetesan air mata para Ibu bertambah ketika anak-anak mereka bergerak menuju mereka sambil membawa bunga, lalu memeluk erat tubuh mereka sambil mengucapkan “Ibu…Aku sayang Ibu”.

Demikian itulah sepercik persembahan dari peserta didik KB, TK Ilsam PB Soedirman untuk Ibu yang telah memberikan lautan cinta dan kasih sayangnya.

 

“Ibu dekapanmu sangat sangat nyaman dibanding semuanya…Ibu, terimakasihku mungkin tidak cukup membalas semua yang telah kau lakukan. Kau selalu ada saat ku benar-benar membutuhkanmu.”

Momen-momen yang Mengesankan Pada HUT Guru ke 74 di KB, TK Islam PB Soedirman

Momen-momen yang Mengesankan Pada HUT Guru ke 74 di KB, TK Islam PB Soedirman

Pada hari Senin, 25 November 2019, keluarga besar KB, TK Islam PB Soedirman mengikuti kegiatan yang berkesan bagi para guru, tenaga kependidikan, dan juga peserta didik. Pada kegiatan tersebut mereka tertawa, terharu, hingga ada yang menangis.

Acara tersebut merupakan kegiatan yang rutin diadakan pada tanggal 25 November dengan penyelenggara utamanya adalah Komite Sekolah. Mereka membuat acara tersebut dipersembahkan khusus untuk guru-guru KB, TK Islam PB Soedirman. Karena pada hari itu merupakan hari spesial untuk guru, yaitu hari ulang tahun guru Republik Indonesia yang ke 74.

Seperti tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan tersebut diadakan di aula sekolah yang panggungnya sudah terdekor dengan indah, kanan-kiri bangunan terpasang balon beraneka warna, lantai aula tertutup karpet hijau mirip alas majlis ta’lim, langit-langitnya penuh dengan bendera warna-warni, dan ada sound sistem yang menggetarkan dinding-dindingnya terpasang rapih, serta di salah satu sisinya terjejer meja prasmanan yang membuat suasana menyerupai acara di hotel berbintang.

Pada acara memperingati hari guru itu mengusung kalimat “Untuk Semua Guru Mulia Jasa Kalian akan Selalu Kami Kenang, Tetaplah Menjadi Pelita untuk Anak Bangsa”. Dan dipandu oleh dua orang pengurus komite yang suara mereka saling bersahutan mirip MC profesional membawakan acara di stasiun televisi dan sesekali suara mereka beradu dengan suara peserta didik yang duduk di atas karpet hijau.

 MC : Bunda Talita dan Bunda Belva

Peserta didik Kelompok Bermain (KB) dan TK tidak semua hanya menonton. Sebagian ada yang terlibat naik ke atas panggung. Ada yang membaca alquran di awal acara. Ada yang membaca puisi bertemakan guru yang membuat haru dan bangga. Dan ada yang tampil memberikan hadiah kepada guru mereka.

Begitu juga dengan orang tua peserta didik. Mereka tidak hanya menjadi panitia. Mereka pun ikut naik ke atas panggung menyanyikan dua buah lagu yang dipersembahkan untuk para guru, terutama guru-guru anak mereka.

Penampilan Orang tua Peserta Didik

Meski acara tersebut dipersembahkan untuk para guru, namun guru tidak hanya menjadi penonton. Mereka memang tidak tampil menjadi petugas. Namun para guru tampil sebagai peserta permainan yang disediakan oleh panitia. Mereka bermain tebak gambar, bermain tujuh wow sebuah permainan yang melatih konsentrasi dan kemampuan berhitung, serta bernyanyi.

Semua yang hadir sangat terkesan dengan acara demi acara pada kegiatan memperingati hari guru itu. Dan yang sangat berkesan bagi guru adalah saat perwakilan peserta didik mereka menyerahkan hadiah sambil mengucapkan “selamat ulang tahun” (maksud mereka hari guru).

Dan ada juga momen berkesan lainnya yaitu saat peserta didik masuk ke dalam kelas bersama pengurus komite, sementara guru disuruh menikmati hidangan yang ada di meja prasmanan. Jadilah, peserta didik bersama komite di dalam kelas, guru mengobrol duduk santai sambil menikmati makanan dan minuman yang sederhana namun kaya akan gizi.

Setelah itu, para guru dipersilakan untuk masuk kelas menemui peserta didik mereka. Disinilah momen yang juga sangat berkesan yaitu peserta didik menyerahkan cokelat ke guru mereka dan ada juga yang memberikan bingkisan berbalutkan pita cantik. Tangan mungil mereka menjulur, mulut mereka bertutur “Pak Fajar, ini hadiah untuk Pak Fajar. Selamat hari guru yaaa”

Momen berkesan yang dirasakan para guru tidak sampai di situ. Pada siang hari, satu jam sebelum shalat dzuhur, para guru kembali mendapatkan kegiatan yang sangat berkesan, seru, mendidik, dan mengenyangkan. Yaitu lomba memasak.

Guru Kelompok B

Pada lomba memasak para guru sangat antusias mengikutinya. Mereka beraksi menggunakan perlengkapan masak dengan berpakaian mirip juru masak hotel berbintang. Menu yang harus mereka masak adalah makanan berbahan dasar singkong.

Para guru yang setiap hari memikirkan rencana kegiatan pembelajaran untuk peserta didiknya, saat lomba masak mereka harus memikirkan menu apa yang akan mereka masak. Setiap hari mereka juga membuat rencana pembelajaran pada selembar kertas lesson plan, saat lomba mereka harus membuat resep makanan yang akan mereka buat.

Dan kalaulah setiap hari mereka menentukan dan meramu kegiatan pembelajaran yang tepat sesuai dengan tahapan perkembangan peserta didik agar tumbuh kembangnya berkembang dengan baik. Saat lomba pun mereka harus menentukan dan meramu bumbu yang akan mereka gunakan agar masakan mereka hasilnya sesuai dengan yang ingin dibuat dan sedap rasanya.

Dan pastinya ketika sehari-hari para guru sibuk membersamai peserta didik. saat lomba masak pun mereka sibuk bergerak membersamai aneka makanan yang akan mereka masak.

Apapun aktifitas bersama peserta didik pada setiap harinya sangatlah mengesankan. Begitu juga dengan lomba memasak, apapun hasilnya dan siapapun juara pertamanya, yang pasti semua guru sangat berkesan dengan kegiatan tersebut.

Dan bagi penulis sendiri pun juga ada satu momen yang berkesan yaitu mendapat penghargaan dari Yayasan sebagai guru berprestasi tahun ini.

Terimakasih kepada Komite Sekolah yang telah memberikan pengalaman berkesan untuk para guru KB, TK Islam PB Soedirman dan para peserta didiknya pada hari guru ke 74.

Sedih, Guru dan Orang tua Menangis di Acara Pentas Tasmi KB,TK Islam PB Soedirman

Sedih, Guru dan Orang tua Menangis di Acara Pentas Tasmi KB,TK Islam PB Soedirman

Pada hari Jum’at, 08 November 2019, KB, TK Islam PB soedirman mengadakan kegiatan “Pentas Tasmi dan Cerita Heroik dari Negeri Palestina”. Kegiatan yang bertepatan dengan jelang Maulid Nabi saw itu sangatlah menarik hingga membuat penonton yang ada menitikkan air mata.

Pentas Tasmi merupakan kegiatan rutin, dan sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu. Kegiatan tersebut merupakan pelengkap dari program Cinta Quran yang awalnya di gagas oleh Bapak Firman Mudiana Fajar,S.Pd.I, alias penulis sendiri, yang saat itu masih mengajar di Sentra Iman dan Taqwa (Imtaq).

Tasmi sendiri berasal dari kata sam’a yang artinya mendengar. Maka yang dimaksud dengan tasmi adalah mendengar bacaan hafalan surat alquran seorang murid atau santri. Biasanya, di pondok pesantren atau rumah tahfidz alquran kegiatan ini dilakukan secara individual, murid berhadapan langsung dengan ustadz/uistadzahnya dan dilakukan dengan satu kali duduk, maksudnya murid membaca hafalan 1 juz alquran sekaligus tanpa jeda istirahat.

Khusus di TK islam PB Soedirman kegiatan tasmi disesuaikan dengan karakteristik pembelajaran pada anak usia dini dan ciri khas sekolah. Maka tasminya dilakukan dalam bentuk pentas, yaitu anak-anak tampil perkelas membacakan surat, hadis dan doa yang mereka hafal. Seperti di kelas B2, mereka tampil membaca surat Alqori’ah dan surat Ibrahim ayat 41.

Kelas B1 Saat Tampil
Kelompok Bermain

Pada kegiatan yang dilaksanakan di aula sekolah itu Ibu Fri Corinasandrawati, M.Pd memberikan sambutan, pada sambutannya beliau berpesan kepada seluruh peserta didik agar terus rajin menghafalkan alquran, menjaga hafalannya, agar kelak dapat masuk surganya Alloh SWT dan dapat memakaikan mahkota kepada kedua orang tua.

Dikarenakan keesokan harinya adalah tanggal 12 Robiul Awal, yaitu tanggal kelahirannya Nabi Muhammad saw. Maka Ibu Kepala Sekolah juga berpesan kepada peserta didik agar dapat meneladani Nabi Muhammad saw.

Cerita Heroik Dari Negeri Palestina

Selesai pentas tasmi peserta didik istirahat 30 menit di dalam kelas untuk snack time. Setelah itu mereka kembali lagi ke aula untuk mendengarkan cerita tentang keberanian seorang anak Palestina yang disampaikan oleh Kak Jani dari Yayasan Kasih Palestina.

Kak Jani menceritakan dengan teknik berdongeng yang memukau, berbagai suara ia keluarkan dari mulutnya. Suara pesawat, tembakan, teng tempur, roket, ledakan, teriakan, ketakutan, hingga tangisan, yang menggambarkan suasana perang di negeri Palestina yang sampai saat ini masih terjajah oleh Zionis Israel.

Antusias Menyimak Kak Jani Bercerita

Tokoh cilik dalam cerita tersebut bernama Ahmad, yang memiliki orang tua dan satu kakak. Diceritakan Ahmad adalah anak sholeh yang rajin mengaji, belajar, dan sholat berjamaah di Masjid, ia juga sangat berbakti kepada kedua orang tua, guru dan kakaknya.

Keluarga Ahmad adalah keluarga muslim yang sangat bahagia, saling menyayangi dan mengasihi. Kedua orang tua Ahmad merupakan orang yang turut memperjuangkan kemerdekaan palestina. Dan mereka sangat berharap kelak Ahmad menjadi warga Palestina yang turut memperjuangkan negerinya, menjadi seorang penghafal alquran, dan memiliki ilmu pengetahuan yang berguna.

Namun sayang, kebahagiaan mereka tidak lama. Kedua orang tua Ahmad tidak dapat lagi melihat Ahmad pergi ke sekolah, belajar, dan membaca alquran. Karena mereka berserta kakaknya Ahmad gugur terkena serangan rudal penjajah Israel.

Pada pagi hari Ahmad tidak menenmukan kedua orang tua dan kakaknya yang biasa mengajaknya sholat subuh berjamaah. Ia berusaha mencarinya, bertanya kepada setiap orang yang ditemuinya. Ditengah serangan roket-roket penjajah, ia terus berjalan mencari keluarganya. Lapar, haus, takut tertembak, tidak dihiraukannya lagi. Dengan berani ia terus mencari keluarganya.

Hingga akhirnya Ahmad mendapat kabar bahwa kedua orang tua dan kakaknya telah syahid, tewas terkena serangan bom. Ahmad menangis, tetapi ia iklas. Karena ia tahu, kedua orang tua dan kakaknya telah masuk surganya Alloh SWT.

Kak Jani terus menyampaikan cerita tentang Ahmad tersebut sambil diiringi alunan musik yang menyentuh hati. Penulis, selaku pembawa acara, menyaksikan banyak penonton yang meneteskan air mata. Bukan hanya peserta didik. guru, dan orang tua murid yang hadir pun terlihat berkali-kali mengusap matanya yang basah dan ada juga yang terseguk-seguk.

Bahkan, ketika jam pulang. Saat penulis mengantar peserta didik ke pintu gerbang. Seorang peserta didik berkata ke penulis, “Pak Fajar, tadi aku sedih denger cerita Ahmad tadi”. Penulis coba menggali perasaanya dengan bertanya, “Kenapa sedih?”.

“Kasihan orang tuanya kena ledakan, rumah, sama sekolahnya juga”. Jawabnya dengan sendu.

Cerita Ahmad memang tidak nyata. Tetapi itulah gambaran kecil duka nyata jutaan anak-anak palestina yang sampai saat ini masih terjajah. Mereka hidup dalam keadaan terdzalimi, rumah mereka hancur, sekolah mereka rusak, mereka tidak bebas bermain, bahkan kota mereka di blokade yaitu Kota Gaza.

Karena keadaan nyata yang diketahui itu dan juga karena rasa ikatan ukhuwah islamiyah dan insaniyah (kemanusiaan)lah yang menyebabkan air mata mereka menetes. Hingga pada akhir acara tangan mereka tergerak untuk membantu Palestina dengan menyisihkan sebagian rizki mereka melalui program donasi untuk Palestina Yayasan Kasih Palestina yang dikumpulkan menggunakan kotak yang terbuat dari kardus.

Setelah selesai acara. Kak Jani dan rekan-rekan, serta beberapa guru TK Soedirman menghitung uang donasi. Dan Alhamdulillah, terkumpul sebanyak Rp.15.126.000,.

Terimakasih Ayah, Bunda telah membersamai Ananda menghafal alquran hingga mereka percaya diri tampil pada pentas tasmi. Dan terimakasih karena telah mengijinkan Ananda membersamai anak-anak Palestina melalui donasi yang diberikannya.

Semoga Ananda KB, TK Islam PB Soedirman menjadi ilmuwan, pengusaha, dan professional lainnya yang hafal alquran, mencintai agama, Negara, bangsa, dan seluruh umat manusia. Aaminn

Serunya Kelompok B TK Islam PB Soedirman Belajar di Taman Ternak Sapi Perah, Ada yang Tarik Menarik Sama Sapi

Serunya Kelompok B TK Islam PB Soedirman Belajar di Taman Ternak Sapi Perah, Ada yang Tarik Menarik Sama Sapi

Pada hari Rabu 23 Oktober 2019 kelompok B TK Islam PB Soedirman kunjungan edukatif ke Taman Ternak Sapi Perah Pondok Ranggon Jakarta Timur. Pada cuaca panas mereka menikmati pemandangan hewan-hewan penghasil susu mirip di negara eropa itu.

Jam yang menempel pada dinding aula sekolah telah menunjukkan jam 07.30, para peserta didik telah selesai melakukan tadarus pagi. Selesai merapikan alas duduk yang mereka gunakan saat tadarus, peserta didik kelompok B masuk kelas untuk bersiap melakukan kunjungan edukatif atau yang biasa disebut kunjungan tema.

Terkait tema. Pembelajaran di TK Islam PB Soedirman menggunakan tema yang berganti setiap bulannya. Satu tema mengintegrasikan beberapa konsep pembelajaran yang mengacu pada aspek perkembangan peserta didik. Pada bulan ini tema pembelajarannya adalah Makanan, Minuman, dan Pakaian, dengan sub tema kebutuhanku yang halal dan thoyib. Untuk memperkuat konsep tema itu, .peserta didik diajak belajar ke peternakan sapi guna memperkuat bahasan tentang kebutuhanku.

Setelah semua peserta didik kelompok B berbaris di depan kelas masing-masing dengan tas di pundak, mereka diarahkan berjalan dengan tertib menuju mini bis yang akan membawa mereka ke Pondok Ranggon. Alhamdulillah, mini bis yang mereka naiki adalah Bis Sekolah dari Pemerintah Provinsi yang biasa berkeliling mengantar anak-anak sekolah. Di dalam bis berwarna kuning ini peserta didik kelompok B sangat senang dan nyaman, dikarenakan dalam bis sangat sejuk dan bersih.

Setelah semua siap, 4 bis sekolah yang membawa peserta didik kelompok B beserta guru dan beberapa tenaga pendidik yang ikut mendampingi bergerak beriringan menuju tempat yang akan memberikan pengalaman mengesankan kepada mereka.

Setibanya di peternakan yang berada di depan TPU Pondok Ranggon itu, rombongan di sambut oleh beberapa petugas berpakaian putih-putih mirip dokter. Dan mereka mempersilakan rombongan masuk ke aula pertemuan. Disinilah kegiatan pertama dilakukan, yaitu perkenalan tentang Taman Ternak Sapi Perah Pondok Ranggon, dan informasi kegiatan yang akan dilakukan.

Di dalam aula tersebut, peserta didik sudah dapat melihat hewan kambing yang juga ada di peternakan milik pemerintah daerah ini. Dan sangat terlihat mereka sudah tidak sabar untuk segera menuju ke kandang sapi perah.

Suasana santai di dalam aula

Sebelum menuju ke kandang, mereka di bagi menjadi tiga kelompok berdasarkan kelas. Dan pihak peternakan pun sudah mempersiapkan tiga kegiatan yaitu menyusui pedet, memberi makan sapi, dan memerah susu sapi.

Namanya juga anak usia dini. Ketika disebut nama sapi mereka sangat senang. Namun, setelah melihat bentuknya tidak sedikit dari mereka yang takut, bahkan ada juga yang muntah setelah mencium aromanya.
Di kandang mereka memberi minum susu anak sapi atau yang biasa di sebut pedet. Dengan menggunakan botol cukup besar secara bergantian mereka memberi susu ke anak sapi yang memang sengaja dipisah dari induknya sesuai prosedur peternakan. Dengan sedikit takut dan geli tangan mungil mereka memegangi dot sembari muka mereka melihat mulut pedet yang lahap menyedot susu. Disinilah kecerdasan Naturalis mereka terstimulus.

Memberi pedet minum susu

Kecerdasan Naturalis adalah kemampuan untuk mengenali dan mengklasifikan spesies, benda-benda, maupun lingkungan yang ada di alam.

Setelah itu mereka memberi makan sapi. Tangan mungil mereka menenteng rumput khusus pakan sapi yang mereka peroleh dari petugas yang biasa memberi makan para sapi. Sambil berteriak penuh suka cita, ada juga yang sedikit ketakutan, tangan mungil mereka maju mundur mengikuti tarikan mulut sapi yang mereka beri makan. Disini bukan hanya kecerdasan Naturalis mereka yang terstimulus, kecerdasan kinestetik mereka pun ikut terstimulus.

Memberi makan sapi

Selesai memberi makan, mereka memerah susu. Sebelum memerah mereka diharuskan cuci tangan tanpa sabun terlebih dahulu, setelah itu secara bergantian mereka memerah susu. Tangan mungil mereka menarik puting susu sapi sesuai arahan petugas yang mendampingi mereka. Mata mereka melihat susu keluar menuju wadah yang tersedia, agar susu masuk ke wadah maka arah puting harus pas ke wadah. Di sinilah kecerdasan spasial mereka ikut terstimulus. Selesai memerah, mereka mencuci tangan menggunakan sabun beginilah prosedur memerah di peternakan ini.

Memerah susu sapi

Setelah semua kelompok melakukan tiga kegiatan tersebut. Mereka menuju ke kandang kambing yang bersebelahan juga dengan kandang kelinci dan pedet. Kandang ini disediakan khusus untuk mereka agar dapat mengenal hewan yang ada lebih dekat.

Selesai mereka bermain dikandang khusus tersebut, mereka kembali ke aula untuk makan. Selesai makan, mereka menyaksikan film tentang susu sapi dan riwayat peternakan sapi.

Memberi makan kambing

Selesai menonton. Berakhir sudah kegiatan mereka di Taman Ternak Sapi Perah Pondok Ranggon. Ketika mereka keluar aula cuaca sangatlah panas, namun wajah mereka terlihat sejuk penuh keceriaan dan agak berat untuk meninggalkan lokasi yang telah memberi mereka pengalaman yang mengesankan itu.

 

Video kunjungan tema ke Taman Ternak Sapi Perah :

Inilah Tamu-tamu Istimewa KB, TK Islam PB Soedirman di Bulan September 2019

Inilah Tamu-tamu Istimewa KB, TK Islam PB Soedirman di Bulan September 2019

Pendidikan pada anak usia dini merupakan proses terpenting untuk anak agar dapat tumbuh menjadi insan yang baik. Karenanya usia dini disebut sebagai masa kritis, penting, atau emas. Artinya, masa tersebut sangat menentukan baik tidaknya kepribadian, dan kemampuan seseorang pada saat dewasa kelak.

Ibarat menanam, usia dini adalah bibit. Ketika bibit ditanam, agar tumbuh dan berkembang dengan baik maka ia perlu dirawat sesuai standar perawatannya. Jika perawatannya tidak sesuai, maka bibit akan tumbuh namun perkembangannya kurang baik, bahkan bisa gagal tumbuh jika perawatannya sangat jauh dari aturan.

Karena itu mempersiapkan pendidikan untuk anak usia dini dengan sebaik-baiknya sangatlah penting. Dan para pakar pendidikan mengatakan bahwa ada tiga lingkungan yang berperan penting dalam mendidik dan mempengaruhi tumbuh-kembang anak. Yaitu, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan sosial.

Orang tua yang mengandalkan pendidikan anaknya hanya kepada sekolah, tidaklah tepat. Begitu juga sebaliknya, mengutamakan pendidikan di rumah dengan mengabaikan pendidikan di sekolah dan masyarakat pun tidaklah tepat. Begitupun orang yang mengabaikan pendidikan dari lingkungan sosialnya.

Ketiga lingkungan tersebut tidak dapat dipisahkan dari anak, dan sangat berpengaruh membentuk kepribadiannya. Sebagaimana yang dikatakan Wismiarti Tamin yang dikutip oleh Profesor Rhenald Kasali dalam bukunya “Sentra”, menurutnya ada tiga guru bagi anak, yaitu orang tua di rumah, guru di sekolah, dan lingkungan. Ketiganya harus bisa menjalankan peran sebagai pendidik yang baik.

Karenanya, orang tua yang baik adalah mereka yang memperhatikan ketiga lingkungan tersebut. Dan sekolah yang baik adalah sekolah yang mengajak orang tua untuk aktif mengikuti kegiatan di sekolah agar ada kesamaan dan kesefahaman dalam mendidik.

Sekolah TK Islam PB Soedirman sangat memahami keadaan tersebut. Karenanya, untuk memperkuat kerjasama dengan orang tua peserta didik, dan dalam rangka memberikan pengalaman yang istimewa untuk peserta didiknya, pada tahun ini kembali mengadakan Program Guru Tamu.

Kegiatan tersebut seperti yang sudah dilaksanakan pada tahun ajaran yang lalu. Dan Alhamdulillah, pada tahun ajaran 2019-2020 di bulan September ini sudah terlaksana beberapa kali baik di TK A, TK B, dan Kelompok Bermain.

Orang tua, Ayah atau Bunda, yang menjadi tamu di kelas anaknya layak disebut sebagai Tamu Istimewa. Karena, mereka telah memberikan waktunya menjadi waktu yang istimewa untuk membersamai anak mereka dan teman-temannya, serta memberikan pengalaman istimewa kepada anak-anak yang tumbuh kembangnya masih istimewa.

Pada hari Kamis, 05 September 2019 TK B1 yang menjadi tamu istimewa adalah Bunda Zio. Ia berbagi ilmu kepada anak-anak TK B1 tentang benda-benda langit dan 8 planet, serta tentang luar angkasa. Karena sangat menarik, akhirnya banyak teman-teamnnya Zio yang bercita-cita ingin menjadi Astronot.

Bunda Zio Membersamai TK B1

Pada hari Jum’at, 06 September 2019 kelompok TK A1 kedatangan tamu istimewa, yaitu Bunda Rifandra. Bunda yang bernama Diyah Alfi Filia Sophianti ini memberikan pengalaman istimewa dengan membacakan buku cerita kepada Rifandra dan teman-temannya.

Bunda Rafindra Membersamai TK A1

Kemudian pada tanggal 12 September 2019 Kelompok TK B kedatangan tamu istimewa, yaitu :

Pertama, TK B1 : Bunda Albidzar Syehan. Anak-anak B1 mendpatkan pengalaman istimewa dari Bunda yang bernama Yuliana Amik ini tentang cara membuat boneka dari handuk. Pada kesempatan special ini, Albidzar dan teman-temannya selain membuat boneka mereka juga menjadi tahu cara melipat handuk, menempel mata boneka, dan melipat pita.

Bunda Albidzar Membersamai TK B1

Kedua, TK B2 : Bunda Nayla. Anak-anak B1 mendapatkan pengalaman istimewa dari Bunda yang bernama Kuswati Ayu Ningsih ini tentang cerita hewan domba dan serigala.

Bunda Nayla Membersamai TK B2

Ketiga, TK B3 : Bunda Alesha. Anak-anak B3 mendapatkan pengalaman istimewa dari Bunda yang bernama Ayu Kusuma Wardani ini tentang aturan makan dengan tertib yang disampaikannya melalui cerita.

Bunda Alesha Membersamai TK B3

Pada hari Jum’at, 13 September 2019 Kelompok TK A juga kedatangan tamu istimewa, yaitu

Pertama, TK A1. Guru tamunya adalah Bunda Talita yang bernama Ika Rizki Agustin. Ia memberikan pengalaman istimewa kepada anak-anak A1 dengan membacakan buku ensiklopedia. Terlihat Talita dan teman-temannya menyimak dengan sangat antusias.

Bunda Talitha Membersamai TK A1

Kedua, TK A2 : Bunda Afiqah yang bernama Neny Roesmawarni. Ia memberikan pengalaman istimewa kepada anak-anak A2 tentang cerita Sapi yang baik hati. Afiqah dan teman-temannya sangat antusias mendengar cerita tersebut.

Bunda Afiqah Membersamai TK A2

Ketiga, TK A3 : Bunda Neysa. Anak-anak A3 mendapatkan pengalaman istimewa dari Bunda yang bernama Cleveria Jessika ini tentang cara membuat kreatifitas dari kertas origami yang dilipat-lipat hingga berbentuk ikan.

Bunda Neysa Membersamai TK A3

Pada hari Kamis, tanggal 19 September 2019, Kelompok TK B kembali kedatangan tamu istimewa yaitu :

Pertama, TK B1 : Bunda Rhiva. Pada kali ini anak-anak B1 mendapatkan pengalaman istimewa dari Bunda yang bernama Wirazaika ini tentang cerita “Kelinci dan Petani”. Dari cerita tersebut mereka belajar tentang nilai-nilai kebaikan seperti jujur.

Bunda Rhiva Membersamai TK B1

Kedua, TK B2 : Bunda Darrel. Pada kali ini anak-anak B2 mendapatkan pengalaman istimewa dari Bunda yang bernama Ira Herawati tentang cerita yang sangat menarik dan hadiah lucu yang terbuat dari kertas origami.

Bunda Darrel Membersamai TK B2

Ketiga, TK B3 : Bunda Almira. Pada kali ini anak-anak B3 mendapatkan pengalaman istimew dari Bunda yang bernama Hesti Aminingsih tentang cara membuat kelinci dari karton. Terlihat mereka sangat antusias mengikuti kegiatan membuat hasil karya tersebut.

Bunda Almira Membersamai TK B3

Pada hari Jum’at, tanggal 20 September 2019, Kelompok Bermain (KB) dan TK A juga kembali kedatangan tamu istimewa yaitu :

Pertama, KB Amanah : Bunda Kirana. Pada kesempatan kali ini Bunda yang bernama Fitridina Nurachmah berbagi informasi yang sangat berharga tentang kehidupan unta di padang pasir, serta cara membuat marakas dari karton manila bergambar unta.

Bunda Kirana Membersamai KB Amanah

Kedua, TK A1 : Bunda Arjuna. Anak-anak TK A2 mendapatkan pengalaman istimewa tentang cerita nelayan dan ikan emas. Serunya, ada kuis, yang bisa menjawab pertanyaan mendapatkan hadiah dari Bunda Arjuna.

Bunda Arjuna Membersamai TK A1

Ketiga, TK A2 : Bunda Danish. Pada kali ini anak-anak A2 mendapatkan pengalaman istimewa dari Bunda yang bernama Nadya Citra Amalia tentang cara menempul bentuk geometri menjadi kupu-kupu.

Bunda Danish Membersamai TK A2

Dan kembali, pada hari Jum’at, tanggal 27 September 2019, Kelompok Bermain (KB) dan TK A kedatangan tamu istimewa yaitu :

Pertama, Kelompok Bermain (Shidiq) : Bunda Rakha Dzaki Maulana. Pada kesepatan ini anak-anak KB mendapatkan pengalaman istimewa dan ilmu yang bermanfaat dari Bunda yang bernama Rini Rahmawati tentang cara menjaga kesehatan gigi, dan cara menggosok gigi yang benar.

Bunda Rakha Membersamai KB Shidiq

Kedua, TK A1 : Bunda Rifana Pada kesempatan ini anak-anak A1 mendapatkan pengalman istimewa dari Bunda yang bernama Leny Dessy E Siregar tentang cerita belajar di sekolah. Rifana dan teman-temannya sangat antusias menyimak cerita tersebut.

Bunda Rifana Membersamai TK A1

Ketiga, TK A2 : Bunda Zanka. Pada kesepatan kali ini anak-anak A2 mendapatkan pengalaman istimewa dari Bunda yang bernama Luluk Maryam tentang cerita “Tato Kesiangan” . Zanka dan teman-temannya sangat antusia menyimak cerita tersebut dibacakan.

Bunda Zanka Membersamai TK A2

Itulah Tamu-tamu istimewa KB, TK Islam PB Soedirman di bulan September 2019. Ayah dan Bunda lainnya ditunggu waktu istimewa untuk membersamai Ananda dan teman-temannya di sekolah!.

Silakan diklik Untuk Membaca artikel tentang Guru Tamu tahun ajaran 2018-2019 :

Pekan Pertama 

Pekan Kedua 

Pekan Ketiga

Pekan Keempat

Pekan Kelima

Pekan Keenam

Pekan Ketujuh

Pekan Ketujuh KB 

Pekan Kedelapan

Pekan Kesembilan

Pekan Kesepuluh

Pekan Kesebelas

Pekan Keduabelas

Pekan Ketigabelas

Pekan Keempat Belas

Pekan Kelima Belas

Pekan Keenam Belas 

Pekan Ketujuh Belas 

Pekan Kedelapan Belas

Pekan Kesembilan Belas

Pekan Kedua Puluh

Pekan Kedua Puluh Dua