Pelatihan, Penguatan dan Simulasi Sentra KB, TK Islam PB Soedirman.

Pelatihan, Penguatan dan Simulasi Sentra KB, TK Islam PB Soedirman.

Alhamdulillah, pada hari Selasa dan Rabu (14-15 Januari 2020) guru-guru Kelompok Bermain dan TK Islam PB Soedirman mengikuti pelatihan Metode Sentra. Selama dua hari para guru mendapatkan pemantapan tentang metode sentra dari Bunda Yossi Srianita sang trainer BCCT..

Metode Sentra atau BCCT (Beyond Centers and Circle Time) adalah metode pembelajaran pada anak usia dini yang berpusat pada anak yang dalam proses pembelajarannya berpusat di sentra main dan saat anak dalam lingkaran.

BCCT dapat dikatakan sebagai konsep belajar di mana guru menghadirkan dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong anak didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.

KB dan TK Islam PB Soedirman telah menggunakan Metode Sentra selama tujuh tahun. Saat ini ada 6 Sentra yang digunakan dan dikembangkan yaitu Sentra Iman dan Taqwa (Imtaq), Sentra Balok, Sentra Persiapan, Sentra Bermain Peran, Sentra Seni, dan Sentra Bahan Alam.

PPDB TAHUN AJARAN 2020/2021

Selama dua hari tersebut para guru mendapatkan penyegaran tentang konsep Metode Sentra/BCCT dari Bunda Yossi Srianita. Mereka mendapatkan penguatan tentang Pijakan (Scaffoding), yaitu  dukungan yang berubah-rubah yang disesuaikan dengan perkembangan yang dicapai anak yang diberikan sebagai pijakan untuk mencapai perkembangan yang lebih tinggi.

Ada empat pijakan dalam Metode Sentra yaitu pijakan lingkungan, pijakan sebelum bermain, pijakan saat bermain, dan pijakan setelah bermain. Keempatnya wajib ada pada metode sentra, karenanya pada dua hari itu Bunda Yossi Srianita memberikan penguatan pada keempat pijakan tersebut, terutama pada pijakan lingkungan ysitu penataan lingkungan main yang disesuaikan dengan intensitas dan densitas.

Selama dua hari itu ada dua sentra yang difokuskan pembahasannya yaitu sentra bermain peran dan sentra persiapan. Selesai pembahasan ada simulasi yang dilakukan oleh guru dan kemudian di evaluasi oleh Bunda Yossi Srianita.

Dan pada akhir pertemuan sebagai gambaran dan referensi penguat pembelajaran Metode Sentra, Bunda Yossi Srianita melakukan simulasi pembelajaran di sentra persiapan. Berikut video saat beliau melakukan simulasi :

 

Meraih Keberkahan Dalam Kebersamaan Pada Acara Milad TK Islam PB Soedirman ke 44

Meraih Keberkahan Dalam Kebersamaan Pada Acara Milad TK Islam PB Soedirman ke 44

Pada awal tahun 2020 ini hampir setiap hari hujan turun membasahi bumi Jabodetabek, bahkan  di beberapa daerah hingga mengalami banjir. Para ilmuwan menyebutkan awal tahun ini adalah banjir terparah dan diperkirakan curah hujan disertai angin akan terus membasahi wilayah Jabodetabek pada bulan Januari ini.

Namun, Alhamdulillah pada hari Sabtu 11 Januari 2020 cuaca pagi hari cukup cerah. Sinar matahari pagi yang beberapa hari tidak tampak, kini menunjukkan dirinya hingga meenghangatkan derah Jabodetabek  terutama di wilayah Yayasan Masjid PB Soedirman Cijantung Jakarta Timur.

Keadaan tersebut seakan sebagai tanda restu dari yang Maha Kuasa atas kegiatan yang dilakukan oleh keluarga besar TPA, KB dan TK Islam PB Soedirman yaitu merayakan tasyakuran Milad nya yang ke 44 dengan mengadakan kegiatan santunan anak yatim dan dhuafa, serta kegiatan Family Day.

Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) islam PB Soedirman yang juga membuka layanan Kelompok Bermain (KB) dan Tempat Penitipan Anak (TPA) berdiri di bawah Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman sejak 12 Januari 1976.

INFO PPDB TAHUN AJARAN 2020/2021

Sebagai lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) formal yang telah mengabdi untuk bangsa dan negara hampir setengah abad  tentu sudah banyak merasakan manis, asam, asin, dan getir dalam mendidik anak-anak usia dini sebagai penerus perjuangan bangsa dan negara.

Dalam  ilmu psikologi dan dalam ajaran Islam usia kepala empat adalah puncak kedewasaan dan kematangan kepribadian seseorang. Telah banyak ilmu dan pengalaman yang diperolehnya dari usia anak-anak, remaja, hingga dewasa. Karena itu orang yang telah mencapai usia empat puluh hendaknya bersyukur kepada Allah SWT.

Keadaan tersebut sebagaimana yang Allah SWT sampaikan di dalam Alquran :

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai EMPAT PULUH TAHUN  ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”(QS.Ahqaf ayat 15)

Untuk itu sebagai rasa syukur kepada Allah SWT keluarga besar TK Islam PB Soedirman pada hari Sabtu 11 Januari 2020 ini mengadakan tasyakuran, santunan, dan family day dengan mengusung tema “Meraih Keberkahan Dalam Kebersamaan”.

Kegiatan tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars TK Soedirman, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran, surat Alkausar dan terjemahannya, yang dibacakan oleh  perwakilan peserta didik kelompok B.

Ananda Rayyis B1 (Kiri), Ananda Shaum B2 (Tengah), dan Ananda Aksa B3 (Kanan) Membacakan Ayat Suci Alquran

Setelah perwakilan peserta didik kelompok B unjuk kemampuan membaca alquran, acara dilanjutkan dengan pertunjukkan Marching Band dari Gita Bahana TK Soedirman. Mereka membawakan satu buah lagu. Dengan piawai tangan-tangan mungil mereka bergerak menuju alat drumband hingga menghasilkan raangkaian suara yang harmonis.

Tim Gita Bahana TK Soedirman Saat Unjuk Kebolehan

Pada kegiatan yang diselenggarakan di Aula Masjid PB Soedirman ini turut hadir Ketua Pendidikan Dasar dan Menengah (Disdakmen) Yasma PB Soedirman Bapak H. Drs. Nur Alam, MA. Pada kesempatan yang berbahagia ini beliau pun menyampaikan kata sambutannya.

Pada sambutannya beliau menyampaikan keprihatinannya atas musibah banjir yang terjadi di wilayah Jabodetabek dan daerah Indonesia lainnya.  Serta beliau berpesan kepada keluarga besar TK Islam PB Soedirman agar memperbanyak Ishtighfar, ibadah, berdzikir, dan bertawakal kepada Allah SWT agar senantiasa mendapatkan keberkahan dan dijauhkan dari segala musibah. Dan pria lulusan Pondok Pesantren Moderen Gontor ini juga sangat mengapresiasi kepada panitia, dewan guru dan karyawan, serta komite atas kerjasamanya menyelenggarakan kegiatan tasyakuran milad ini.

Usai memberi sambutan Ketua Dikdasmen Yasma PB Sodirman bersama Kepala TPA, KB dan TK Islam PB Soedirman  Ibu Fri Corinasandrawati,M.Pd, dan Ketua Komite Ibu Anik melakukan pemotongan tumpeng sambil diiringi lagu “Alhamdulillah wasyukurilah” yang dinyanyikan oleh guru dan karyawan TPA, KB, dan TK Islam PB Soedirman.

Setelah itu Ketua Dikdasmen, Kepala Sekolah, dan Ketua Komite menyerahkan santunan dan bingkisan kepada anak-anak yatim piatu yang berada di bawah binaan Majlis Masjid PB Soediman. Kegiatan santunan ini adalah kegiatan rutin pada setiap milad TPA, KB, dan TK Islam PB Soedirman.

Setelah menyerahkan santunan, Ketua Dikdasmen dengan disaksikan Ibu Kepala Sekolah membuka kegiatan Family Day dengan mengipas balon bersama dua peserta didik kelompok TK B sampai ke titik yang ditentukan panitia. Dengan sampainya balon yang dikipas maka bertanda kegiatan family day yang terdiri dari beraneka permainan siap dilaksanakan.

Bapak H. Drs Nur Alam, MA Sedang Mengipas Balon

Namun, sebelum peserta Family Day mengikuti permainan mereka diajak bersenam ria terlebih dahulu agar otot-otot yang kaku akibat lama duduk dapat lentur kembali sehingga siap berpacu di arena permainan.

Panitia Family Day pada tahun ini menyiapkan 6 permainan, yaitu memasukkan bola ke dalam keranjang, memindahkan simpai, menyusun menara gelas, mengipas balon, memindahkan bola sewarna, dan estafet bola pingpong.

Setiap peserta yang selesai mengikuti satu permainan mendapatkan stiker untuk dipasangkan pada name tag nya. Jika semua stiker sudah diperoleh, mereka dapat menukarnya dengan trophy. Jadi, pada permainan ini tidak ada menang-kalah, semua peserta yang semangat menyelesaikan permainan akan lebih awal mendapatkan trophy sebagai kenang-kenangan.

Para peserta Family Day mengikuti setiap permainan dengan sangat antusias. Bahkan mereka rela mengantri untuk dapat mengikuti salah satu permainan yang memang membutuhkan kesabaran dan konsentrasi yaitu menyusun menara gelas.

Setiap permainan memiliki tempat yang cukup luas, maka pada hari itu jadilah Aula Masjid PB Soedirman seperti arena bermain di pusat perbelanjaan. Bedanya, pada acara tersebut selain penuh keceriaan juga penuh keberkahan dalam kebersamaan.

Demikian itulah keberkahan dalam kebersaman antar orang tua, peserta didik, dan guru. Keberkahan dalam kebersamaan antar guru dan karyawan terus berlanjut. Mereka bersama para mantan guru dan karyawan yang pernah mengabdi di TPA,KB dan TK Islam PB Soedirman menikmati hidangan berbagai menu makanan dan minuman di ruang pertemuan TK.

Berikut beberapa aktifitas saat permainan yang berhasil didokumentasikan :

KB,TK Islam PB Soedirman Mengadakan Sepercik Persembahan untuk Ibu

KB,TK Islam PB Soedirman Mengadakan Sepercik Persembahan untuk Ibu

Berbicara tentang Ibu tidak akan pernah habisnya, sulit untuk mengungkapkannya baik dengan kata-kata berupa nada-nada ucapan mapun melalui tulisan. Karena begitu besar dan banyaknya jasa seorang Ibu kepada kita selaku anaknya. Benarlah pepatah yang mengatakan “Kasih Ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah”.

Ibu mengandung kita dengan susah payah. Meski berat pada perutnya, ia tetap beraktiitas. Ia menjaga kita yang dikandungnya, membatasi makan yang tidak sehat agar kita tumbuh sehat. Ia sulit bergerak, serba salah saat tidur, namun dengan cinta kasih Ia mengusap perut tempat kita tumbuh menjadi seorang manusia.

Ketika melahirkan kita, Ibu berjuang melawan sakit pada sekujur tubuhnya. Begitu berat penderitaannya saat berusaha antara hidup dan mati agar kita lahir ke dunia dengan selamat dan sehat.  Keadaan di sekelilingnya tidak dihiraukannya, dengan rasa sakit teramat sakit ia hanya fokus memikirkan kita yang sedang bergerak ingin keluar melihat dunia fana ini.

Setelah kita lahir, belum selesai pengerbonan Ibu. Justeru, dengan adanya kita disempingnya beban Ibu semakin bertambah. Ketika malam hari, saat orang sedang asik tidur, kita menangis hingga suara kita membangunkan Ibu yang sedang istirahat melepas lelah setelah seharian mengurusi kita.

Dengan kasih sayang Ibu menggendong dan menyusui kita, bersenandung untuk kita, membacakan ayat-ayat suci, berdoa agar kita terlindung dari gangguan mahluk-mahluk pengganggu. Saat ia makan, Ibu rela meninggalkan makannya demi menenangkan tangis kita. Saat ia makan, istirahat, Ibu rela meninggalkan itu semua untuk membersihakn kotoran pada celana kita.

Sungguh banyak, tidak terhitung, dan sangat besar jasa Ibu kepada kita. Seumur hidup kita tidak bisa  membalasnya, apalagi hanya satu hari. Karenanya perayaan hari Ibu sejatinya bukanlah untuk membalas jasa-jasa dan kasih sayang Ibu. Melainkan hanya pengingat bahwa di negeri ini pernah ada dan banyak ibu-ibu yang berjuang untuk kemerdekaan negeri ini sambil berjuang mendidik dan mengasuh anaknya sendiri.

Namun, bukan berarti salah orang yang memaknai hari Ibu adalah momen untuk membahagiakan seorang wanita yang telah melahirkannya ke dunia ini dengan  memberikan sesuatu untuknya atau secara bersama mengadakan kegiatan untuk Ibu-Ibu mereka, seperti yang dilakukan KB, TK Islam PB Soedirman.

Pada hari Sabtu, 24 Deember 2019, peserta didik Kelompok Bermain (KB) dan TK Islam PB Soedirman mengadakan kegiatan pentas seni yang dipersembahkan untuk Ibu-ibu mereka. Kegiatan tersebut diselengggarakan 8 hari sebelum hari Ibu dikarenakan pada tanggal 21 Desember sekolah sudah libur.

Namun, meski demikian tidak mengurangi tujuan acara yang bertema “Ibu, Guru dan Sahabatku di Rumah”tersebut. Dan para orang tuapun sangat antusias mengikutinya, terlihat yang hadir bukan hanya para Ibu, para Ayahpun ikut hadir menyaksikan putera-puteri mereka tampil.

Sebelum acara persembahan untuk Ibu, para orang tua mendapatkan siraman ilmu parenting dari Sekjen Komisi Perlindungan Anak Indonesia yaitu Bapak Danang Sasongko,S.Psi seorang pemerhati masalah anak dan aktif memberikan edukasi kepada orang tua, serta bimbingan kepada anak-anak yang mengalami permasalahan.

Pada acara tersebut hadir juga Ketua Dikdasmen Yasma PB Soedirman Bapak Drs. H. Nur Alam,MA. Beliau juga menyampaikan kata sambutan. Pada sambutannya, beliau menginformasikan kondisi terkini di lingkungan Yasma PB Soedimran yang dalam keadaan baik dan siap menerima pendaftaran peserta didik untuk tahun ajaran 2020-2021.

Pada acara persembahan untuk Ibu, peserta didik KB dan TK Islam PB Soedirman secara bergiliran setiap kelas tampil ke atas panggung mempersembahkan gerak dan lagu bernuansakan Ibu. Selesai semua kelas tampil, mereka berkumpul bersama di atas panggung dengan membawa setangkai bunga mawar diiringi lagu sahdu tentang Ibu yang sesekali juga terdengar suara pembawa acara membacakan puisi tentang Ibu dan perkataan yang membuat para Ibu meneteskan air mata.

Tetesan air mata para Ibu bertambah ketika anak-anak mereka bergerak menuju mereka sambil membawa bunga, lalu memeluk erat tubuh mereka sambil mengucapkan “Ibu…Aku sayang Ibu”.

Demikian itulah sepercik persembahan dari peserta didik KB, TK Ilsam PB Soedirman untuk Ibu yang telah memberikan lautan cinta dan kasih sayangnya.

 

“Ibu dekapanmu sangat sangat nyaman dibanding semuanya…Ibu, terimakasihku mungkin tidak cukup membalas semua yang telah kau lakukan. Kau selalu ada saat ku benar-benar membutuhkanmu.”

Momen-momen yang Mengesankan Pada HUT Guru ke 74 di KB, TK Islam PB Soedirman

Momen-momen yang Mengesankan Pada HUT Guru ke 74 di KB, TK Islam PB Soedirman

Pada hari Senin, 25 November 2019, keluarga besar KB, TK Islam PB Soedirman mengikuti kegiatan yang berkesan bagi para guru, tenaga kependidikan, dan juga peserta didik. Pada kegiatan tersebut mereka tertawa, terharu, hingga ada yang menangis.

Acara tersebut merupakan kegiatan yang rutin diadakan pada tanggal 25 November dengan penyelenggara utamanya adalah Komite Sekolah. Mereka membuat acara tersebut dipersembahkan khusus untuk guru-guru KB, TK Islam PB Soedirman. Karena pada hari itu merupakan hari spesial untuk guru, yaitu hari ulang tahun guru Republik Indonesia yang ke 74.

Seperti tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan tersebut diadakan di aula sekolah yang panggungnya sudah terdekor dengan indah, kanan-kiri bangunan terpasang balon beraneka warna, lantai aula tertutup karpet hijau mirip alas majlis ta’lim, langit-langitnya penuh dengan bendera warna-warni, dan ada sound sistem yang menggetarkan dinding-dindingnya terpasang rapih, serta di salah satu sisinya terjejer meja prasmanan yang membuat suasana menyerupai acara di hotel berbintang.

Pada acara memperingati hari guru itu mengusung kalimat “Untuk Semua Guru Mulia Jasa Kalian akan Selalu Kami Kenang, Tetaplah Menjadi Pelita untuk Anak Bangsa”. Dan dipandu oleh dua orang pengurus komite yang suara mereka saling bersahutan mirip MC profesional membawakan acara di stasiun televisi dan sesekali suara mereka beradu dengan suara peserta didik yang duduk di atas karpet hijau.

 MC : Bunda Talita dan Bunda Belva

Peserta didik Kelompok Bermain (KB) dan TK tidak semua hanya menonton. Sebagian ada yang terlibat naik ke atas panggung. Ada yang membaca alquran di awal acara. Ada yang membaca puisi bertemakan guru yang membuat haru dan bangga. Dan ada yang tampil memberikan hadiah kepada guru mereka.

Begitu juga dengan orang tua peserta didik. Mereka tidak hanya menjadi panitia. Mereka pun ikut naik ke atas panggung menyanyikan dua buah lagu yang dipersembahkan untuk para guru, terutama guru-guru anak mereka.

Penampilan Orang tua Peserta Didik

Meski acara tersebut dipersembahkan untuk para guru, namun guru tidak hanya menjadi penonton. Mereka memang tidak tampil menjadi petugas. Namun para guru tampil sebagai peserta permainan yang disediakan oleh panitia. Mereka bermain tebak gambar, bermain tujuh wow sebuah permainan yang melatih konsentrasi dan kemampuan berhitung, serta bernyanyi.

Semua yang hadir sangat terkesan dengan acara demi acara pada kegiatan memperingati hari guru itu. Dan yang sangat berkesan bagi guru adalah saat perwakilan peserta didik mereka menyerahkan hadiah sambil mengucapkan “selamat ulang tahun” (maksud mereka hari guru).

Dan ada juga momen berkesan lainnya yaitu saat peserta didik masuk ke dalam kelas bersama pengurus komite, sementara guru disuruh menikmati hidangan yang ada di meja prasmanan. Jadilah, peserta didik bersama komite di dalam kelas, guru mengobrol duduk santai sambil menikmati makanan dan minuman yang sederhana namun kaya akan gizi.

Setelah itu, para guru dipersilakan untuk masuk kelas menemui peserta didik mereka. Disinilah momen yang juga sangat berkesan yaitu peserta didik menyerahkan cokelat ke guru mereka dan ada juga yang memberikan bingkisan berbalutkan pita cantik. Tangan mungil mereka menjulur, mulut mereka bertutur “Pak Fajar, ini hadiah untuk Pak Fajar. Selamat hari guru yaaa”

Momen berkesan yang dirasakan para guru tidak sampai di situ. Pada siang hari, satu jam sebelum shalat dzuhur, para guru kembali mendapatkan kegiatan yang sangat berkesan, seru, mendidik, dan mengenyangkan. Yaitu lomba memasak.

Guru Kelompok B

Pada lomba memasak para guru sangat antusias mengikutinya. Mereka beraksi menggunakan perlengkapan masak dengan berpakaian mirip juru masak hotel berbintang. Menu yang harus mereka masak adalah makanan berbahan dasar singkong.

Para guru yang setiap hari memikirkan rencana kegiatan pembelajaran untuk peserta didiknya, saat lomba masak mereka harus memikirkan menu apa yang akan mereka masak. Setiap hari mereka juga membuat rencana pembelajaran pada selembar kertas lesson plan, saat lomba mereka harus membuat resep makanan yang akan mereka buat.

Dan kalaulah setiap hari mereka menentukan dan meramu kegiatan pembelajaran yang tepat sesuai dengan tahapan perkembangan peserta didik agar tumbuh kembangnya berkembang dengan baik. Saat lomba pun mereka harus menentukan dan meramu bumbu yang akan mereka gunakan agar masakan mereka hasilnya sesuai dengan yang ingin dibuat dan sedap rasanya.

Dan pastinya ketika sehari-hari para guru sibuk membersamai peserta didik. saat lomba masak pun mereka sibuk bergerak membersamai aneka makanan yang akan mereka masak.

Apapun aktifitas bersama peserta didik pada setiap harinya sangatlah mengesankan. Begitu juga dengan lomba memasak, apapun hasilnya dan siapapun juara pertamanya, yang pasti semua guru sangat berkesan dengan kegiatan tersebut.

Dan bagi penulis sendiri pun juga ada satu momen yang berkesan yaitu mendapat penghargaan dari Yayasan sebagai guru berprestasi tahun ini.

Terimakasih kepada Komite Sekolah yang telah memberikan pengalaman berkesan untuk para guru KB, TK Islam PB Soedirman dan para peserta didiknya pada hari guru ke 74.

Sedih, Guru dan Orang tua Menangis di Acara Pentas Tasmi KB,TK Islam PB Soedirman

Sedih, Guru dan Orang tua Menangis di Acara Pentas Tasmi KB,TK Islam PB Soedirman

Pada hari Jum’at, 08 November 2019, KB, TK Islam PB soedirman mengadakan kegiatan “Pentas Tasmi dan Cerita Heroik dari Negeri Palestina”. Kegiatan yang bertepatan dengan jelang Maulid Nabi saw itu sangatlah menarik hingga membuat penonton yang ada menitikkan air mata.

Pentas Tasmi merupakan kegiatan rutin, dan sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu. Kegiatan tersebut merupakan pelengkap dari program Cinta Quran yang awalnya di gagas oleh Bapak Firman Mudiana Fajar,S.Pd.I, alias penulis sendiri, yang saat itu masih mengajar di Sentra Iman dan Taqwa (Imtaq).

Tasmi sendiri berasal dari kata sam’a yang artinya mendengar. Maka yang dimaksud dengan tasmi adalah mendengar bacaan hafalan surat alquran seorang murid atau santri. Biasanya, di pondok pesantren atau rumah tahfidz alquran kegiatan ini dilakukan secara individual, murid berhadapan langsung dengan ustadz/uistadzahnya dan dilakukan dengan satu kali duduk, maksudnya murid membaca hafalan 1 juz alquran sekaligus tanpa jeda istirahat.

Khusus di TK islam PB Soedirman kegiatan tasmi disesuaikan dengan karakteristik pembelajaran pada anak usia dini dan ciri khas sekolah. Maka tasminya dilakukan dalam bentuk pentas, yaitu anak-anak tampil perkelas membacakan surat, hadis dan doa yang mereka hafal. Seperti di kelas B2, mereka tampil membaca surat Alqori’ah dan surat Ibrahim ayat 41.

Kelas B1 Saat Tampil
Kelompok Bermain

Pada kegiatan yang dilaksanakan di aula sekolah itu Ibu Fri Corinasandrawati, M.Pd memberikan sambutan, pada sambutannya beliau berpesan kepada seluruh peserta didik agar terus rajin menghafalkan alquran, menjaga hafalannya, agar kelak dapat masuk surganya Alloh SWT dan dapat memakaikan mahkota kepada kedua orang tua.

Dikarenakan keesokan harinya adalah tanggal 12 Robiul Awal, yaitu tanggal kelahirannya Nabi Muhammad saw. Maka Ibu Kepala Sekolah juga berpesan kepada peserta didik agar dapat meneladani Nabi Muhammad saw.

Cerita Heroik Dari Negeri Palestina

Selesai pentas tasmi peserta didik istirahat 30 menit di dalam kelas untuk snack time. Setelah itu mereka kembali lagi ke aula untuk mendengarkan cerita tentang keberanian seorang anak Palestina yang disampaikan oleh Kak Jani dari Yayasan Kasih Palestina.

Kak Jani menceritakan dengan teknik berdongeng yang memukau, berbagai suara ia keluarkan dari mulutnya. Suara pesawat, tembakan, teng tempur, roket, ledakan, teriakan, ketakutan, hingga tangisan, yang menggambarkan suasana perang di negeri Palestina yang sampai saat ini masih terjajah oleh Zionis Israel.

Antusias Menyimak Kak Jani Bercerita

Tokoh cilik dalam cerita tersebut bernama Ahmad, yang memiliki orang tua dan satu kakak. Diceritakan Ahmad adalah anak sholeh yang rajin mengaji, belajar, dan sholat berjamaah di Masjid, ia juga sangat berbakti kepada kedua orang tua, guru dan kakaknya.

Keluarga Ahmad adalah keluarga muslim yang sangat bahagia, saling menyayangi dan mengasihi. Kedua orang tua Ahmad merupakan orang yang turut memperjuangkan kemerdekaan palestina. Dan mereka sangat berharap kelak Ahmad menjadi warga Palestina yang turut memperjuangkan negerinya, menjadi seorang penghafal alquran, dan memiliki ilmu pengetahuan yang berguna.

Namun sayang, kebahagiaan mereka tidak lama. Kedua orang tua Ahmad tidak dapat lagi melihat Ahmad pergi ke sekolah, belajar, dan membaca alquran. Karena mereka berserta kakaknya Ahmad gugur terkena serangan rudal penjajah Israel.

Pada pagi hari Ahmad tidak menenmukan kedua orang tua dan kakaknya yang biasa mengajaknya sholat subuh berjamaah. Ia berusaha mencarinya, bertanya kepada setiap orang yang ditemuinya. Ditengah serangan roket-roket penjajah, ia terus berjalan mencari keluarganya. Lapar, haus, takut tertembak, tidak dihiraukannya lagi. Dengan berani ia terus mencari keluarganya.

Hingga akhirnya Ahmad mendapat kabar bahwa kedua orang tua dan kakaknya telah syahid, tewas terkena serangan bom. Ahmad menangis, tetapi ia iklas. Karena ia tahu, kedua orang tua dan kakaknya telah masuk surganya Alloh SWT.

Kak Jani terus menyampaikan cerita tentang Ahmad tersebut sambil diiringi alunan musik yang menyentuh hati. Penulis, selaku pembawa acara, menyaksikan banyak penonton yang meneteskan air mata. Bukan hanya peserta didik. guru, dan orang tua murid yang hadir pun terlihat berkali-kali mengusap matanya yang basah dan ada juga yang terseguk-seguk.

Bahkan, ketika jam pulang. Saat penulis mengantar peserta didik ke pintu gerbang. Seorang peserta didik berkata ke penulis, “Pak Fajar, tadi aku sedih denger cerita Ahmad tadi”. Penulis coba menggali perasaanya dengan bertanya, “Kenapa sedih?”.

“Kasihan orang tuanya kena ledakan, rumah, sama sekolahnya juga”. Jawabnya dengan sendu.

Cerita Ahmad memang tidak nyata. Tetapi itulah gambaran kecil duka nyata jutaan anak-anak palestina yang sampai saat ini masih terjajah. Mereka hidup dalam keadaan terdzalimi, rumah mereka hancur, sekolah mereka rusak, mereka tidak bebas bermain, bahkan kota mereka di blokade yaitu Kota Gaza.

Karena keadaan nyata yang diketahui itu dan juga karena rasa ikatan ukhuwah islamiyah dan insaniyah (kemanusiaan)lah yang menyebabkan air mata mereka menetes. Hingga pada akhir acara tangan mereka tergerak untuk membantu Palestina dengan menyisihkan sebagian rizki mereka melalui program donasi untuk Palestina Yayasan Kasih Palestina yang dikumpulkan menggunakan kotak yang terbuat dari kardus.

Setelah selesai acara. Kak Jani dan rekan-rekan, serta beberapa guru TK Soedirman menghitung uang donasi. Dan Alhamdulillah, terkumpul sebanyak Rp.15.126.000,.

Terimakasih Ayah, Bunda telah membersamai Ananda menghafal alquran hingga mereka percaya diri tampil pada pentas tasmi. Dan terimakasih karena telah mengijinkan Ananda membersamai anak-anak Palestina melalui donasi yang diberikannya.

Semoga Ananda KB, TK Islam PB Soedirman menjadi ilmuwan, pengusaha, dan professional lainnya yang hafal alquran, mencintai agama, Negara, bangsa, dan seluruh umat manusia. Aaminn

Serunya Kelompok B TK Islam PB Soedirman Belajar di Taman Ternak Sapi Perah, Ada yang Tarik Menarik Sama Sapi

Serunya Kelompok B TK Islam PB Soedirman Belajar di Taman Ternak Sapi Perah, Ada yang Tarik Menarik Sama Sapi

Pada hari Rabu 23 Oktober 2019 kelompok B TK Islam PB Soedirman kunjungan edukatif ke Taman Ternak Sapi Perah Pondok Ranggon Jakarta Timur. Pada cuaca panas mereka menikmati pemandangan hewan-hewan penghasil susu mirip di negara eropa itu.

Jam yang menempel pada dinding aula sekolah telah menunjukkan jam 07.30, para peserta didik telah selesai melakukan tadarus pagi. Selesai merapikan alas duduk yang mereka gunakan saat tadarus, peserta didik kelompok B masuk kelas untuk bersiap melakukan kunjungan edukatif atau yang biasa disebut kunjungan tema.

Terkait tema. Pembelajaran di TK Islam PB Soedirman menggunakan tema yang berganti setiap bulannya. Satu tema mengintegrasikan beberapa konsep pembelajaran yang mengacu pada aspek perkembangan peserta didik. Pada bulan ini tema pembelajarannya adalah Makanan, Minuman, dan Pakaian, dengan sub tema kebutuhanku yang halal dan thoyib. Untuk memperkuat konsep tema itu, .peserta didik diajak belajar ke peternakan sapi guna memperkuat bahasan tentang kebutuhanku.

Setelah semua peserta didik kelompok B berbaris di depan kelas masing-masing dengan tas di pundak, mereka diarahkan berjalan dengan tertib menuju mini bis yang akan membawa mereka ke Pondok Ranggon. Alhamdulillah, mini bis yang mereka naiki adalah Bis Sekolah dari Pemerintah Provinsi yang biasa berkeliling mengantar anak-anak sekolah. Di dalam bis berwarna kuning ini peserta didik kelompok B sangat senang dan nyaman, dikarenakan dalam bis sangat sejuk dan bersih.

Setelah semua siap, 4 bis sekolah yang membawa peserta didik kelompok B beserta guru dan beberapa tenaga pendidik yang ikut mendampingi bergerak beriringan menuju tempat yang akan memberikan pengalaman mengesankan kepada mereka.

Setibanya di peternakan yang berada di depan TPU Pondok Ranggon itu, rombongan di sambut oleh beberapa petugas berpakaian putih-putih mirip dokter. Dan mereka mempersilakan rombongan masuk ke aula pertemuan. Disinilah kegiatan pertama dilakukan, yaitu perkenalan tentang Taman Ternak Sapi Perah Pondok Ranggon, dan informasi kegiatan yang akan dilakukan.

Di dalam aula tersebut, peserta didik sudah dapat melihat hewan kambing yang juga ada di peternakan milik pemerintah daerah ini. Dan sangat terlihat mereka sudah tidak sabar untuk segera menuju ke kandang sapi perah.

Suasana santai di dalam aula

Sebelum menuju ke kandang, mereka di bagi menjadi tiga kelompok berdasarkan kelas. Dan pihak peternakan pun sudah mempersiapkan tiga kegiatan yaitu menyusui pedet, memberi makan sapi, dan memerah susu sapi.

Namanya juga anak usia dini. Ketika disebut nama sapi mereka sangat senang. Namun, setelah melihat bentuknya tidak sedikit dari mereka yang takut, bahkan ada juga yang muntah setelah mencium aromanya.
Di kandang mereka memberi minum susu anak sapi atau yang biasa di sebut pedet. Dengan menggunakan botol cukup besar secara bergantian mereka memberi susu ke anak sapi yang memang sengaja dipisah dari induknya sesuai prosedur peternakan. Dengan sedikit takut dan geli tangan mungil mereka memegangi dot sembari muka mereka melihat mulut pedet yang lahap menyedot susu. Disinilah kecerdasan Naturalis mereka terstimulus.

Memberi pedet minum susu

Kecerdasan Naturalis adalah kemampuan untuk mengenali dan mengklasifikan spesies, benda-benda, maupun lingkungan yang ada di alam.

Setelah itu mereka memberi makan sapi. Tangan mungil mereka menenteng rumput khusus pakan sapi yang mereka peroleh dari petugas yang biasa memberi makan para sapi. Sambil berteriak penuh suka cita, ada juga yang sedikit ketakutan, tangan mungil mereka maju mundur mengikuti tarikan mulut sapi yang mereka beri makan. Disini bukan hanya kecerdasan Naturalis mereka yang terstimulus, kecerdasan kinestetik mereka pun ikut terstimulus.

Memberi makan sapi

Selesai memberi makan, mereka memerah susu. Sebelum memerah mereka diharuskan cuci tangan tanpa sabun terlebih dahulu, setelah itu secara bergantian mereka memerah susu. Tangan mungil mereka menarik puting susu sapi sesuai arahan petugas yang mendampingi mereka. Mata mereka melihat susu keluar menuju wadah yang tersedia, agar susu masuk ke wadah maka arah puting harus pas ke wadah. Di sinilah kecerdasan spasial mereka ikut terstimulus. Selesai memerah, mereka mencuci tangan menggunakan sabun beginilah prosedur memerah di peternakan ini.

Memerah susu sapi

Setelah semua kelompok melakukan tiga kegiatan tersebut. Mereka menuju ke kandang kambing yang bersebelahan juga dengan kandang kelinci dan pedet. Kandang ini disediakan khusus untuk mereka agar dapat mengenal hewan yang ada lebih dekat.

Selesai mereka bermain dikandang khusus tersebut, mereka kembali ke aula untuk makan. Selesai makan, mereka menyaksikan film tentang susu sapi dan riwayat peternakan sapi.

Memberi makan kambing

Selesai menonton. Berakhir sudah kegiatan mereka di Taman Ternak Sapi Perah Pondok Ranggon. Ketika mereka keluar aula cuaca sangatlah panas, namun wajah mereka terlihat sejuk penuh keceriaan dan agak berat untuk meninggalkan lokasi yang telah memberi mereka pengalaman yang mengesankan itu.

 

Video kunjungan tema ke Taman Ternak Sapi Perah :

Inilah Tamu-tamu Istimewa KB, TK Islam PB Soedirman di Bulan September 2019

Inilah Tamu-tamu Istimewa KB, TK Islam PB Soedirman di Bulan September 2019

Pendidikan pada anak usia dini merupakan proses terpenting untuk anak agar dapat tumbuh menjadi insan yang baik. Karenanya usia dini disebut sebagai masa kritis, penting, atau emas. Artinya, masa tersebut sangat menentukan baik tidaknya kepribadian, dan kemampuan seseorang pada saat dewasa kelak.

Ibarat menanam, usia dini adalah bibit. Ketika bibit ditanam, agar tumbuh dan berkembang dengan baik maka ia perlu dirawat sesuai standar perawatannya. Jika perawatannya tidak sesuai, maka bibit akan tumbuh namun perkembangannya kurang baik, bahkan bisa gagal tumbuh jika perawatannya sangat jauh dari aturan.

Karena itu mempersiapkan pendidikan untuk anak usia dini dengan sebaik-baiknya sangatlah penting. Dan para pakar pendidikan mengatakan bahwa ada tiga lingkungan yang berperan penting dalam mendidik dan mempengaruhi tumbuh-kembang anak. Yaitu, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan sosial.

Orang tua yang mengandalkan pendidikan anaknya hanya kepada sekolah, tidaklah tepat. Begitu juga sebaliknya, mengutamakan pendidikan di rumah dengan mengabaikan pendidikan di sekolah dan masyarakat pun tidaklah tepat. Begitupun orang yang mengabaikan pendidikan dari lingkungan sosialnya.

Ketiga lingkungan tersebut tidak dapat dipisahkan dari anak, dan sangat berpengaruh membentuk kepribadiannya. Sebagaimana yang dikatakan Wismiarti Tamin yang dikutip oleh Profesor Rhenald Kasali dalam bukunya “Sentra”, menurutnya ada tiga guru bagi anak, yaitu orang tua di rumah, guru di sekolah, dan lingkungan. Ketiganya harus bisa menjalankan peran sebagai pendidik yang baik.

Karenanya, orang tua yang baik adalah mereka yang memperhatikan ketiga lingkungan tersebut. Dan sekolah yang baik adalah sekolah yang mengajak orang tua untuk aktif mengikuti kegiatan di sekolah agar ada kesamaan dan kesefahaman dalam mendidik.

Sekolah TK Islam PB Soedirman sangat memahami keadaan tersebut. Karenanya, untuk memperkuat kerjasama dengan orang tua peserta didik, dan dalam rangka memberikan pengalaman yang istimewa untuk peserta didiknya, pada tahun ini kembali mengadakan Program Guru Tamu.

Kegiatan tersebut seperti yang sudah dilaksanakan pada tahun ajaran yang lalu. Dan Alhamdulillah, pada tahun ajaran 2019-2020 di bulan September ini sudah terlaksana beberapa kali baik di TK A, TK B, dan Kelompok Bermain.

Orang tua, Ayah atau Bunda, yang menjadi tamu di kelas anaknya layak disebut sebagai Tamu Istimewa. Karena, mereka telah memberikan waktunya menjadi waktu yang istimewa untuk membersamai anak mereka dan teman-temannya, serta memberikan pengalaman istimewa kepada anak-anak yang tumbuh kembangnya masih istimewa.

Pada hari Kamis, 05 September 2019 TK B1 yang menjadi tamu istimewa adalah Bunda Zio. Ia berbagi ilmu kepada anak-anak TK B1 tentang benda-benda langit dan 8 planet, serta tentang luar angkasa. Karena sangat menarik, akhirnya banyak teman-teamnnya Zio yang bercita-cita ingin menjadi Astronot.

Bunda Zio Membersamai TK B1

Pada hari Jum’at, 06 September 2019 kelompok TK A1 kedatangan tamu istimewa, yaitu Bunda Rifandra. Bunda yang bernama Diyah Alfi Filia Sophianti ini memberikan pengalaman istimewa dengan membacakan buku cerita kepada Rifandra dan teman-temannya.

Bunda Rafindra Membersamai TK A1

Kemudian pada tanggal 12 September 2019 Kelompok TK B kedatangan tamu istimewa, yaitu :

Pertama, TK B1 : Bunda Albidzar Syehan. Anak-anak B1 mendpatkan pengalaman istimewa dari Bunda yang bernama Yuliana Amik ini tentang cara membuat boneka dari handuk. Pada kesempatan special ini, Albidzar dan teman-temannya selain membuat boneka mereka juga menjadi tahu cara melipat handuk, menempel mata boneka, dan melipat pita.

Bunda Albidzar Membersamai TK B1

Kedua, TK B2 : Bunda Nayla. Anak-anak B1 mendapatkan pengalaman istimewa dari Bunda yang bernama Kuswati Ayu Ningsih ini tentang cerita hewan domba dan serigala.

Bunda Nayla Membersamai TK B2

Ketiga, TK B3 : Bunda Alesha. Anak-anak B3 mendapatkan pengalaman istimewa dari Bunda yang bernama Ayu Kusuma Wardani ini tentang aturan makan dengan tertib yang disampaikannya melalui cerita.

Bunda Alesha Membersamai TK B3

Pada hari Jum’at, 13 September 2019 Kelompok TK A juga kedatangan tamu istimewa, yaitu

Pertama, TK A1. Guru tamunya adalah Bunda Talita yang bernama Ika Rizki Agustin. Ia memberikan pengalaman istimewa kepada anak-anak A1 dengan membacakan buku ensiklopedia. Terlihat Talita dan teman-temannya menyimak dengan sangat antusias.

Bunda Talitha Membersamai TK A1

Kedua, TK A2 : Bunda Afiqah yang bernama Neny Roesmawarni. Ia memberikan pengalaman istimewa kepada anak-anak A2 tentang cerita Sapi yang baik hati. Afiqah dan teman-temannya sangat antusias mendengar cerita tersebut.

Bunda Afiqah Membersamai TK A2

Ketiga, TK A3 : Bunda Neysa. Anak-anak A3 mendapatkan pengalaman istimewa dari Bunda yang bernama Cleveria Jessika ini tentang cara membuat kreatifitas dari kertas origami yang dilipat-lipat hingga berbentuk ikan.

Bunda Neysa Membersamai TK A3

Pada hari Kamis, tanggal 19 September 2019, Kelompok TK B kembali kedatangan tamu istimewa yaitu :

Pertama, TK B1 : Bunda Rhiva. Pada kali ini anak-anak B1 mendapatkan pengalaman istimewa dari Bunda yang bernama Wirazaika ini tentang cerita “Kelinci dan Petani”. Dari cerita tersebut mereka belajar tentang nilai-nilai kebaikan seperti jujur.

Bunda Rhiva Membersamai TK B1

Kedua, TK B2 : Bunda Darrel. Pada kali ini anak-anak B2 mendapatkan pengalaman istimewa dari Bunda yang bernama Ira Herawati tentang cerita yang sangat menarik dan hadiah lucu yang terbuat dari kertas origami.

Bunda Darrel Membersamai TK B2

Ketiga, TK B3 : Bunda Almira. Pada kali ini anak-anak B3 mendapatkan pengalaman istimew dari Bunda yang bernama Hesti Aminingsih tentang cara membuat kelinci dari karton. Terlihat mereka sangat antusias mengikuti kegiatan membuat hasil karya tersebut.

Bunda Almira Membersamai TK B3

Pada hari Jum’at, tanggal 20 September 2019, Kelompok Bermain (KB) dan TK A juga kembali kedatangan tamu istimewa yaitu :

Pertama, KB Amanah : Bunda Kirana. Pada kesempatan kali ini Bunda yang bernama Fitridina Nurachmah berbagi informasi yang sangat berharga tentang kehidupan unta di padang pasir, serta cara membuat marakas dari karton manila bergambar unta.

Bunda Kirana Membersamai KB Amanah

Kedua, TK A1 : Bunda Arjuna. Anak-anak TK A2 mendapatkan pengalaman istimewa tentang cerita nelayan dan ikan emas. Serunya, ada kuis, yang bisa menjawab pertanyaan mendapatkan hadiah dari Bunda Arjuna.

Bunda Arjuna Membersamai TK A1

Ketiga, TK A2 : Bunda Danish. Pada kali ini anak-anak A2 mendapatkan pengalaman istimewa dari Bunda yang bernama Nadya Citra Amalia tentang cara menempul bentuk geometri menjadi kupu-kupu.

Bunda Danish Membersamai TK A2

Dan kembali, pada hari Jum’at, tanggal 27 September 2019, Kelompok Bermain (KB) dan TK A kedatangan tamu istimewa yaitu :

Pertama, Kelompok Bermain (Shidiq) : Bunda Rakha Dzaki Maulana. Pada kesepatan ini anak-anak KB mendapatkan pengalaman istimewa dan ilmu yang bermanfaat dari Bunda yang bernama Rini Rahmawati tentang cara menjaga kesehatan gigi, dan cara menggosok gigi yang benar.

Bunda Rakha Membersamai KB Shidiq

Kedua, TK A1 : Bunda Rifana Pada kesempatan ini anak-anak A1 mendapatkan pengalman istimewa dari Bunda yang bernama Leny Dessy E Siregar tentang cerita belajar di sekolah. Rifana dan teman-temannya sangat antusias menyimak cerita tersebut.

Bunda Rifana Membersamai TK A1

Ketiga, TK A2 : Bunda Zanka. Pada kesepatan kali ini anak-anak A2 mendapatkan pengalaman istimewa dari Bunda yang bernama Luluk Maryam tentang cerita “Tato Kesiangan” . Zanka dan teman-temannya sangat antusia menyimak cerita tersebut dibacakan.

Bunda Zanka Membersamai TK A2

Itulah Tamu-tamu istimewa KB, TK Islam PB Soedirman di bulan September 2019. Ayah dan Bunda lainnya ditunggu waktu istimewa untuk membersamai Ananda dan teman-temannya di sekolah!.

Silakan diklik Untuk Membaca artikel tentang Guru Tamu tahun ajaran 2018-2019 :

Pekan Pertama 

Pekan Kedua 

Pekan Ketiga

Pekan Keempat

Pekan Kelima

Pekan Keenam

Pekan Ketujuh

Pekan Ketujuh KB 

Pekan Kedelapan

Pekan Kesembilan

Pekan Kesepuluh

Pekan Kesebelas

Pekan Keduabelas

Pekan Ketigabelas

Pekan Keempat Belas

Pekan Kelima Belas

Pekan Keenam Belas 

Pekan Ketujuh Belas 

Pekan Kedelapan Belas

Pekan Kesembilan Belas

Pekan Kedua Puluh

Pekan Kedua Puluh Dua

 

Kelompok B TK Islam PB Soedirman Mengikuti Manasik Haji Bersama 1000 Anak Lainnya

Kelompok B TK Islam PB Soedirman Mengikuti Manasik Haji Bersama 1000 Anak Lainnya

Hari Kamis ini, 26 September 2019 Kelompok B TK Islam PB Soedirman mengikuti manasik haji. Sebuah kegiatan penuh makna untuk anak usia dini.

Udara pagi masih terasa sejuk, sinar matahari belum menampakkan dirinya. Namun, telah nampak anak-anak TK Soedirman memakai baju ihrom dan muslimah putih. Dengan didampingi orang tuanya mereka menuju kelas masing-masing.

Di dalam kelas yang udaranya sejuk karena stimulus alat penyejuk ruangan, pakaian mereka dirapihi dan dilengkapi dengan syal sebagai ciri khas sekolah, serta tas kecil berisikan air mineral dan batu terbuat dari kertas koran.

Jam yang menempel di dinding kelas menunjukkan jam 06.45. Mayoritas anak TK B telah hadir dan siap dengan perlengkapannya, tinggal sedikit anak yang belum hadir. Namun demi ketepatan dan kelancaran acara, penanggung jawab acara membunyikan bel Sekolah tanda seluruh anak-anak yang telah siap untuk berkumpul di aula Sekolah.

Udara pagi masih terasa sedikit sejuk meski sinar matahari telah menerangi halaman Sekolah dan aula tanpa tembok yang sisi-sisinya telah dipenuhi oleh orang tua peserta didik yang ingin melepas keberangkatan anak mereka mengikuti manasik haji.

Tidak perlu menunggu lama, anak-anak telah berbaris di aula dan berangsur-angsur kelompok TK B jumlahnya telah maksimal sesuai yang tertulis di absen kelas.

Di aula mereka diberikan pijakan, penjelasan tentang kegiatan manasik haji, yang kemudian dilanjutkan membaca doa keluar sekolah (red : Rumah) dan naik kendaraan.

Setelah khusyu berdoa, dengan tertib dan sambil membaca talbiyah mereka menuju ke mobil yang telah ditentukan oleh guru kelasnya masing-masing untuk membawa mereka ke Masjid Attin

Alhamdulillah, atas rahmat, pertolongan, dan kasih sayang Allah Swt rombongan TK Islam PB Soedirman tiba di Masjid yang bersebelahan dengan Padepokan Pencak Silat itu tanpa kurang suatu apapun. Saat dipejalanan lancar, dan Alhamdulillah saat registrasi pun lancar. Hanya sedikit tersendat oleh beberapa anak yang kain ihromnya melorot.

Jam pada tangan kiri penulis menunjukkan jam 07.35 kloter TK Islam PB Soedirman telah duduk santai di ruang utama Masjid yang dibangun pada tahun 1997 untuk mengenang Ibunda Tin Soeharto itu.

Peserta di ruang utama Masjid

Diruangan utama, yang biasa digunakan untuk sholat, dibuat sebagai Miqat oleh panita. Disinilah anak-anak niat berhaji setelah mengikuti serangkaian acara pembukaan dan Sholat berjamaah dua roka’at.

Setelah berniat dan dilepas oleh panitia, anak-anak berjalan menuju ke lantai bawah Masjid berkapasitas 9000 orang dan didirikan di atas seluas 70.000 meter persegi itu.

Di selasar bawah Masjid anak-anak dari beberapa TK di Kecamatan Pasar Rebo berkumpul seperti Wukuf di Padang Arafah. Di sini mereka mendengar ceramah, layaknya khutbah Arafah.

Suara Khotib terdengar sayup-sayup di antara riuhnya suara anak-anak berjumlah 1080 yang di sekelilingnya ada orang dewasa yang mengawasinya, yang tak lain adalah guru-guru mereka dan panitia, serta petugas Masjid.

Beberapa peserta sedang mendengarkan Khutbah

Selesai mendengar khutbah, para peserta manasik menuju ke luar sisi kiri Masjid. Di sinilah anak-anak mempersiapkan batu untuk melontar Jumroh, mirip para jemaah haji benaran mengambil kerikil di Muzdalifah. Hanya saja, untuk anak-anak ini batunya terbuat dari kertas koran.

Peragaan Melempar Jumroh

Pada kegiatan melontar Jumroh ini kecerdasan logis matematis anak terstimulus, dengan mengitung jumlah batu yang mereka lempar dan tempatnya. Nilai kesabaran mereka pun terlatih, melalui antri untuk melempar di bawah terik matahari. Dan konsentrasi mereka pun terasah, ketika fokus melempar sasaran.

Panas matahari terasa menyentuh telapak kaki mereka yang tertutup kaos kaki, terutama telapak kaki penulis yang tak beralas sangat terasa panasnya. Namun, itu tak melunturkan semangat kami, terkhusus anak-anak untuk melanjutkan ritual selanjutnya yaitu Thawaf, mengelilingi kabah.

Di pekarangan depan Masjid panitia telah mendirikan bangunan menyerupai Kabah lengkap dengan hijir Ismail di sampingnya dan batu hajar aswad yang menempel di salah satu sudutnya.

Melakukan Thawaf

Dengan membaca doa-doa seperti orang yang bertawaf di Baitullah, anak-anak mengelilingi bangunan tersebut sesuai keadaan fisik mereka, cukup 1 x putaran saja. Itupun keringat telah memenuhi wajah mungil mereka, tak terkecuali wajah penulis yang ganteng ini.

Setelah berkeliling Kabah, mereka berlari-lari kecil dari tempat bertuliskan Shafa ke tempat yang bertuliskan Marwah, dan kembali lagi ke tempat bertuliskan Shafa, meski tak sama kegiatan merupakan gambaran mirip ritual Sa’i, yaitu berlari-lari kecil dari bukit Shafa ke bukit Marwah sebanyak 7 kali.

Pada kegiatan Thawaf dan Sa’i motorik kasar anak-anak terstimulus dengan baik. Nilai ketertiban dan kesabaran pun mereka dapatkan. Termasuk kecerdasan spasial mereka pun terstimulus dengan baik.

 

Usai Sa’i mereka melakukan Tahalul, dan mendapatkan air minum yang diibaratkan air zam-zam. Rumayan dan memang dibutuhkan untuk menghilangkan dahaga setelah mengikuti rangkaian manasik haji.

Sambil istirahat menjelang kembali ke Sekolah, rombongan TK Islam PB Soedirman menikmati air zam-zam itu di selasar Masjid sambil di temani sekotak makanan restoran cepat saji dari Jepang, es krim, dan sebotol sari buah.

Setelah itu, di bawah sinar matahari yang menyengat rombongan menuju mobil yang akan membawa mereka kembali ke Sekolah.

Demikianlah, kegiatan manasik haji Kelompok B TK Islam PB Soedirman pada tahun ajaran ini.

Jelang Tahun Baru Islam 1441 H KB,TK Islam PB Soedirman Mengadakan Pawai Sederhana Namun Kaya Manfaat untuk Peserta Didik

Jelang Tahun Baru Islam 1441 H KB,TK Islam PB Soedirman Mengadakan Pawai Sederhana Namun Kaya Manfaat untuk Peserta Didik

Waktu berputar terasa cepat, tak ada yang dapat menundanya, apalagi memundurkannya. Detik berganti menit. Dari menit menjadi jam. Kumpulan jam berubah menjadi hari. Hari menjadi minggu, lalu minggu berganti bulan. Hingga tak terasa berganti tahun. Semua rotasi tersebut tidak ada yang dapat menghentikannya apalagi mengembalikannya.

Apapun jenis perhitungan waktunya, baik Hijriah maupun Masehi. Tetaplah waktu. Ia berjalan tanpa ada yang dapat menghalanginya. Walaupun kita mematikan jam tangan atau dinding, tetap pagi pasti berganti siang, dan siang akan berubah menjadi malam.

Seperti tahun Hijriah, waktu perhitungannya umat Islam yang berdasarkan perputaran bulan dan berawal pada hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Kota Mekkah ke Kota Madinah. Sebuah perhitungan waktu yang hakikat penentuannya mengajak umat Islam untuk senantiasa berhijrah dari perkara yang tidak baik menuju kebaikan, dan terus menuju peningkatan hidup yang lebih baik.

Pada hari ini, Sabtu 31 Agustus 2019 atau bertepatan tanggal 30 Dzulhijjah 1440 Hijriah, merupakan penghujung tahun hijriah. Karenanya pada hari ini dan kemarin banyak umat Islam yang telah merayakannya.

Terutama lembaga pendidikan Islam. Mereka merayakan jelang pergantian tahun hijriah bersama para peserta didiknya. Tentu, bukan sekadar merayakan, Melainkan, memperkenalkan makna hijrah, mengenang perjuangan Rasulullah SAW bersama para sahabatnya, dan mengambil pelajaran dari peristiwa hijrah sang Nabi, serta meneladani mereka dalam memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

Setiap lembaga pendidikan berbeda cara merayakannya. Mereka menyesuaikan dengan keadaan sekolah dan lingkungannya. Yang kemarin merayakannya, karena hari ini libur. Dan yang merayakannya hari ini, karena besok mereka libur.

Seperti KB, TK Islam PB Soedirman, mereka merayakannya kemarin (Jum’at 30 Agustus 2019). Pada jelang akhir tahun hijriah ini mereka mengadakan pawai, berkeliling lingkungan lembaga pendidikan yang berdiri sejak 1966 dan berada di pinggir jalan raya bogor itu. Karenanya, kegiatan tersebut sangat pas dan aman untuk mereka yang masih usia dini tersebut.

Dengan berbusana muslim putih, menggunakan atribut pawai seperti topi dari karton bertuliskan selamat tahun baru hijriah, dan membawa umbul-umbul kecil, mereka berjalan sambil menyanyikan lagi Islami dan mengucapkan selamat tahun baru ke setiap orang yang mereka jumpai.

Bersama guru setiap kelas memasuki pekarangan unit pendidikan yang ada, seperti SD, SMP, SMK 1, SMK 2, SMA, STKIP, dan STIE Kusuma Negara. juga kantor Yayasan. Kepada guru, petugas sekolah, dan kakak kelas mereka, para peserta didik KB, TK Islam PB Soedirman mengucapkan “Selamat Tahun Baru Islam” dan memberikan umbul-umbul yang mereka bawa.

Terlihat, kegiatan ini sederhana. Namun, acara rutin tahunan ini kaya pembelajaran untuk anak usia dini yang bermanfaat menstimulasi aspek perkembangan mereka, terutama aspek nilai-nilai agama dan moral.

Selamat Tahun Baru, Hijriah, Muharam, merupakan tiga dari sekian kosakata yang mereka temui saat pawai yang dapat menstimulasi aspek perkembangan bahasa mereka. Berinteraksi dengan kakak kelas, dan orang yang mereka jumpai, merupakan aktifitas yang dapat merangsang perkembangan sosial emosional mereka.

Berjalan kaki sambil membawa umbul-umbul merupakan kegiatan sederhana yang memperkaya perkembangan fisik motorik mereka. Bernyanyi, dan bersholawat, dapat menstimulasi bakat seni yang mereka miliki.

Dan mendapatkan informasi tentang hijriah, jumlah tahun, ukuran dan bentuk umbul-umbul, tempat yang mereka datangi, dan jumlah orang yang mereka temui, merupakan pengetahuan yang dapat menstimulasi kognitif mereka.

Dan yang terpenting dari kegiatan berputar lingkungan sekolah tersebut memberikan pelajaran untuk kita semua bahwasanya waktu terus berputar meninggalkan berbagai hal yang kita lakukan tanpa bisa kita mengembalikannya.

Karenanya Allah SWT berfirman :

Demi waktu. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali, orang yang beriman, beramal sholih, dan saling menasihati tentang kebenaran. Dan menasihati tentang kesabaran” (QS. Al-ashr)

Kepada pembaca yang budiman, KB, TK Islam PB Soedirman mengucapkan “SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1 MUHARAM 1441 H” 

Kebermaknaan Perayaan Idul Adha 1440 H di KB,TK Islam PB Soedirman Terasa Hingga Gunung Kidul dan Palestina

Kebermaknaan Perayaan Idul Adha 1440 H di KB,TK Islam PB Soedirman Terasa Hingga Gunung Kidul dan Palestina

Pada hari raya Idul Adha tahun ini, 1440 H, KB dan TK Islam PB Soedirman mengadakan kegiatan bermakna untuk peserta didiknya dan juga masyarakat umum, bahkan kebermaknaannya terasa hingga Gunung Kidul Jogjakarta dan Gaza Palestina.

Untuk peserta didik, mereka telah menyisihkan sebagian rezekinya yang mereka kumpulkan melalui celengan qurban yang diberikan oleh sekolah. Kegiatan ini dimulai dari minggu terakhr bulan Juli 2019. Alhamdulillah dari celengan mereka terkumpul uang sebesar Rp.24.326.000,.

Dari uang tersebut dapat membeli satu ekor sapi bersama unit SMA, 2 ekor kambing yang disalurkan melalui Mushola gang Sudirman Kalisari, 1 ekor kambing yang disalurkan melalui lembaga Zisnesia, 1 ekor kambing untuk warga Gunung Kidul yang disampaikan melalui Majlis Taklim Khairun Naimah (MTKN) Bendorejo, dan patungan sapi untuk Gaza Palestina melalui lembaga Zisnesia.

Selain dari celengan qurban, TK Islam PB Soedirman juga memperoleh 3 ekor kambing dari orang tua peserta didik yaitu atas nama Ghifari, Dhika, dan Thalita. Yang ketiganya disalurkan melalui Masjid PB Soedirman.

Agar kegiatan tersebut bertambah bermakna, pada hari Jum’at (11 Agustus 2019) para peserta didik bersama-sama melihat hewan qurban di pekarangan Masjid PB Soedirman yaitu 10 ekor sapi, dan kambing yang ada di pekarangan TK sendiri.

Kelompok TK B Tampak Senang Menyaksikan Kambing

Mereka sangat senang ketika menyaksikan hewan-hewan tersebut, terutama kambing yang baru tiba di sekolah. Tangan-tangan mungil mereka bukan hanya memegangi, mengelus, mereka juga memberi makan kambing tersebut dengan dedaunan yang mereka petik.

Agar kegiatan Idul Adha semakin bermakna, setelah melihat hewan qurban peserta didik TK A dan B mengikuti kegiatan simulasi Sholat Idul Adha. Kegiatan simulasi sholat id di Imami oleh penulis sendiri, termasuk khitibnya juga.

Praktik Sholat Idul Adha

Pada simulasi tersebut peserta didik diperkenalkan tata cara sholat idul adha, dan ketentuan lainnya seperti tidak boleh makan sebelum sholat. Alhamdulillah,pada saat praktek sholat mereka dapat mengikuti dengan khusyu sesuai tahapan perkembangan masing-masing.

Harapannya, semoga saat mereka Sholat Idul Adha bersama keluarga dapat mengikutinya dengan baik sebagaimana yang telah disampaikan saat simulasi tersebut.

Dan tentu, harapannya semoga semua rangkaian kegiatan Idul Adha tahun ini di terima oleh Allah Swt sebagai amal ibadah, semua keluarga besar KB, TK Islam PB Soedirman mendapatkan keberkahan dan peserta didiknya dijadikan anak-anak yang sholeh-sholehah.Aamiin yaa Robbal ‘Alamin

Hari Pertama MPLS KB,TK Islam PB Soedirman

Hari Pertama MPLS KB,TK Islam PB Soedirman

Alhamdulillah, hari ini Senin 15 Juli 2019 peserta didik KB, TK Islam PB Soedirman  kembali bersekolah.  Sekolah yang hampir selama satu bulan ini sepi, hari ini kembali ramai oleh suara-suara kecil dan besar.

Suara-suara besar tentu dikeluarkan oleh orang yang sudah besar. Dan sudah tentu itu adalah suara Ayah, Bunda, Nenek, dan Mbak yang mengantar di hari pertama sekolah ini.

Apalagi di pendidikan anak usia dini seperti TK Soedirman ini, sudah menjadi keadaan yang rutin pada awal tahun ajaran yaitu sekolah dipenuhi oleh orang tua peserta didik. Terutama orang tua kelompok TK A dan Kelompok Bermain (KB)

Adapun suara-suara kecil, pastinya itu adalah suara orang yang masih kecil, siapa lagi, dialah suara peserta didik dari KB, TK A, hingga TK B Islam PB Soedirman.

Di antara mereka ada yang baru masuk sekolah tahun ini, sehingga tidak sedikit dari mereka yang tidak ingin berpisah dengan orang tuanya. Sedikit saja orang tua menghindar dari mereka , ramailah udara di lingkungan sekolah.

Karena itu pada satu pekan ini orang tua murid yang anaknya belum bisa di tinggal diperkenankan untuk ikut mendampingi di dalam kelas.

Kalau yang anaknya sudah berani, nyaman bersama guru dan teman-teman barunya diharapkan orang tuanya untuk menunggu di luar kelas.

Dan untuk satu pekan ini orang tua murid masih diperkenankan berada di lingkungan sekolah. Untuk pekan depannya mereka diperbolehkan mengantar hanya sampai pintu gerbang saja.

Karenanya agar seluruh peserta didik nyaman dengan lingkungan sekolah, selama satu minggu ini mereka diberikan kegiatan yang bernama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Hari ini dan besok, setelah ikrar, berdoa, dan bernyanyi bersama di aula sekolah, mereka mengikuti kegiatan di dalam kelas. Mereka akan dikenalkan tentang apasaja yang ada di dalam kelas, termasuk aturan, dan tentunya teman baru mereka.

Seperti kelompok TK B2 (Sentra Balok), pada hari ini setelah perkenalan mereka bermain bongkar pasang bersama yang berguna melatih motorik halus, fokus, dan interaksi sosial mereka. Terdengar komunikasi di antara mereka, meski mereka bermainnya belum berkerjasama tetapi terlihat mereka saling berkomunikasi sesuai dengan tahapan perkembangannya.

Beberapa Peserta Didik TK B2 Sedang Bermain Bersama

Untuk hari Rabu, Kamis, dan Jum’at mereka mengikuti kegiatan di luar kelas untuk mengenal sarana dan prasarana yang ada, termasuk mengenal kelas lain yang merupakan sentra main yang akan mereka masuki ketika KBM telah aktif nanti.

Pada masa pengenalan lingkungan sekolah ini peserta didik di stimulus agar dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah sehingga mereka memiliki kesiapan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar pada pekan berikutnya hingga akhir tahun ajaran.

Inilah Guru TK Islam PB Soedirman yang Menjadi Guru Berprestasi 2019

Inilah Guru TK Islam PB Soedirman yang Menjadi Guru Berprestasi 2019

Alhamdulillah, pada ajang pemilihan guru berprestasi tahun 2019 ini TK Islam PB Soedirman merekomendasikan salahsatu gurunya untuk mengikuti ajang bergengsi para guru tersebut.

Pemilihan guru berprestasi merupakan kegiatan rutin yang dilakukan pemerintah setiap tahun pada jenjang TK, SD,SMP, SMA dan SMK.

Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk memberikan penghargaan sekaligus motivasi kepada guru untuk terus meningkatkan profesionalismenya.

Pemilihan guru prestasi dimulai dari seleksi pada tingkat Gugus, Kecamatan, Walikota/Kabupaten, Provinsi, hingga Nasional.

TK Islam PB Soedirman pada tahun ini merekomendasikan gurunya yaitu Bapak Firman Mudiana Fajar, atau yang akrab disapa Pak Fajar, untuk mengikuti pemilihan guru berprestasi tersebut.

Bapak Fajar merupakan guru TK B2. Beliau saat ini sedang menyelesaikan program pascasarjananya di Universitas Islam 45 Bekasi. Judul Tesis yang beliau susun adalah “Model Pendidikan Anak Usia Dini Terintegrasi Nilai-nilai Islam dan Sains”.

Pria yang memiliki tiga putri tersebut merupakan guru TK yang gemar menulis. Banyak artikel yang telah ditulisnya. Belisu juga menulis beberapa buku. ” Menjadi Guru PAUD Berhati Penulis” adalah salahsatu buku yang ditulisnya.

Beliau juga menulis best praktik. Karena nya pada pemilihan gupres yang mempersyaratkan setiap peserta untuk membuat best praktik, beliau dapat membuatnya dengan mudah.

“Bermain Balok Dapat Meningkatkan Kreatifitas Deskripsi Anak Usia Dini” adalah judul best praktik yang beliau tulis sebagai syarat mengikuti pemilihan guru berprestasi tahun ini.

Dan Alhamdulillah, guru yang pernah juara nasional guru blogger PGRI ini, pada tingkat kecamatan, dan tingkat kota terpilih sebagai guru berprestasi juara 1.

Pemilihan tersebut berlangsung pada bulan Maret 2019.

Bapak Fajar Menerima Tropi Giru Berprestasi di Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur

Sehingga pada bulan Juni ini beliau berhak mengikuti pemilihan guru berprestasi pada tingkat provinsi DKI Jakarta mewakili Jakarta Timur.

Sukses selalu untuk guru TK Islam PB Soedirman yang paling ganteng tersebut, semoga guru TK berprestasi nasional tahun 2019 ini dari TK Islam PB Soedirman Cijantung Jakarta Timur. Aamiin.

Inilah Kegiatan KB, TK Islam PB Soedirman Selama Bulan Ramadan 1440 H

Inilah Kegiatan KB, TK Islam PB Soedirman Selama Bulan Ramadan 1440 H

Bulan ramadan adalah bulan mulia yang setiap perbuatan baik dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Dan setiap amalan sunnah diganjar setara dengan amalan wajib. Selain itu, ramadan juga sebagai bulan tarbiyah atau pendidikan.

Banyak pendidikan yang bisa diperoleh seorang muslim selama bulan ramadan, baik dewasa maupun anak-anak berpeluang besar untuk memperoleh pendidikan selama bulan suci itu.

Meski puasa ramadan untuk anak-anak tidak wajib, namun mereka sangat bisa untuk memperoleh pendidikan selama bulan puasa itu. Minimal mereka memperoleh informasi tentang puasa dari kedua orangtuanya.

Ketika orangtua mereka makan pada dini hari, mereka bisa jadi tahu tentang sahur. Saat siang hari orangtuanya tidak makan-minum, mereka bisa jadi tahu tentang puasa. Begitu pun saat berbuka puasa, taraweh, dan lainnya yang terkait ramadan bisa menjadi ilmu bagi anak-anak.

Apalagi anak-anak, terutama anak TK, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Tidak sedikit pertanyaan yang mereka ajukan untuk memenuhi keingintahuannya.

Karenanya, dengan memanfaatkan bulan ramadan sebagai bulan tarbiyah, dan untuk memenuhi rasa keingintahuan peserta didik. Maka, KB,TK Islam PB Soedirman mengadakan kegiatan pesantren kilat selama bulan ramadan.

Dimulai dari tanggal 08 mei, setelah libur awal ramadan, sampai 23 Mei 2019 kegiatan pesantren kilat diadakan di sekolah. Jika pada hari biasa pulang sekolah jam 11.45, saat ramadan pulangnya jam 10.00

Kegiatan pembelajaran pada hari biasa menggunakan sentra, khusus ramadan pembelajarannya adalah kegiatan pesantren kilat yang full pelajaran agama terkait ramadan.

Yaitu, pada pagi hari tadarus Alqur’an (Alfatihah, Ayat kursi, Al-insyirah, dan Alqoriah s/d Annas), setelah itu dilanjutkan dengan praktek sholat dhuha, atau sholat taraweh. Kegiatan ini dilakukan bersama-sama, KB,TK A dan B, di aula sekolah.

Selesai praktek sholat mereka masuk ke dalam kelas untuk mendapatkan materi tentang bulan ramadan yang disampaikan guru melalui diskusi dan cerita. Setelah itu, mereka mengerjakan lembar kerja bernuansakan agama, dan bergantian membaca iqro.

Khusus untuk hari Jum’at, selesai praktek sholat, mereka mendapatkan pelajaran audio-visual yaitu menonton film bertemakan agama atau yang terkait puasa ramadan.

Pada pesantren kilat ini, peserta didik juga belajar berinfak setiap hari. Dan mereka juga membayar zakat fitrah.

Pada hari terakhir mereka belajar sholat idul fitri. Secara bersama dengan dipimpin oleh Bapak Fajar mereka melakukan simulasi sholat yang tuntunannya sedikit berbeda dengan sholat wajib itu.

Selesai simulasi sholat idul fitri, para guru dan peserta didik bersalam-salaman seperti suasana lebaran sungguhan yang saling bermaafan.

Itulah kegiatan di KB, TK Islam PB Soedirman selama bulan ramadan ini. Hari ini (24/05/2019) peserta didik sudah libur dan akan masuk kembali pada bulan syawal nanti, tepatnya tanggal 17 Juni 2019.

Terimakasih, untuk peserta didik KB,TK Islam PB Soedirman selamat berlibur. Dan sampai jumpa kembali di sekolah.

 

Pelepasan Peserta Didik TK B dan Pentas Seni KB, TK Islam PB Soedirman di Anjungan Jawa Timur TMII

Pelepasan Peserta Didik TK B dan Pentas Seni KB, TK Islam PB Soedirman di Anjungan Jawa Timur TMII

Pada hari ini, Selasa (30/04/2019) Kelompok Bermain (KB), dan Taman Kanak-Kanak (TK) Islam PB Soedirman mengadakan pelepasan Peserta Didik Kelompok B dan Pentas Seni (Pensi).

Setiap tahun sekolah kami rutin mengadakan kegiatan pada penghujung tahun ajaran untuk peserta didik TK B yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya, yaitu Sekolah Dasar.

Pada tahun ini sekolah kami yang telah berusia 43 tahun ini meluluskan 73 peserta didiknya. Selama setahun ini mereka belajar pada 3 kelas yang berbeda, ada yang di B1, B2 dan B3.

Pada hari ini adalah acara pelepasan mereka. Bukan wisuda, hanya acara pertunjukan keterampilan mereka dalam bidang agama dan seni sebagai tanda kesiapan mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Sebagaimana yang di amanatkan dalam Undang – Udang Pendidikan NO 20 Tahun 2003 :

“Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan
rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”.

Video Profil KB,TK Islam PB Soedirman

Pada acara prosesi pelapasan yang diselenggarakan di Anjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indonesia (TMII) tersebut, mereka menampilkan kemampuan menghafal surat-surat Alqur’an pada juz 30, melantunkan Asmaul Husna, dan menyanyikan lagu Mars TK Islam PB Soedirman, Laskar Soedirman, dan Harta yang Berharga.

Selesai mereka menampilkan keterampilan yang telah dikuasainya, mereka satu persatu mendapatkan mendali dari Ibu Kepala Sekolah sebagai tanda bahwa mereka telah siap untuk menempuh pendidikan selanjutnya.

Sebelum nya, pada sambutannya Ibu Fricorina Sandrawati, S.Si,M.Pd menyampaikan pesan kepada peserta didik TK B untuk terus belajar agar dapat mencapai cita-cita, dan membuat bangga Ayah dan bunda.

Setelah prosesi pelepasan kelompok TK B, acara dilanjutkan dengan pertunjukkan Drama Musikal yang mengangkat tema
“Sejarah Perjuangan Sang Pahlawan Pendidikan Ki Hajar Dewantara”.

Drama musikal tersebut merupakan bentuk karya yang menunjukkan perkembangan seni dan bermain peran anak, adapun tema Ki Hajar Dewantara sebagai bentuk memperingati hari pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei nanti.

Ki Hajar Dewantara merupakan tokoh pendidikan Indonesia dan juga seorang Pahhlawan Nasional. Beliau terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang kemudian dikenal dengan Ki Hadjar Dewantara. 2 Mei adalah tanggal kelahirannya, yang diperingati sebagai hari Pendidikan Nasional.

Peserta didik KB yang terdiri dari dua kelas, TK A yang terdiri dari 3 kelas, secara bergantian tampil menunjukkan kemampuannya dalam bidang seni dan bermain peran hingga membentuk rangkaian cerita perjalanan perjuangan Ki Hajar Dewantara.

Pada akhir drama peserta didik TK B kembali tampil menunjukkan kemampuannya bergerak mengikuti irama musik yang berjudul ” Meraih Bintang”. Dengan berakhirnya penampilan ini maka berakhirlah kegiatan pentas seni ini.

Pelepasan peserta didik TK B Islam PB Soedirman dan Pentas Seni di Anjungan Jawa Timur TMII  telah berakhir, namun meneruskan perjuangan Ki Hajar Dewantara tidak akan pernah berakhir.

Tim Drumband Gita Bahana TK Islam PB Soedirman Mendapatkan Penghargaan di Kids Band Festival Piala Presiden 2019

Tim Drumband Gita Bahana TK Islam PB Soedirman Mendapatkan Penghargaan di Kids Band Festival Piala Presiden 2019

Pada hari ini, Ahad 07 April 2019, TK Islam PB Soedirman mengikuti Festival Drumband di Gelanggang Olah Raga (GOR) FOPKI Cibubur Jakarta Timur.

Dewan guru, staf, orang tua dan Kepala Sekolah ikut mendampingi tim drumband TK Islam PB Soedirman yang beranggotakan peserta didik kelompok TK B yang tiga bulan lagi akan menjadi siswa-siswi Sekolah Dasar (SD).

Mereka adalah  peserta didik yang  memilih drumband sebagai kegiatan ekstrakulikuler yang mereka ikuti. Dan memang yang dapat mengikuti kegiatan ekstrakulikuler hanya kelompok B. Terkecuali ekstrakulikuler menggambar dan cinta qur’an yang dapat diikuti oleh kelompok A.

Tim dramband yang mulai berlatih sejak bulan Agustus 2018 ini bernama Gita Bahana TK Islam PB Soedirman. Sesuai dengan namanya, tim ini membuat lingkungan sekolah TK Islam PB Soedirman penuh dengan suara-suara nyanyian setiap hari Selasa dan Kamis pagi.

Pada hari ini tim drumband kebanggaan TK Islam PB Soedirman tersebut membuat GOR FOPKI bergetar oleh suara musik mereka, yang mereka tampilkan pada event Kids Band Festival Piala Presiden (KBF).

Ada 23 tim drumband usia TK dari berbagai daerah  yang mengikuti festival tahunan tersebut. Mereka semua berusaha menampilkan potensi terbaik mereka dalam bermain musik drumband.

Alhamdulillah, pada festival tahun ini Gita Bahana TK Islam PB Soedirman mendapatkan penghargaan karena masuk 10 besar tim drumband terbaik  untuk kategori konser.

Di tempat yang sama juga pada hari Sabtu lalu, 30 Maret 2019, Tim dengan dewan pelatih Kak Rahmat, Kak Mufti dan Kak Putri ini juga masuk 10 besar pada Festival Drumband Marching in Harmony.