Guru Ganteng TK Islam PB Soedirman Juara Nasional Menulis Artikel

Guru Ganteng TK Islam PB Soedirman Juara Nasional Menulis Artikel

Pendidikan Anak Usia Dini, seperti di TK, pada umum nya  yang menjadi pengajar adalah para wanita. Sangat jarang pria yang menjadi Guru di PAUD bahkan hampir tidak ada. Jika ada pun, tidak lebih dari satu orang.

Seperti Guru TK Islam PB Soedirman ini, hanya ia seorang Guru pria nya. Maka bisa disebut, dia adalah Guru terganteng yang ada di Sekolah PAUD tersebut. Bahkan, Guru terganteng se Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur  yang merupakan daerah lembaga pendidikan anak usia dini tersebut berada.

Pria yang menjadi Guru di TK Islam PB Soedirman ini adalah Firman Mudiana Fajar, yang biasa dipanggil Pak Fajar oleh rekan – rekan Guru dan peserta didik nya.

Pak Fajar, yang kerap di panggil “dady” ini menyukai dunia literasi menulis. Tulisan – tulisan beliau bisa dilihat di web sekolah ini. Selain di web ini, beliau juga kerap menulis di blog pribadi nya, seperti kompasiana, blogger dan wordpres, bahkan di beberapa media islam online.

Alhamdulillah,ternyata hobi beliau menulis membuahkan prestasi. Pada hari ini, Senin (24/12/2018) beliau mendapatkan juara pada lomba menulis artikel Nasional yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI). Artikel yang beliau tulis terpilih sebagai tulisan terbaik ke 2.

Di hadapan 110 peserta Konferensi Nasional Guru Blogger PGRI Guru ganteng calon Magister Pendidikan tersebut mendapatkan penghargaan dari PGRI  bersama dua pemenang lain nya dari luar jakarta. Untuk terbaik 1 dari SDN Lamongan Jawa Timur, dan terbaik 3 dari MTS N 2 Lombok Nusa Tenggara Barat.

Pak Fajar Saat Memperoleh Penghargaan Di Gedung PGRI Jakarta Pusat

Lowongan Guru TK

[clear]

TK Islam PB Soedirman membuka kesempatan untuk mengabdi dan berkarir sebagai Guru TK.

Persyaratan

1. Beragama Islam
2. Mampu membaca Al – Qur’an
3. Pendidikan S1 PAUD / Psikologi
4. Usia maks 35 thn
5. Berpengalaman diutamakan.
6. Memiliki kepribadian ramah,  ceria, berdedikasi dan mencintai anak-anak
7. Memiliki semangat kreatif dan inovatif
8. Mampu mengoperasikan komputer.
9. Menguasai alat musik lebih diutamakan.

Kirim cv ke TK Islam PB Soedirman, Jl.Raya Bogor KM 24 Cijantung Jakarta Timur (Samping Mall Graha Cijantung) paling lambat 12 Juni 2018

LOKETA KB dan TK A ISLAM PB SOEDIRMAN

Lomba Keterampilan Agama (LOKETA) merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh KB, TK Islam PB Soedirman guna menstimulasi dan mengevaluasi perkembangan nilai – nilai Agama dan moral peserta didik Kelompok Bermain dan TK A.

Loketa pada tahun ajaran 2017/2018 diselenggarakan pada hari Jum’at, 02 Maret 2018 di aula TK Islam PB Soedirman. Bertindak selaku dewan juri adalah, Ustadz Nuhri, M.Pd.I.

Kegiatan pertunjukkan kemampuan keagamaan para peserta didik tersebut, disaksikan oleh para orang tua peserta didik yang putra – putri nya tampil.

Kemampuan untuk peserta didik KB yang di tampilkan pada Loketa adalah Praktek gerakan sholat, membaca hadist larangan marah dan membaca surat al fatihah.

 

 

 

 

 

 

Peserta didik TK A menampilkan Gerakan sholat, hafalan surat pendek yakni surat Alfatihah, Aliklas, Afalaq, Annas dan Al lahab. hafalan doa harian dan terjemahan surat pendek.

TK ISLAM PB SOEDIRMAN PEDULI PALESTINA

Palestina masih terjajah, tragedi kemanusiaan terus terjadi di negeri tersebut. Jutaan nyawa sudah gugur, jutaan anak menjadi yatim piatu, ratusan ribu rumah hancur, itulah derita warga palestina karena ulah penjajah yahudi israel. Bertahun – tahun lamanya mereka menderita.

Penderitaan warga palestina mengundang simpati bangsa – bangsa di Negara lain, tak terkecuali bangsa Indonesia. Bukan sekedar bersimpati sebagaimana sesama umat manusia, bersimpati sebagai sesama muslim dan historis hubungan saling dukung, saling menghormati para pendiri bangsa juga menjadi ikatan penguat ukhuwah  antar bangsa Indonesia dan bangsa palestina.

TK Islam PB Soedirman juga turut simpati terhadap penderitaan bangsa palestina. Do’a tak henti dipanjatkan untuk kemerdekaan bangsa palestina. Tidak hanya itu, hari ini Ahad 14 Januari 2018 TK Islam PB Soedirman bersama Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman mengadakan konser kemanusiaan untuk palestina.

Berkerja sama dengan Sahabat Palestina, Yayasan yang berdiri di Jalan Raya Bogor KM 24 Pasar Rebo Cijantung Jakarta Timur tersebut menggelar konser grup nasyid Izzatul Islam dan Opik, serta pertunjukkan dari para peserta didik dari unit pendidikan TK, SD, SMP, SMA dan SMK Yayasan tersebut.

Pada acara tersebut di adakan penggalangan dana bantuan untuk palestina. Beberapa unit pendidikan berupaya mencari simpati para pengunjung untuk mendonasikan sebagian rizkinya untuk palestina.

Unit TK Islam PB Soedirman membuka booth foto untuk para pengunjung, dengan donasi sukarela para pengunjung dapat berfoto bersama keluarga atau teman. Alhamdulillah dari booth foto ini terkumpul dana sebesar Rp.4.413.000, Untuk palestina.

TK yang pada hari jum’at tanggal 12 Januari genap berusia 42 Tahun tersebut juga menjual aneka souvenir berupa Gelas, pin dan ikat kepala serta minuman, yang semua hasil penjualannya sebesar Rp.3.598.000 di donasikan untuk palestina.

Alhamdulillah dari acara yang dimulai pada jam 08.00 WIB dan berakhir pas adzan dzhur tersebut terkumpul donasi untuk palestina sebesar Rp.603.144.700. Semoga dana tersebut bermanfaat untuk bangsa palestina dan semoga menjadi amal jariah para donatur, serta penguat ukhuwah bangsa palestina dan Indonesia.

Berikut video pertunjukan peserta didik TK Islam PB Soedirman untuk palestina :

Tips Agar Anak Dekat Dengan Allah

Setiap anak lahir dalam keadaan fitrah, suci, bersih, dan senantiasa nyaman dalam ketaatan kepada Allah. Namun, jiwa anak juga Allah ilhamkan potensi baik dan buruk (takwa dan fujur).

Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi.” (HR. al-Bukhari&Muslim)

Firman Allah, “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); sesuai fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,” (QS. Ar Rum:30)

Dan firman Allah dalam Al Quran, “Demi jiwa serta penyempurnaannya, maka Dia ilhamkan kepadaNya jalan fujur dan ketakwaannya.” (QS. Asy Syams: 7-8)

Allah menugaskan orangtua untuk memelihara fitrah itu agar senantiasa menyala dalam diri anak-anaknya, memberikan atmosfer kehidupan yang membuat potensi buruk (fujur) dalam jiwa anak tidak tumbuh dan berkembang. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan selalu menghadirkan Allah dalam diri anak kita.

Pada suatu kesempatan, Bunda Elly Risman, seorang psikolog senior yang begitu konsern dengan dunia anak dan keluarga, memberikan tips bagaimana cara menghadirkan Allah dalam benak anak-anak kita.

Beliau menyarankan agar setiap melepas anak kita pergi main atau kemana saja, atau saat kita pergi meninggalkan anak kemana saja pandanglah matanya dan katakan padanya:

Nak, ingatlah bahwa:
– Allah bersamamu,
– Allah menyaksikanmu,
– Allah memperhatikanmu,
– Allah mencintaimu,
– Allah mencukupkan kebutuhanmu.

Tidak harus semua kata disampaikan, karena kadang terasa terlalu panjang untuk anak.

Sumber :
Bunda Elly Risman

Cara Menumbuhkan Semangat Belajar Pada Anak

Nah, ini adalah tema yang sering ditunggu-tunggu oleh orangtua dan juga sering banyak dikeluhkan orangtua. “Kenapa anak saya tidak senang belajar, bermain saja seharian”, keluh seorang Ibu yang hadir di seminar saya. Para pembaca, percayakah anda bahwa kehidupan sejati kita manusia adalah seorang pembelajar? Tetapi kita sering memberikan perlakuan yang tidak menyenangkan saat anak belajar (secara tidak sadar) bahkan dulu kita pun mungkin diberikan stimulasi yang salah sehingga belajar itu tidak menyenangkan.

Misalnya, saat anak kita bayi dan berumur 1 tahun. Dia ingin memasukan semua barang yang dapat ia pegang ke dalam mulutnya, benar? Nah, yang kebanyakan orang lakukan saat itu adalah berkata “eh.. itu kotor, tidak boleh” sambil menarik barang tersebut. Sebenarnya ini adalah perilaku dasar pada saat seorang anak belajar. Kemudian saat dia mulai bisa berjalan, mulai ingin tahu lebih banyak tentang lingkungan sekitar, semakin banyak larangan yang dikeluarkan oleh orangtua ataupun pengasuh. Mungkin karena lelah menjaga anak seharian, sehingga banyak larangan yang dikeluarkan. Padahal ini adalah keinginan mereka untuk tahu (belajar) lebih banyak, mengisi database di otaknya yang masih kosong dan perlu di isi.

Saat mulai bisa berbicara, bertanya ini dan itu. “Ini apa? Kenapa?” Jawaban yang diterima “Lha tadi sudah tanya, sekarang tanya lagi, dasar cerewet” mungkin saat itu pengasuh dan orangtua sedang lelah juga saat menjaganya sehingga malas dan capek untuk memberikan penjelasan dan ini adalah proses belajar seorang anak. Ada barang baru di rumah dan anak ingin memegangnya atau mengetahui lebih dekat, maka kita orangtua dan pengasuhnya menjauhkan barang tersebut darinya, dengan dalih nanti rusak karena barang mahal.

Dari sepenggal contoh diatas dimana ini adalah pengalaman nyata dari saya dan beberapa klien, siapakah yang membuat anak menjadi malas belajar?

 

Berikutnya ada seorang anak berusia 8 tahun, sebut saja Aji. Orangtuanya sangat mengeluhkan, bahwa anaknya tidak suka belajar dan sudah mendapat peringatan dari gurunya jika tidak ada perubahan sikap maka kemungkinan besar Aji tidak naik kelas. Saat bertemu, saya yakin Aji adalah anak yang luar biasa. Sesaat saya bertanya tentang hobi dan kesukaannya saat bermain, dengan cepat saya mengetahui anak ini luar biasa. Sebab setelah saya tanya tentang hobinya ternyata sepak bola, dan tim kegemarannya adalah Arsenal (Liga Inggris). Dan Aji hafal seluruh pemain inti dan cadangan Arsenal, berikut pelatih dan asistennya serta nomor punggung pemain, tanggal ulang tahun pemain serta daftar pencetak goal dan assist (pemberi umpan) dan point klasemen liga dan urutannya. Luar biasa!! Dalam hati saya, tidak ada yang salah sama hardware (otaknya), tetapi masalahnya adalah software.

Satu orang anak yang sama, otaknya kalau dibuat belajar pelajaran di sekolah tidak berfungsi (berhitung, menghafal) tetapi hafal seluruh pemain Arsenal. Apa anak ini bodoh? Tentunya anda sepaham dengan saya, jawabanya adalah tidak. Anak ini pandai luar biasa. Hanya saja salah perlakuan sehingga ia malas dan tidak suka belajar.

Lalu apa yang saya lakukan untuk mengubah agar software menjadi baik, dan membuat anak ini agar mudah belajar? Yang saya perbaiki orangtuanya dahulu, sebab untuk anak seusia Aji, jika terdapat masalah dalam hidupnya berarti orangtua yang akan membantu untuk mengatasi masalah anak tersebut. Saya mengajarkan bagaimana berkomunikasi dengan anak dan sifat dari pikiran anak, serta pentingnya menomor satukan cinta dalam mendidik anak, yang semuanya akan sangat panjang jika saya jelaskan disini.

 

Berikutnya adalah tips bagaimana agar, anak kita menjadi rajin dan mudah sekali belajar dan sekolah.

1. Saat pulang sekolah tanyakan “Hai sayang, apa yang menyenangkan hari ini di sekolah?”Otomatis otak anak akan mencari hal-hal yang menyenangkan di sekolah dan ini secara tidak langsung akan memberitahu sang anak bahwa sekolah adalah tempat yang menyenangkan.

2. Saat anak tidur (Hypnosleep), katakan “Makin hari, belajar makin menyenangkan”, “Sama halnya dengan bermain, belajar juga sangat menyenangkan”, “Mudah sekali bagimu untuk belajar (berhitung, menghafal dan lain-lain.)”.

3. Jelaskan manfaat dari pelajaran yang sedang dipelajari (sesuai dengan minat anak tersebut) misalnya, dengan mempelajari perkalian, maka saat liburan naik kelas nanti nanti kamu bisa menghitung berapa harga barang yang akan kamu beli di Singapura, dan kamu bisa membandingkannya dengan harga di Indonesia. Jika kamu menguasai percakapan dalam bahasa inggris maka kamu akan sangat mudah berkomunikasi dengan pelatih sepak bolamu yang dari Thailand.

4. Mintalah guru les pelajarannya (jika ada), sering-sering mengatakan bahwa anak kita adalah anak yang hebat dan luar biasa. Pujian yang tulus dan memompa semangatnya jauh lebih penting dari pada mengajarkan tehnik-tehnik berhitung dan menghafal yang cepat. Mintalah bantuan orang-orang sekitar termasuk guru untuk meningkatkan harga diri anak kita.

5. Jika anak kita masih kecil dan masih suka dibacakan dongeng, bacakan dongeng dengan posisi memangku dia (dengan posisi yang nyaman, serta memudahkan kita orangtua untuk memberikan ciuman kasih sayang atau pelukan sayang) tujuannya agar anak mengkaitkan membaca buku dengan rasa cinta dari orangtua dan buku adalah hal yang sangat menyenangkan.

6. Gunakan surat rahasia dari orangtua kepada anak, kita bisa berkata “Nak, Ibu telah meletakan surat rahasia buat kamu. Cuma kamu dan ibu yang tahu isinya. Ibu letakan dibawah bantal tidurmu, bacalah setelah makan ya.” Isinya bisa berupa kata-kata yang menyemangati anak dalam kegiatan belajar dan sekolahnya.