PELEPASAN PESERTA DIDIK TK ISLAM PB SOEDIRMAN TAHUN AJARAN 2021/2022

PELEPASAN PESERTA DIDIK TK ISLAM PB SOEDIRMAN TAHUN AJARAN 2021/2022

Bulan juni adalah akhir kegiatan belajar mengajar di setiap satuan pendidikan, termasuk di KB, TK Islam PB Soedirman. Selama lima hari sekolah yang berusia hampir setengah abad ini mengadakan kegiatan akhir tahun untuk peserta didiknya. Pada tiga hari terakhir acaranya penuh haru, seru, hingga lucu.

Kegiatan akhir tahun di TK Islam PB Soedirman dimulai dari hari Senin 20 Juni 2022 yaitu penyerahan laporan perkembangan peserta didik Kelompok Bermain dan TK A1. Pada hari Selasa 21 Juni 2022 penyerahan laporan perkembangan peserta didik TK A2.

Pada hari Rabu 22 Juni 2022 giliran peserta didik kelompok B1. Namun mereka bukan sekadar menerima laporan perkembangan, mereka juga mengikuti prosesi pelepasan/wisuda dikarenakan pada tahun ajaran baru nanti mereka melanjutkan kegiatan belajar mengajarnya sudah tidak di TK Islam PB Soedirman melainkan di Sekolah Dasar.

Pada acara yang mengangkat tema “Melangkah Dengan Bismillah, Menggapai Cita-Cita Penuh Berkah” itu para peserta didik juga menampilkan beberapa kebolehan. Yaitu mereka bersama menyanyikan lagu Mars TK Soedirman dan Guruku Tersayang, yang sebelumnya mereka membacakan beberapa surat pilihan dan asmaul husna. Dengan menggunakan seragam wisuda khas TK Soedirman mereka tampil  dengan percaya diri membaca surat dan bernyanyi bersama.

Setelah itu mereka mengikuti prosesi wisuda sebagaimana seremonial wisuda di perguruan tinggi. Hanya saja di sini peserta wisudanya tidak menggunakan toga. Mereka hanya menggunakan jubah wisuda khas TK Soedirman.

Pada hari Kamis giliran peserta didik kelompok B2 yang mengikuti prosesi wisuda. Disusul hari berikutnya, Jumat 24 Juni 2022, kelompok B3. Kegiatan awal mereka sama dengan kelompok B1 yaitu tampil bersama membaca asmaul husna, surat pilihan, dan menyanyikan Mars TK Soedirman dan guruku tersayang.

Setelah itu mereka diwisuda. Satu persatu mereka maju ke depan mendekat ke Ibu Kepala Sekolah, Ibu Fricorina Sandrawti,S.Si,M.Pd, untuk menerima Ijazah dan Mendali Kelulusan. Setelah itu mereka foto sendiri, lanjut foto bersama ayah-ibu, guru kelas dan Ibu Kepala Sekolah.

Selesai prosesi wisuda mereka Kembali menampilkan kebolehan dalam Tarik suara dan gerak. Setiap kelas berbeda-beda sesuai harinya juga yang berbeda-beda. Walau beda, namanya juga anak usia dini, tampilan mereka tetap ada lucunya, menggemaskan, dan mengesankan.

Para orang tua yang hadir sangat senang dan terkesan dengan acara pelepasan yang dilakukan di Aula Sekolah itu. Meski acaranya sederhana namun sangat bermakna dan berkesan, bahkan tidak sedikit para ibu yang meneteskan air mata. Tentunya air mata kebahagiaan.

Mereka bahagia melihat anak-anak yang dahulu digendong-gendong sekarang sudah berani tampil, tumbuh besar, dan siap melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya yaitu Sekolah Dasar.

 

 

Pagelaran Budaya Betawi di TK Islam PB Soedirman Meriah, Penuh Hikmah, dan Berkah

Pagelaran Budaya Betawi di TK Islam PB Soedirman Meriah, Penuh Hikmah, dan Berkah

Alhamdulillah, setelah tiga tahun lebih anak-anak belajar di rumah kini dapat kembali bersekolah termasuk  peserta didik KB, TK Islam PB Soedirman. Bukan hanya bersekolah, mereka juga dapat mengadakan kegiatan puncak tema yang meriah, penuh hikmah, dan berkah.

Pada hari Kamis  09 Juni 2022 KB, TK Islam PB Soedirman untuk yang pertama kalinya pasca pandemi mengadakan kegiatan puncak tema bersama secara langsung/tatap muka. Kegiatan yang mengusung budaya Betawi tersebut diadakan di aula sekolah dan dihadiri oleh Pengawas TK Kecamatan Pasar Rebo Bapak  H. Joko Suyono,M.Pd

Karenanya, pada hari itu Aula sekolah penuh nuansa Betawi. Bukan sekadar umbul-umbul yang biasa di kepala ondel-ondel. Boneka ondel-ondelnya pun turut dihadirkan untuk meramaikan hiasan yang ada di setiap sisi aula. Bahkan rumah kebaya pun turut ikut meriahkan kegiatan puncak dari tema Negaraku Karunia Allah Subhanahu Wata’ala.

Bukan hanya ada budaya yang dapat dinikmati oleh mata, kebudayaan yang dapat dinikmati menggunakan lidah pun banyak yaitu makanan dan minuman khas Betawi. Ada dodol, wajig, uli, kue cincin, kue ape, kembang goyang, ubi,singkong dan pisang rebus, roti buaya, sampai semur jengkol juga ada. Minuman pelengkapnya ada selendang mayang, bajigur, dan bir pletok.

Kegiatan yang dipandu oleh Ibu Hilda dan Pak Fajar tersebeut merupakan projrct pembelajaran dari tema Negaraku Karunia Allah Subhanahu Wata’ala. Di mana sebelumnya para peserta didik bersama guru kelasnya membuat aneka bangunan yang menjadi ciri khas kota Jakarta dan ikon Indonesia.

Ada yang membuat burung garuda dan menghias foto Presiden dan Wakil Presiden, membuat peta Indonesia, Gedung fatahilah, Monumen Nasional, ada juga yang membuat Rumah Kebaya. Kesemuanya menggunakan bahan daur ulang atau Loose Part, salah satu media belajar yang akan diprioritaskan oleh sekolah pada tahun ajaran nanti.

Sekilas kegiatan project tersebut sederhana, namun sesungguhnya penuh dengan makna dan pembelajaran  untuk peserta didik. Diaintaranya melalui kegiatan ini mereka memperoleh pengalaman Literasi, Numerasi, dan STEAM (Sains, Teknologi, Enginering, Art, dan Mathematic).

Rasa percaya diri mereka pun terasah, bukan sekadar dari hasil kreatifitas, mereka pun tampil di muka umum yaitu menari, menyanyi, dan fashion show. Setiap kelas berbeda unjuk kebolehannya, namun masih bernuansa Betawi. Ada yang nyanyi kincir-kincir, ada yang menari ondel-ondel, jail-jali, ada yang fashion show mirip  pertunjukkan abang none Jakarta.

Kegiatan yang mengusung tema “Yuk Kenali Budaya Betawi Sebagai Wujud Cinta Terhadap Budaya Indonesia” itu berakhir dengan kegiatan makan bersama menu khas Betawi yang ada. Rata-rata pade doyan roti buaya ame kembang goyang..hehehe.

 

KB,TK Islam PB Soedirman Mengadakan Pembelajaran Tatap Muka 100%, Semua Bahagia

KB,TK Islam PB Soedirman Mengadakan Pembelajaran Tatap Muka 100%, Semua Bahagia

Alhamdulillah, hari ini (Selasa, 04 Januari 2022) siswa-siswi KB, TK Islam PB Soedirman mengikuti Pembelajaran Tatap Muka 100% dengan aman, lancar, seru, lucu, ada yang ngegemesin, dan pastinya semua bahagia

Para guru, yang 100% sudah divaksin, menyambut dengan suka cita kehadiran para peserta didik yang sudah dua tahun lebih belajar dari rumah atau PJJ. Terlihat anak-anak pun sangat senang ketika memasuki pekarangan sekolah yang sudah lama mereka rindukan.

Para tenaga kependidikan pun ikut merasakan bahagia. Usaha mereka menjaga kebersihan lingkungan sekolah tidak sia-sia, termasuk mengikuti vaksinasi covid 19. Lingkungan yang setiap hari mereka bersihkan dan disemprot desinfektan sekarang sudah ramai dengan suara-suara kecil bermasker.

Ibu Sandra, selaku Kepala Sekolah pun terlihat sangat senang melihat anak-anak datang dengan wajah ceria dan penuh semangat, serta para guru yang sangat antusias menyambut kehadiran para peserta didiknya.

Tidak ketinggalan, pastinya para orang tua yang mengantar putra-putrinya turut merasakan kebahagiaan. Dengan doa dan senyuman penyemangat mereka menyerahkan Ananda tercintanya kepada guru kelasnya di batas pengantaran sekolah.

Namanya juga pendidikan anak usia dini, pastinya ada kegiatan bermain. Dimana bermain merupakan pekerjaan yang sangat disukai anak. Maka jadilah arena bermain TK  yang terpilih sebagai sekolah penggerak itu ramai terkendali protokol kesehatan dengan suara dan langkah anak-anak. Secara bergantian anak-anak menaiki permainan yang suaranya seakan menyambut dengan bahagia anak-anak yang lama tidak manaikinya.

Pembelajaran tatap muka 100% ini bukan hanya di KB,TK Islam PB Soedirman, melainkan Semua sekolah yang berada di daerah PPKM Level 1. Yang tentunya keadaan tersebut membuat senang para pembuat kebijakan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tertanggal 21 Desember 2021 Nomor 05/KB/2021, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/ 6678/2021, Nomor 443-5847 Tahun 2021 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Kebijakan itulah yang menjadi dasar dilakukannya PTM 100% di semua jenjang pendidikan. Maka sudah tidak ada lagi alasan yang menghalangi anak-anak untuk bahagia karena mendapatkan haknya untuk bersekolah sebagaimana yang disampaikan Pak Menteri.

“Anak-anak berhak bersekolah sebagaimana mestinya. Pemulihan pembelajaran sudah sangat mendesak untuk dilakukan selagi masih bisa kita kejar,” ujar Mendikbud Ristek Nadiem Makarim dikutip dari Kompas.com.